Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Nasib Tapol Belanda di Iran

Diterbitkan : 11 Mei 2011 - 11:27am | Oleh Johan van der Tol (Foto©RNW)
Diarsip dalam:

Tidak jelas kabar dan di mana ia berada. Rabu ini (11/05) aktivis Belanda keturunan Iran Abdullah al-Mansouri telah lima tahun mendekam di penjara. Ketegangan di Iran sendiri serta ketegangan antara Teheran dan Belanda, bisa memperburuk posisi Al-Mansouri dan tahanan politik lain di Iran.

Aktivis hak-hak asasi manusia Belanda keturunan Iran Sadegh Nageshkar khawatir persaingan politik antara pemimpin spiritual tertinggi Ali Khamenei serta president Mahmoud Ahmadinejad berdampak buruk bagi tahanan politik.

"Semakin besar perebutan kekuasaan antara Khamenei dan Ahmadinejad, semakin besar pula tekanan terhadap tahanan politik dan Al-Mansouri. Mereka menakuti rakyat, sehingga rakyat tidak lagi memperjuangkan hak-haknya dan kebebasan."

Peran Belanda
Setelah eksekusi perempuan Belanda asal Iran Zahra Bahrami, pemerintah Belanda berjanji turun tangan lebih cepat. Tapi untuk sementara pemerintah belum menanggapi mosi untuk memaksa Iran mengizinkan bantuan konsuler kepada tahanan politik Belanda keturunan Iran.

Dalam kasus Al-Mansouri ini penting karena belakangan ini rezim di Teheran bertindak keras terhadap para aktivis dari Khuzestan yang mayoritas penduduknya Arab. Juga Al-Mansouri berasal dari kawasan itu. Pekan lalu lima orang Arab dari Khuzestan digantung di depan umum, kata Nageshkar.

Warga Belanda lainnya
Selain Al-Mansouri, tiga warga Belanda-Iran lain kabarnya ditahan di Iran sebagai tapol. Rezim di Teheran hampir tidak mengeluarkan berita tentang tahanan ini dan kementerian Luar Negeri Belanda tidak ingin menyebut berapa orang yang ditahan agar diplomasi 'tutup mulut' tidak terganggu.

Menurut Nageshkar, salah seorang tahanan berwarganegara Belanda adalah Saeed Shah Ghale. Ia menjalani hukuman penjara untuk waktu lama. Berita terakhir tentang Ghale, yang dikabarkan pernah mendekam di penjara terkenal Evin di Teheran, berasal dari tahun 2009.

Kristen
Tahanan lain adalah pria Kristen Belanda berdarah Iran, Vahik Abrahamian. Pada 4 September ia bersama isteri dan sepuluh orang lain ditahan dalam pertemuan religius di rumahnya di Hamadan, 350 kilometer barat dari Teheran.

Tidak ada tuduhan resmi terhadap dirinya, tapi di televisi kelompok ini dituduh melakukan 'upaya menghancurkan Republik Islam Iran'.

Pekan lalu diumumkan bahwa isterinya Sonia Keshish Avanessian dan dua orang lainnya dibebaskan akhir April lalu. Bahwa Abrahamian tidak dibebaskan, antara lain terkait kewarganegaraan Belanda, ujar juru bicara Kiri Kankhwende dari organisasi Christian Solidarity Worldwide (CSW), yang mengikuti perkembangan tahanan Kristen di Iran.

Untuk pembebasan tiga orang tersebut, otoritas Iran meminta uang jaminan sekitar 135.000 euro per orang. Sumber-sumber CSW di Iran melaporkan pemerintah Iran kemungkinan juga meminta uang jaminan untuk Abrahamian. Tapi itu masih belum pasti, kata Kankhwende.

Beberapa parpol Belanda dalam parlemen mengajukan pertanyaan tentang nasib Abrahamian. Pemerintah menyatakan saat ini belum bisa berbuat banyak baginya.

Kasus Bahrami
Selanjutnya masih ada peristiwa eksekusi Zahra Bahrami Januari silam, yang jelas menekan hubungan Den Haag-Teheran. Menurut cabang organisasi HAM Amnesty International di Belanda, ketegangan ini berdampak negatif terhadap posisi Al-Mansouri dan tahanan Belanda lain di Iran.

"Anda harus berhati-hati jika ingin mengaitkan kasus Bahrami dengan situasi Al-Mansouri. Tapi pada umumnya, hubungan antara Belanda dan Iran tidak bertambah baik jika menyangkut tahanan-tahanan seperti ini. Kami sangat khawatir karena Al-Mansouri sudah mendekam di penjara begitu lama, dan karena sejak September tidak ada kabar lagi tentang dirinya", demikian juru bicara Amnesty Ruud Bosgraaf.

Bantuan konsuler
Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal banyak dikritik di parlemen, setelah eksekusi Bahrami. Ia berjanji akan berbuat lebih banyak dan turun tangan lebih cepat. Parlemen menerima mosi partai kiri hijau GroenLinks, menyelidiki apakah Belanda bisa menghadap ke Mahkamah Internasional di Den Haag.

Kalau demikian Teheran bisa didakwa karena menolak mengizinkan bantuan konsuler kepada tahanan Iran-Belanda. Pemerintah belum menanggapi mosi.

 

Abdullah al-Mansouri
Al-Mansouri (1946) pemimpin organisasi militan yang di Iran memperjuangkan kedaulatan Khuzestan. Setelah divonis hukuman mati di Iran, ia mengungsi ke Belanda tahun 1988.

Al-Mansouri tinggal di Maastricht dan antara lain aktif untuk GroenLinks dan Amnesty International. 11 Mei 2006 ia ditahan di Damaskus, ibukota Suriah. Beberapa hari kemudian ia diekstradisi ke Iran.

Tahun 2009, hukuman mati Al-Mansouri diubah menjadi hukuman penjara 30 tahun. Ini antara lain berkat tekanan diplomatik Belanda.

 

Terbaru

Sering dikunjungi

Ahmad Taufik bersama Xanana Gusmão di penjara Cipinang

Gerilyawan Serem dan Tapol Orde Baru

Orde Baru lahir sebagai rezim tapol. Begitu berkuasa, rezim otoriter ini sudah memenjara orang, bukan karena...
Hands Behind Prison Bars

Mereka Bukan Penjahat: Mengenang Tapol Orde Baru

Di zaman Orde Baru dulu, penjara Indonesia disarati tahanan politik, kalangan yang dipenjara karena keyakinan...

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET