Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Enter a description of the photo here
Avatar Bari Muchtar
Map
Den Haag, Belanda
Den Haag, Belanda

Menikmati Budaya Sumut Sambil Menyumbang

Diterbitkan : 30 November 2009 - 4:55pm | Oleh Bari Muchtar
Diarsip dalam:

Ahad malam 29 November Kedutaan Besar Republik Indonesia, KBRI, di Den Haag menggelar malam budaya Sumatra Utara di Museon. Tujuannya menghimpun dana untuk membantu para korban gempa di Sumatra Barat.

Pertemuan malam itu berlangsung dalam tiga bahasa Indonesia, Belanda dan Inggris. Seperti biasanya, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda JE Habibie pertama-tama diminta dulu untuk menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya ia menjelaskan betapa beratnya kerusakan di Sumatra Barat.

Berbagai budaya
Menurut JE Habibie: "Jumlah korban jiwa dan orang terluka luar biasa banyaknya. Hampir 85 persen rumah dan sekolah, rumah sakit, rumah penduduk, hotel runtuh. Dan banyak fasilitas umum rusak terutama di Padang." Dubes Habibie juga menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki berbagai budaya Batak dan Melayu.

Pengumpulan dana dilakukan dengan berbagai cara. Selain bisa memasukkan uang di kotak donasi yang telah tersedia, para hadirin juga bisa ikut lelang sarung songket Sumatra. Sumbangan yang paling menonjol datang dari masjid Al Hikmah dan Yayasan Veteran. Masjid di kota Den Haag ini menyumbang seribu euro. Hadirin pun bertepuk tangan.

Tak lama kemudian tepuk tangan menggemuru lagi ketika yayasan Harapan Jaya memberikan sumbangan sebanyak 5000 euro. Sumbangan ini untuk membangun sebuah sekolah di Padang. Selain musik rombongan kesenian dari Sumatra Utara di bawah pimpinan Ibu Fatimah Habibie Syamsul Arifin, istri gubernur provinsi itu, menampilkan berbagai tarian.

Semua berhubungan
Seusai pagelaran istri gubernur menjelaskan motifnya menggelar malam dana untuk Sumatra Barat ini.

Fatimah Habibie Syamsul Arifin: Semua berhubungan, mulai dari Aceh sampai ke Sumatra Selatan itu tidak terputus. Itu semua punya nilai-nilai sejarah tertentu. Jadi memang kita sebagai bangsa Indonesia harus terpanggil apabila saudara kita terkena musibah. Dan kita selalu mendukung dan memberi semangat. Juga kita mengharapkan seluruh masyarakat, khususnya di Belanda ini yang orang Indonesia, untuk yah, sama-samalah kita memperhatikan dan membuka hati kita untuk saudara-saudara kita di Indonesia yang terkena musibah.

Radio Nederland [RNW]: Terus kesannya bagaimana bu, setelah selesai ini, melihat yang hadir? Bagaimana rasanya? Bangga, puas membawa rombongan dari Sumatra Utara?

FHSA: Yang sudah pasti ya bangga, dan saya merasa terharu juga, karena masyarakat di sini juga sangat antusias ya, memberikan sumbangan. Kemudian mereka juga begitu bergembira mengikuti semua kesenian-kesenian yang kita pertunjukkan dan saya harap ini tidak untuk yang terakhir kami datang.

Masih jauh
Sebagai pengundang Dubes Luar Biasa Untuk Kerajaan Belanda JE Habibie sangat puas dengan pelaksanaan malam dana itu.

JE Habibie: Kita lihat Sumatra Utara datang memberikan satu tim kesenian untuk Sumatra Barat. Itu yang penting sekali. Apa yang ada di sini, ada dua yayasan yang memberi sumbangan. Satu yayasan memberi sumbangan lima ribu dan yayasan veteran. Saya senang sekali. Dan saya ingin sekolah itu jadi. Tapi kita akan jalan terus cari uang. Itu sekolah hancur sama sekali.

RNW: Kalau begitu masih perlu banyak uang lagi ya pak?

JEH: Ya, saya butuhkan banyak. Masih jauh. Tapi kita cari.

Walhasil bukan hanya dubes saja yang puas, tapi juga publik. Mereka menikmati sajian dari Sumatra Utara itu sambil menyumbang untuk korban gempa di Sumatra Barat.

Laporan selengkapnya bisa didengar dengan mengklik ujung tanda panah berikut:

  • ©
  • ©
  • ©
  • ©
  • ©

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET