Megapolitan Dunia
Dari Beijing, Mexico City, Kairo dan Nairobi - Radio Nederland menyorot isu lingkungan di kota-kota urban: polusi udara, air minum bersih, populasi berlebih di kota, dan pedesaan yang ditinggalkan.
Hampir 200 negara ambil bagian dalam pertemuan iklim di Cancun, Meksiko. Perundingan digelar untuk mengubah Protokol Kyoto yang berakhir tahun 2012. Pertemuan ini berlangsung dari 29 November - 10 Desember.
Di seluruh dunia, urbanisasi besar-besaran terjadi. Orang-orang pindah ke kota-kota besar, berusaha melarikan diri dari kemiskinan dan kehidupan desa. Ibukota Kenya, Nairobi, salah satu contohnya. Kota urban - yang jadi pusat ekonomi lokal, nasional, dan internasional - ini dianggap banyak orang sebagai ladang hijau untuk mencari nafkah.
Laporan koresponden Michael Kaloki
Tantangan pertama dan paling dasar untuk mereka yang pindah ke kota tersebut adalah mendapatkan tempat tinggal. Kebanyakan dari pendatang tak punya pilihan lain kecuali tinggal di daerah-daerah kumuh yang bisa ditemui di dan di sekitar Nairobi, seperti Kibera, Mathare, dan Mukuru.
Murah
Jasper Onyancha pindah ke ibukota dari salah satu desa di Kenya, berharap mendapatkan hidup yang lebih baik.
"Saya tinggal di Kibera. Saya punya keluarga, tapi mereka masih di desa. Saya pindah ke Nairobi sekitar satu atau satu setengah tahun lalu. Ketika memutuskan datang ke Nairobi, saya tak mengenal wilayah Kibera. Saya datang ke Nairobi karena ingin hidup yang lebih baik. Saya mencoba mencari tempat di mana saya bisa makan. Dan di daerah kumuh Kibera, biaya hidup lebih murah."
Sensus nasional 2009 menunjukkan bahwa negara ini berpopulasi 38.6 juta orang - dan 3.1 juta di antaranya tinggal di Nairobi.
Lingkungan
David Kuria, staf chief executive Ecotact - sebuah organisasi lingkungan hidup di Nairobi - mengatakan, tak diragukan lagi, pertumbuhan populasi Nairobi berakibat besar bagi iklim dan lingkungan negara ini.
"Tingkat pertumbuhan kota-kota di Kenya adalah 8%. Bertambahnya populasi - seperti pada perpindahan orang-orang ke daerah kumuh - meningkatkan konsumsi produk-produk jadi. Akibatnya, berkembanglah industri manufaktur yang menghasilkan emisi berbahaya dan mempengaruhi perubahan iklim."
Pendapat Kuria dibenarkan oleh pengamatan Jasper Onyancha dalam kehidupan sehari-hari di Kibera:
"Mereka yang pindah ke sini adalah orang-orang miskin, makanya mereka tetap tinggal di daerah kumuh macam ini. Mereka punya banyak cara memasak. Selain menggunakan bayu bakar, mereka juga menggunakan peralatan-peralatan lain. Dan sepanjang pengetahuan saya, itu menyebabkan polusi udara dan berakibat besar untuk perubahan iklim."
David Kuria menambahkan, jika orang-orang ingin meningkatkan status ekonomi, mereka akan mulai mengkonsumsi lebih banyak. Dan ini juga berakibat pada perubahan iklim.
"Membeli kendaraan pribadi adalah salah satu cara mengubah status. Karena itulah, permintaan terhadap mobil-mobil bekas yang murah sangat tinggi. Hasil dari emisi mobil ini mempengaruhi lingkungan dan iklim. Sekarang di Nairobi Anda bisa dengan jelas melihat polusi udara yang dihasilkan kendaraan-kendaraan itu."
Hutan
Metropolitan punya efek negatif terhadap daerah-daerah sekitar. Kota makin banyak mengambil air dari wilayah sekelilingnya untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus tumbuh pesat. Penurunan jumlah air di pedesaan mengakibatkan rusaknya hutan.
David Kuria mengatakan, pohon dan hutan sangat penting untuk mengatasi masalah perubahan iklim, namun baru sedikit yang dilakukan untuk memfokuskan perhatian terhadap manfaat tutupan hutan. Dan baru ada sedikit inisiatif nasional mengenai masalah mendesak ini.
Kementrian Keuangan Kenya telah mempresentasikan rencana penyelamatan lingkungan - namun mereka lebih memfokuskan pada jual beli karbon dan perkenalan sistem untuk menjual kredit karbon yang bertujuan mengatasi perubahan iklim pada level internasional.
Ini memang langkah positif untuk menangani perubahan iklim pada level global. Namun, tantangan yang disebabkan populasi besar Nairobi masih harus diselesaikan.














Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.