Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Mengapa Van der Maarel dan Lilipaly Tidak Datang?
Avatar tanjung
Map
Utrecht, Belanda
Utrecht, Belanda

Mengapa Van der Maarel dan Lilipaly Tidak Datang?

Diterbitkan : 14 Januari 2011 - 9:54pm | Oleh Eka Tanjung (www.rnw.nl)
Diarsip dalam:

Seberapapun besarnya harapan PSSI mendatangkan tiga bintang bola blasteran Indonesia Belanda untuk seleksi Sea Games 2011, mereka tidak akan muncul 15 Januari ini.

Berbagai media Indonesia mengutip Iman Arif, deputi Bidang Teknis BTN yang berjanji mendatangkan Mark van der Maarel dan Stefano Lilipaly duo FC Utrecht yang sangat berbakat itu. Bahkan disebutkan PSSI juga gagal mendatangkan Oliver Rifai defender muda Jong AZ Alkmaar.

Radio Nederland (RNW) menemukan alasan penolakan itu. Selain karena sedang  mengikuti pekan latihan di Portugal antara 10 - 15 Januari, masih ada alasan pribadi juga.
 
Alasan
Mark van der Maarel merupakan defender cerdik yang mulai dibutuhkan di lini pertahanan kanan tim utama FC Utrecht. Kepada RNW, pemain kelahiran Arnhem, 12 Agustus 1989 itu mengatakan tidak tertarik memperkuat timnas Indonesia. Walaupun ibunya lahir di Indonesia tapi untuk saat ini dia fokus penuh ke FC Utrecht. Dia sudah sering kali dihubungi berbagai kalangan dari Indonesia dan jawabannya tidak pernah berubah.
 
"Sering saya menerima SMS dan juga pesan di inbox Facebook tentang timnas ini. Awalnya saya jawab, tapi lama-lama tidak saya tanggapi. Saya cuekin aja," demikian Mark van der Maarel.
 

Paspor Hilang
Kepada RNW, Van der Maarel ingin memberikan kejelasan bahwa untuk saat ini dia tidak tertarik memperkuat timnas Indonesia. Apalagi dia menyadari, paspor Belandanya bisa hangus.

Stefano Lilipaly, juga tidak bisa memenuhi undangan PSSI untuk seleksi putaran ketiga timnas U-23 yang akan dipersiapkan ke SEA Games di Palembang 2011 ini. Tapi Stefano lebih terbuka soal kemungkinan memperkuat timnas Indonesia.

Lilipaly Terbuka
Walaupun pernah berpikir serius memenuhi undangan Iman Arif, namun perkembangan terbaru di FC Utrecht membuatnya mengurungkan niatnya ke Indonesia. "Paling tidak untuk sekarang ini," tulisnya di pesan singkat ke RNW.

Pemain tengah kelahiran 10 Januari 1990 itu tidak mengira akan terpilih menjadi salah satu dari empat pemain tim junior FC Utrecht yang dibawa ke Portugal mengikuti berbagai laga lawan klub-klub Eropa. Padahal dia baru saja pulih dari cedera jari kaki.

FC Utrecht Penting
Undangan ini bisa diartikan sebagai kepercayaan pelatih Ton du Chartinier dan asisten Jan Wouters kepada pemain keturunan Maluku Belanda itu. Peluang untuk dipasang di tim utama FC Utrecht mulai terbuka lebar baginya. "Untuk sementara saya akan konsentrasi dulu masuk tim utama. Saya pasti akan memperkuat timnas Indonesia, tapi tidak dalam waktu dekat," ungkap dirigen lapangan tengah, yang oleh media Indonesia dibombardir sebagai tipe Iniesta (bintang tengah FC Barcelona red.)

Terkait:

 

Nasib Irfan
Tidak jelas apakah kisruh di dunia sepakbola Indonesia berpengaruh terhadap keputusan tidak memenuhi undangan. Pastinya, baik Mark van der Maarel maupun Stefano Lilipaly juga mendengar suasana tidak sedap pada tubuh PSSI. Sebagai pemain FC Utrecht mereka kenal baik dengan Irfan Bachdim. Mereka menyayangkan situasi yang menimpa Irfan, dicoret dari timnas padahal tidak melakukan tindak kriminal. Rasa nasionalis dan kebangsaan yang harus mengalah demi kepentingan politik dan golongan.

Intinya tanggal 15 Januari ini, banyak penumpang dari Belanda yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, kecuali Mark van der Maarel dan Stefano Lilipaly.

Diskusi

Ompit 21 Januari 2011 - 9:13am

Saya sangat menghargai kecintaan Ifran Bachdim terhadap timnas.Bagi saya itu sangat luar biasa.Lilipaly? meski tidak memiliki orientasi ke Garuda sebesar Irfan,dia layak kita harapkan untuk suatu saat berkostum Merah-Putih. Untuk van de Maarel, yah (membaca tulisan ini) kita tidak boleh berharap sama-sekali...:-)Tapi kalau akhirnya masuk timnas, ya kita terima saja dengan tangan terbuka. Gak perlu repot-repot. Bermutu atau tidak bermutu skuad timnas Indonesia, Garuda tetap di dadaku.Dukung Timnas sampai mampus..hehe

Mj 18 Januari 2011 - 10:43am / Indonesia

Betul..betul..betul..
Ntr ja bela ina lok sek jahanam nurdin brkuasa d indonesia..
Lok dah lengser br dagh gabungan! Sy yakin ina bs masuk World cup..d dinasti baru yg elegan gak korup n mentingi kep golonganx ja..
Viva..ina

user avatar
tanjung 19 Januari 2011 - 8:39am / Hilversum Belanda
Suara mendesak Nurdin Halid turun, kian lantang saja kedengarannya. Walaupun hanya sebatas suara di dunia maya saja tapi bisa disimpulkan masyarakat tidak puas dengan situasi sekarang. Mereka melihatnya sebagai kesalahan ketua umum PSSI. Sebanarnya kita tetap harus menggunakan mekanisme yang ada lewat pemilihan. Bukan dengan cara paksa.
sumartono 17 Januari 2011 - 7:04am / Indonesia

Saya optimis Irfan bisa membela Timnas Indonesia lagi setidaknya setelah Nurdin Halid lengser. Masalah Lilipaly saya sangat mendukung sikapnya untuk mengutamakan klubnya, karena membela Indonesia bisa kapan saja. Lagipula di Indonesia saat ini mungkin banyak talenta-talenta muda yang tidak kalah kualitasnya hanya tinggal menunggu waktunya saja seperti contoh Syamsir Alam.

Masalah Van der Maarel...he..he.. jangan dipaksa kalau memang tidak mau. Bravo Sepak Bola Indonesia!

user avatar
tanjung 19 Januari 2011 - 8:33am / Hilversum Belanda

Kasus Irfan, Stefano Lilipaly dan Mark itu khas cara pikir pembola di Eropa. Mereka merasa bisa berprestasi maksimal kalau hati juga nyaman. Rasa itu dipengaruhi faktor pelatih, rekan satu team dan penonton. Dan tentu saja mereka adalah profesional, seperti layaknya pegawai swasta. Kerja keras dan utamanya meningkatkan SDM demi meningkatkan harga jual. Soal main di timnas itu ada diurutan berikutnya.

juan caque 16 Januari 2011 - 8:04pm / indonesia

hidup nurdin!! Makan tuh duit haram 720 milyar pertahun slama 8 tahun bapak berkuasa..Setan memberkahi Anda..:P:P

user avatar
tanjung 19 Januari 2011 - 8:30am / Hilversum Belanda
Soal korupsi Mr. Nurdin aku juga pernah basa, tapi gak punya buktinya. Jadi tidak mau berkomentar. Yang pasti PSSI harus berubah menjadi lebih baik.
jerry 19 Januari 2011 - 11:38am / indo

nurdin halid suda 2x masuk penjara,buktinya yg sangat jelas dia itu penjahat..teori nya memang lewat mekanisme,tp disini money politik berbicara,presiden sby saja tidak berani mengusik krn di belakang nurdin halid ada orang kuat.. itulah maka nya arifin panigoro mendirikan LPI , bukan mencalonkan diri menjadi ketua pssi, krn analogi nya hal yg mustahil menyembuhkan penderita kanker stadium akhir

irvan 16 Januari 2011 - 10:24am / indonesia

sekali lagi,artikel yang luar biasa..hidup negara birokrasi kecamatan..mempersulit yang mudah

user avatar
tanjung 19 Januari 2011 - 8:28am / Hilversum Belanda

Terima kasih Irvan,
Ungkapan Anda pas banget "Jangan mempersulit yang mudah."

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET