Maumere ramai dengan pesta Sambut Baru. Acara syukuran untuk anak-anak yang mulai serius menjalankan ibadah katoliknya. Seperti dilaporkan Alex dari Sonia FM Flores.
Pesta Sambut Baru dalam tradisi Katolik Roma adalah pesta komuni pertama. Semacam perayaan untuk setiap anak yang sudah memasuki usia 11-12 tahun atau kelas 5 SD, yang kali pertama menerima komuni di gereja.
Kerukunan Beragama
Ketika keluarga Katolik Maumere memiliki anak yang mendapat Sakramen Ekaristi, maka mereka melakukan sukuran. Mengundang tetangga, kerabat dan teman-teman yang Katolik maupun agama lain, kata Alex.
Menurut Alex, baru-baru ini masyarakat Maumere memanfaatkan kesempatan Lebaran dan Sambut Baru untuk mendekatkan diri antar umat beragama. "Pada Idul Fitri kemarin banyak umat Katolik Maumera mengunjungi umat muslim dan mengucapkan selamat Idul Fitri. Sekarang di saat Sambut Baru banyak umat muslim yang memberi selamat pada keluarga yang merayakan pesta Sambut Baru."
30 Juta
Peristiwa ini biasanya diwarnai dengan pesta syukuran keluarga sampai beberapa hari. Seperti halnya ritual sunatan atau pernikahan kecil-kecilan. Ada musik, rumah yang dihias dan dipasang tenda di depan rumah. "Ukuran pesta tergantung dari kemampuan ekonomi orang tua." Kata Alex.
Menurut Alex, untuk keluarga yang tidak punya ternak biasanya mengeluarkan dana antara 20 sampai 30 juta rupiah untuk pesta Sambut Baru termasuk untuk membeli hewan potong. "Kalau punya peliharaan, ternak ayam, babi atau sapi maka pengeluarannya berkisar 5 juta rupiah saja. Hanya untuk beras, kopi, gula, rokok dan sebagainya. Hewannya sembelih sendiri."
Tak Diundang
Pesta ini biasanya mengundang tetangga, keluarga dan kenalan. "Tapi tidak tertutup kemungkinan ada tamu 'tak diundang' yang juga muncul. Tidak mungkin ditolak, ya udah biasanya diterima saja. Karena ini syukuran."
Imbauan Sederhana
Pastor biasanya mengimbau masyarakat yang melakukan pesta Sambut Baru agar tertib, damai dan tidak berlebihan. "Kepada keluarga yang kurang mampu, pihak gereja biasanya mengimbau agar uangnya ditabung untuk biaya sekolah anak, atau masa depannya.






















Masyarakat tidak akan makmur kalau pesta sambut baru terus digelar. Cobalah pemerintah berinisiatif untuk memberi pengertian kepada masyarakatnya bahwa pesta yg besar2an hanya akan membuat miskin dan memberi beban hidup. Pihak Gereja pun mesti tegas dalam menyersukan tentang hal ini...antisipasilah supaya jangan terjadi kemelaratan yg brkepanjangnan akibat pesta sambut baru yang besar2an ...
Fenomena pesta sambut baru di Maumere sudah merupakan sebuah tradisi. akan tetapi hal ini di lain sisi membawa dampak negatif bagi masyarakat, maksudnya bahwa dengan menggelar pesta sambut baru secara besar2an, orang butuh biaya yang tidak sedikit, biaya yang besar itu sebagian besar diperoleh dari pinjaman, jika setelah perayaan pesta, orang akan berusaha untuk mencari uang demi pelunasan hutang. hal ini berakibat pada ketidaksejahteraan rakyat...
Pesta sukuran memang perlu untuk mempersatukan keluarga. Namun sering mendatangkan kecemasan dan penderitaan bagi banyak keluarga. Sering pesta diadakan karena harga diri, dan bukan karena kebutuhan. Pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan. Banyak keluarga yang harus meminjam uang untuk adakan pesta. Karena itu butuh kesadaran akan makna upacara syukuran dan makna kekeluargaan tanpa membebani keluarga.
jadi keingat waktu kecil dulu..... saat komuni pertama.... kangen masa kecillll
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.