Agama Islam menganjurkan pemeluknya untuk mencintai alam. Demikian pendapat Hendrik Jan Bakker, ketua Stichting Groene Moslims atau Yayasan Muslim Hijau. Para kritisi Islam seperti Geert Wilders tidak bisa membayangkan, agama samawi terakhir ini ramah lingkungan.
Hendrik Jan Bakker adalah warga Belanda yang sudah cukup lama masuk Islam dan kini menjadi ketua Yayasan Muslim Hijau Belanda.
Kata hijau di sini tidak merujuk warna yang disebut sebagai warna Islam, karena misalnya bendera Arab Saudi warnanya hijau. Tapi hijau ini adalah lambang ramah lingkungan. Jadi muslim hijau adalah sebutan bagi orang Islam yang ramah lingkungan. Hendrik menyamakan gerakannya dengan Greenpeace, tapi tidak "radikal" .
Terisinspirasi ajaran Islam
Menurut Hendrik Jan Bakker ia mendirikan yayasan pencinta alam ini diinspirasi ajaran Islam yang berdasarkan Al Quran dan Hadis.
"Ketika saya membaca Al Quran saya banyak menemukan ayat-ayat tentang alam dan makhluk. Al Quran menyuruh agar semua itu diperlakukan dengan baik dan hati-hati, " katanya kepada Radio Nederland.
Hendrik menambahkan Nabi Muhammad SAW dalam berbagai hadis melarang menebang pohon sembarangan. "Misalnya nabi melarang menebang pohoh-pohon di Mekkah. Nabi juga melarang orang menebang pohon saat berperang."
Kewajiban
Hendrik pun merasa aneh mengapa tidak ada orang Islam di sekitarnya yang sadar akan isu lingkungan hidup. Kenapa hanya orang Belanda dan Eropa yang lebih peduli?
Sejak itu sebagai seorang muslim ia merasa berkewajiban untuk melindungi alam.
Tidak banyak negara muslim yang mempraktekkan ajaran Islam untuk mencintai alam. Namun menurut Hendrik tidak demikian. Misalnya di Libya ada kelompok lingkungan hidup. Dan di Mesir ada Sekem. "Mereka membeli padang pasir yang disulap menjadi lahan subur tanpa menggunakan pupuk buatan dan obat-obat pemberantas hama.
Yayasan
Groene Moslims bukanlah kelompok muslim hijau pertama di Barat. Di Inggris dan Amerika sudah sejak lama ada muslim hijau. Terinspirasi oleh para pencinta alam Islam tersebut, maka Hendrik pun melahirkan gagasan untuk mendirikan Yayasan Muslim Hijau.
Hendrik dan kawan-kawan juga menyorot hewan sembelihan yang sehat. Mereka menilai sangat perlunya hewan itu selama hidupnya diperlakukan dengan baik sesuai dengan tuntutan Islam.
Kebutuhan untuk mendirikan suatu wadah seperti yayasan pun tambah terasa.
"Maka kami merasa perlu mendirikan sebuah organisasi, yayasan, perkumpulan atau apalah namanya," tegasnya kepada Radio Nederland.
Menurut para kritisi Islam seperti Wilders di Belanda, Islam adalah agama terbelakang. "Lihat saja Timur Tengah. Semakin penting peranan Islam, semakin buruk nasib orang di sana, " kata politikus populis kepada Radio Nederland secara terpisah.
Menurut Hendrik pendapat orang-orang seperti Wilders tentu saja tidak benar. Namun ia mengakui muslim belum memberi contoh yang baik. "Sayang sekali. Dalam hal ini, para kritisi Islam itu ada benarnya juga."
Mereka tidak tahu, zaman dahulu kala umat Islam berhasil menunjukkan bahwa Islam menyuruh umatnya mencintai alam. "Contohnya, di masa-masa awal Islam, Arab Saudi dan Suriah mempunyai tradisi menjadikan lahan, padang rumput sebagai kawasan lindung, yang harus diperlakukan dengan baik."
Industrialisasi
Sejak industrialisasi, maka negara-negara Islam seperti Arab Saudi tidak begitu peduli lagi dengan lingkungan hidup. Ini terjadi juga di dunia Barat pada awal proses industrialisasi.
Makanya penting sekali untuk untuk menjelaskan bahwa Islam agama ramah lingkungan, tegas Hendrik.
Terakhir pria Belanda yang suka mengenakan semacam tulban sufi ini mengatakan, bahwa dia dan kawan-kawannya tidak berniat untuk mendirikan partai politik. "Kami hanya mau menjadi gerakan kemasyarakatan, tidak akan menjadi partai. Banyak partai yang membela kepentingan Islam dan lingkungan hidup," katanya kepada Radio Nederland.






















gabung aja dgn greenpeace, ngapain pula bikin grup baru, bawa2 agama pula. jangan2 tar ada gule muslim, sapi muslim, sate islam, kelompok penyayang anjing islam, dan semua organisasi lain, berbagai jenis makanan didunia, berbagai gedung2 pencakar langit di dunia, berbagai sistem politik dan ekonomi di dunia, tinggal tempel kata 'islam' atau 'muslim' dibelakangnya. Organisasi rasis ya begini, mau bikin ormas islam atau organisasi sosial bung? lebih mirip geng preman. Di franchise aja kata 'islam' dan 'muslim' sekalian, supaya lebih banyak duit mengalir.
Salut buat Mas Hendrik dkk di Belanda yang peduli dengan lingkungan dan Islam. Semoga sukses dan turut berperan dalam menjadikan Bumi yang lebih hijau. BarakaAllah
Mengenai lingkungan alam dan kelestarian alam, memang biasanya dikaitkan dengan air bersih, tumbuh2an hijau serta udara bersih.
Tentunya di gurun pasir juga terdapat sumber air dan otomatis banyak tanaman juga disekitarnya, semisal di oase.
Kalau diingat sejarah expansi Islam tahun2 700 san dari startnya Mekka dan Medinah, ke arah Barat sekitar sampai di Pyrenia (batas utara Spanyol dan Perancis, tempat tour de France) tentu pasukan2 Allah ini mempunyai system logistik yang hebat. Disamping senjata, bahan pangan harus cukup.
Pasukan2nya menggunakan kuda2 Arab yang larinya kencang bagai angin dan tangguh. Bahkan mereka berhasil menduduki Yerusalem ratusan tahun lamanya.
Melakukan breeding/peternakan Kuda tangguh ini memerlukan keahlian tersendiri. Juga breeding Unta Balap sangat maju di zasirah Arabia.
Tentunya kuda2 ini memerlukan makanan hijauan sebagai pakan dasar dan makanan penguat lainnya.. Yang menjadi pertanyaan, apakah di daerah Arab itu hanya berupa pasir (seperti yang kita lihat di film2) tanpa tumbuh2an hijau, atau disana pun juga cukup tersedia tumbuh2an hijau serta pepohonan Mungkin ini yang dimaksud, agar Islam sekarang juga harus memelihara HIJAUnya ALAM ini. Tumbuh2an pepohonan tentunya pohon minyak jaitun, di Arab pasti ada, kurma, eiken dan sebagainya. Sebab Oase ini ber macam2 jenisnya. Di Padang pasir itu tidak semuanya pasir isinya. Saya kira legitim, jika Ulama Belanda ini mengatakan Muslim Hijau, pelihara Lingkungan Hidup..
Didalam Qur'an Suci termuat surat-surat yang antara lain membicarakan tentang alam ada Surat An-Nahl ( membicarakan tentang lebah/tawon), surat An-Najm ( membicarakan tentang bintang/lintang), surat Al-Qamar ( membicarakan tentang bulan/rembulan, surat An-Nur (membicarakan tentang cahaya) dan masih banyak lagi, ini membuktikan bahwa keseimbangan alam semesta sudah diajarkan, hanya bagaimana manusianya untuk menjalankan perintahNYA.
Buktikan dong perkataan nabi yang benar dan kaitkan dengan tindakan nabi serta umat islam semasa dia siarkan islam sampai saat ini dalam hal menjaga pohon-pohon atau hutan dan lingkungan alam sekitarnya. Kalo cuma bilang ada ayat-ayat yang membicarakan tentang alam maka apa tindakan nabi yang nyata yang selama ini dilakukan oleh umat islam bagi umat manusia...sekali lagi taqiya banget sich
Bisanya hanya berhalusinasi, memuja2 masa lampau, tapi dalam kehidupan nyata sangatlah berbeda, ritual2 lebih dipentingkan daripada berkarya nyata.
Ah masa sich urusan mencintai alam ada dalam alquran dan hadith??? Wah taqiya lagi ini orang belanda yang dibohongi oleh ajaran 1400 tahun lalu. Khan waktu itu nabi memerintahkan untuk tidak menebang pohon karena pohon apa yang mau ditebang di padang pasir? Oh pohon kurma kali...Sekali lagi kalo bohong (taqiya) memang Islam jagonya....Bicara mengenai negeri kafir barat dan Amerika maka itu karena ilmu pengetahuan serta ajaran kafir mereka memang sudah dari sononya bilang begitu.
Aku sesungguhnya malu bangat sebagai orang Islam. Apa sih itu agama hijau? Bin laden bilang semua yang bukan islam itu kafir kata nabi saw dalam Quran. Sekarang, muncul lagi satu yang baru dari Belanda dan katakan bahwa nabi menganjurkan agar memelihara pohon dan hutan. Dimanakah hutan bakau yang pernah nabi saksikan? Apakah nabi pernah ke Amasone atau Papua dan Australia? Kalau ceritra begini, sebaiknya aku tetap saja atheis dari percaya omongan dongeng sebegini. Dimasa kedewasaan nabi itu, terbanyak dilubang batu dan selalu kesurupan, bagaimana dia bisa tau tentang pohon rindang? Apakah dia pernah lihat pohon GOLKAR? Ini Belanda satu ini, sembarangan omong saja. Sebaiknya kembali jadi ATHEIS menner.
ya saya rasa semua benar,mungkin ada baiknya kita saling memperingati jika ada yang melakukan kesalahan,toh apa yang dilakukan oleh manusia yang tidak peduli dengan lingkungan akan membuat dia sendiri yang menanggung akibatnya, mungkin ada baiknya kita saling berbagi kepedulian ini.
Memang ia, kalo kita jalan darat melewati hutan,di Sumatera umpamanya, kanan kiri jalan masih terlihat rimbun, tapi kalo lewat udara akan kelihatan hutan yang pada botak berpetak-petak, rupanya dibalik kerimbunan menyimpan kebotakan ? Mudah-mudahan hutan yang botak dapat ditanami lagi,,,,
Kenapa hanya orang Belanda dan Eropa yang lebih peduli? di negara2 eropa hutannya banyak yang di babat habis,indonesia yang luas daratan 30%(laut 70%)dan jumlah penduduk lebih dari 200juta hutannya masih luas,kalaupun ada yang rusak itu hanya di beberapa titik saja tapi di besar-besarkan oleh eropa....semut di seberang lautan nampak jelas tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan...,kedelai vs sawit
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.