Ribuan orang berkumpul di ibukota Nepal, Kathmandu, memberi penghormatan terakhir pada mendiang Perdana Menteri, Girija Prasad Koirala, yang meninggal dunia Sabtu lalu, pada usia 85 tahun.
Pada tahun 2006, mendiang berhasil membuat kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak Maois, dan dengan demikian mengakhiri perang saudara yang telah berkecamuk selama sepuluh tahun.
Selanjutnya, kelompok Maois ikut duduk dalam pemerintahan. Hingga akhir hayatnya, mendiang terus ikut campur dalam proses perdamaian, yang belum sepenuhnya tuntas.
Sejak kejatuhan kabinet pada tahun 2009, Nepal berusaha menyusun konstitusi baru.
Mantan Perdana Menteri Girija Prasad Koirala sudah lama menderita sakit. Jenazahnya akan diperabukan di sebuah candi Hindu di Kathmandu. Diperkirakan, ratusan ribu orang akan menghadiri upacara perabuan tersebut.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.