Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Alfons Lasedu
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Nasib Dua Muslim Belanda di Pakistan Tidak Jelas

Diterbitkan : 11 November 2011 - 2:18pm | Oleh Alfons Lasedu (Foto: Travlr)
Diarsip dalam:

Dua warga Muslim Belanda berumur 20-an sudah berbulan-bulan ditahan dinas rahasia Pakistan. Diplomat Belanda pernah satu kali bertemu mereka. Sejak bulan Juli tidak ada hubungan lagi. Demikian sorotan koran de Volkskrant dengan judul "Dinas Rahasia Pakistan Tahan Warga Belanda".

"Sangat mencemaskan," kata Bart Nooitgedagt pengacara Said, salah satu dari kedua warga Belanda tersebut. Hal itu dibenarkan oleh pihak kementerian luar negeri Belanda. Said "menghilang" musim semi lalu di Turki. Bulan Juni pihak keluarga menerima berita bahwa mereka ditahan di Pakistan.

Menurut otoritas Pakistan mereka menyeberang perbatasan ke Pakistan tanpa visa.

Janji Pakistan
"Pakistan berjanji akan membebaskan mereka kalau mereka sudah menerima uang untuk membayar tiket," tegas Nooitgedagt. Keluarga mengirim uang tersebut ke kementerian luar negeri bulan Juli, tapi tidak terjadi apapun.

Menurut juru bicara kementrian luar negeri Belanda masih terus dilakukan "pembicaraan tingkat tinggi supaya bisa menghubungi kedua pria itu". Pertemuan kedua dan terakhir antara utusan kementerian luar negeri Belanda dengan kedua pria itu terjadi tanggal 8 November.

Bungkam
Untuk tidak mengganggu proses diplomatik, pihak keluarga Said bungkam. "Situasinya berubah karena seorang warga Muslim Belanda yang lain, Sabir K. mengatakan bahwa ia disiksa oleh dinas rahasia Pakistan," kata Nooitgedagt.

Sabir K. yang ibunya warga Belanda dan ayahnya keturunan Pakistan-Afghanistan, pernah ditahan di Pakistan karena aksi-aksinya yang anti tentara Amerika di Afghanistan. Sabir K. kini ditahan di Belanda, sambil menunggu diekstradisi ke Amerika.

Warga Muslim Belanda yang mengikuti pelatihan di Afghanistan diikuti dengan cermat oleh dinas rahasia Belanda. Banyak dari mereka diduga, setelah mengikuti pelatihan di sana, selanjutnya mempraktekkan pengalaman mereka di Belanda. Demikian sorotan de Volkskrant.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET