Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Edwin Koopman
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Mending Dibui di Kuba Daripada Bebas di Spanyol

Diterbitkan : 9 Agustus 2011 - 5:22pm | Oleh Edwin Koopman (Foto: Edwin Koopman)
Diarsip dalam:

Kebebasan terasa pahit bagi 40 orang pembangkang Kuba di Spanyol. Tepat satu tahun lalu, mereka mendapat suaka politik, tapi tak ada peluang kerja maupun masa depan di Spanyol. Ditilik lebih jauh, beberapa bahkan lebih memilih tetap berada di penjara Kuba.

40 disiden Kuba tersebut termasuk dalam Kelompok 75: terdiri dari penulis, wartawan dan aktivis yang ditangkap Maret 2003 dan dijatuhi hukuman puluhan tahun. Salah satunya adalah Miguel Galbán. Wartawan berusia 46 tahun ini sekarang tinggal di tempat penampungan Palang Merah, dengan keponakan laki-laki dan tetangganya.

Sesal Kemudian
"Sudah satu tahun lewat, tapi surat-surat saya belum beres juga," kata Galbán. "Saya tidak bisa beli mobil, atau melamar kerja." Dia dibelikan makanan dan diberi tunjangan 50 euro setiap bulannya. "Penjara memang mengerikan, tapi kehidupan jauh lebih keras di Spanyol. Saya menyesal sekali mengambil jalan ini."

Miguel Galbán divonis 26 tahun penjara di Kuba karena sepak terjangnya sebagai jurnalis independen. Dia bebas bulan September 2010. Galbán termasuk dalam kelompok para pembangkang yang terakhir datang ke Spanyol tahun lalu. Saat negara sedang mengalami krisis ekonomi serius dan tingkat pengangguran lebih dari 20 persen.

Tetap Bersyukur
Ricardo Gonzalez juga termasuk dalam kelompok ini. Namun penulis dan wartawan 61 tahun ini senang-senang saja. Dia ditahan lebih dari tujuh tahun dan dibebaskan setelah diadakan mediasi oleh Gereja Katolik, dengan syarat dia meninggalkan Kuba. Sekarang dia tinggal bersama istri dan anaknya di apartemen super kecil dengan dua kamar di pinggiran Madrid.

Tunjangan sejumlah 1200 euro perbulan hanya ngepas untuk sewa dan biaya hidup. TV saya sudah usang dan cuma ada kipas angin untuk menyejukkan ruangan. "Tapi Spanyol mencukupi semua dengan uang pajak mereka," kata Gonzalez. "Banyak penduduk Spanyol lain yang hanya bisa bermimpi untuk dapat apartemen seperti ini."

Saling Dukung
Estrella Galán dari Komite Spanyol untuk Bantuan Para Pengungsi, CEAR mengakui adanya masalah, tetapi tidak melihat alasan kenapa pengungsi Kuba harus mengeluh."Biasanya Anda harus menunggu setidaknya 2-3 tahun status pengungsi. Mereka tidak sampai setengahnya."

Yang pasti, katanya, ini sama sekali bukan kesalahan pemerintah Spanyol. "Justru kelompok Kuba ini mendapatkan dukungan penuh. Pemerintah sudah bersusah payah dan mengeluarkan jumlah yang tidak sedikit untuk mengintegrasikan mereka. "Tapi krisis memang mempengaruhi semua orang, dari manapun asalnya."

Mending Amerika
Sementara itu, kesabaran beberapa disiden makin tipis. Mereka melihat penuh harap ke arah Amerika Serikat, di mana banyak disiden Kuba berada. 12 dari 40 orang sudah berangkat duluan. Koper Pablo Pacheco, wartawan lain yang mendekam di bui lebih dari tujuh tahun, juga sudah siap.

"Istri saya dokter. Sampai sekarang diplomanya masih belum diakui juga," ketus Pacheco. "Di Spanyol saya memang menemukan apa yang hilang dari Kuba: kebebasan dan perdamaian. Tetapi kami tidak bisa hidup seperti ini." Rabu ini dia akan berangkat ke tempat saudara laki-lakinya di Florida. "Untuk akhirnya membangun kehidupan baru di sana setelah semua kesusahan ini."
 

Terbaru

Sering dikunjungi

Ahmad Taufik bersama Xanana Gusmão di penjara Cipinang

Gerilyawan Serem dan Tapol Orde Baru

Orde Baru lahir sebagai rezim tapol. Begitu berkuasa, rezim otoriter ini sudah memenjara orang, bukan karena...
Hands Behind Prison Bars

Mereka Bukan Penjahat: Mengenang Tapol Orde Baru

Di zaman Orde Baru dulu, penjara Indonesia disarati tahanan politik, kalangan yang dipenjara karena keyakinan...

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET