Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Amsterdam, Belanda
Amsterdam, Belanda

Mereka yang Senasib dengan Anne Frank

Diterbitkan : 11 Februari 2012 - 9:44am | Oleh Johan van der Tol (Foto: S. De Vries)
Diarsip dalam:

Hampir 18 ribu anak dideportasi dari Belanda. Mereka dibunuh di kamp-kamp pemusnahan Nazi semasa Perang Dunia II. Untuk pertama kalinya kita bisa melihat wajah mereka melalui foto yang dimuat dalam buku garapan Guus Luijters dan Aline Pennewaard.
 
Dari 5 Juli 1942 sampai 13 September 1944, sebanyak 17.964 anak dikirim Nazi ke kamar gas Auschwitz dan Sobibor. Mereka terdiri dari 17.841 orang Yahudi dan 123 orang Roma dan Sinti, semua berusia lebih muda dari 18 tahun.
 
Angka korban di atas terdengar dingin, abstrak. Guus Luijters, penulis buku, bersama dengan Aline Pennewaard, peneliti, menginginkan agar anak-anak ini diberi nama. Mereka menelusuri identitas korban yang diangkut dengan kereta api dari Kamp Westerbork di Drenthe.
 
Saat itu, dibutuhkan 102 kali pengangkutan kereta api. 
 
Foto
Hasil penelusuran yang memakan waktu bertahun-tahun ini dituangkan dalam sebuah buku berjudul "In Memoriam, Anak-anak Yahudi, Roma dan Sinti yang Dideportasi dan Dibunuh, 1942-1945" (In Memoriam, de deporteerde en vermoorde Joodse, Roma en Sinti- kinderen, 1942-1945).
 
Foto dari 2.900 korban berhasil mereka kumpulkan. Anggota keluarga yang selamat dari perang, teman dan tetangga dari para korban menjawab permintaan penulis buku untuk mengirimkan foto-foto kenangan para korban.
 
Dari campuran foto kelas, keluarga dan pasfoto yang terkumpul, anak-anak kelihatan riang menatap ke lensa.
 
Memang buku tersebut kelihatan kelabu, buku berisikan daftar nama, alamat, data kelahiran dan kematian serta foto-foto para korban. Tapi justru hal itu disengaja: "Buku ini ada bukan untuk dibaca, tapi supaya buku ini ada," kata Luijters.
 
Pameran
Arsip Kota Amsterdam menggelar pameran In Memoriam. Sebuah meja panjang untuk memamerkan 2.900 foto para korban menjadi pusat pameran. Pada dinding kaca terpampang 18.000 nama anak-anak yang menjadi korban pembunuhan.
 
Selain itu, pameran juga mengangkat kisah mengenai lima belas anak-anak Amsterdam, dalam bentuk barang-barang pribadi. Misalnya buku harian, foto keluarga, gambar-gambar, laporan sekolah, surat dan album puisi.
 
In Memoriam adalah sebuah monumen untuk mengenang 17.964 anak yang dibunuh secara anonim. Dan sekarang mereka mendapatkan nama mereka kembali, mulai dari Anny Aa sampai Abraham van der Zyl.

  • Abram (Appie) van Coevorden, 1928 – 1943, Sobibor.<br>&copy; Foto: A. Meijer  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Silvia Juliette Basch (l.), 16-09-1933 – 17-09-1943, Auschwitz.<br>&copy; Foto: E. Raterink  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Julius Asser Egger (tengah), 10-02-1925 – 30-09-1942, Auschwitz.<br>&copy; Foto: H. Petter-Egger  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Heinz Felix Geiringer, 12-07-1926 - 10-05-1945.<br>&copy; Foto: E. Schloss-Geiringer  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Hijman (Hansje) de Leeuw, 14-06-1938 – 21-05-1943, Sobibor. <br>&copy; Foto: Ch. Walvisch  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Kitty Hes (l.), 12-09-1935, dan Henriëtte (Jetty) Hes (r), 19-03-1937<br>&copy; Foto: Y van der Smagt-Hes  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Henriette Renée (Renéetje) Landau, 24-11-1938 - 14-10-1944, Auschwitz<br>&copy; Foto: P van Clef-Joachimsthal  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • David Müller (bawah,sebelah kanan), 06-11-1925 – 09-09-1942, Auschwitz.<br>&copy; Foto: J. Schweppe   - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Izak Michel Max Rosenbaum, 19-01-1943 – 02-04-1943, Sobibor.<br>&copy; Foto: B. Kazin-Rosenbaum  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Karien Eliza Sajet (bersama ibunya), 06-10-1939 – 11-02-1944, Auschwitz.<br>&copy; Foto: D. Sajet  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html
  • Elisabeth (Liesje) Tertaas (memegang boneka), 09-06-1928 - 04-06-1943, Sobibor<br>&copy; Foto: H. Oort  - http://stadsarchief.amsterdam.nl/stadsarchief/praktische_informatie/persinformatie/index.nl.html

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET