Di sungai-sungai besar seperti Yangtze, Gangga, Mekong, Indus dan Amazon, makin jarang lumba-lumba air tawar. Ini berita buruk, karena menurut WWF, lumba-lumba air tawar bisa jadi barometer kualitas air sungai.
"Sungai adalah habitat penting bagi lumba-lumba air tawar. Jumlah mereka menurun drastis akibat polusi air yang makin parah. Sungai dan permukaannya juga merupakan habitat hidup ratusan juta orang. Jadi kesehatan mereka juga terancam," kata pelindung lingkungan Belanda Esther Blom.
Sedunia
Kekhawatirannya mengenai habitat lumba-lumba air tawar menghasilkan penelitian yang dilakukan WWF di seluruh dunia. Selama World Water Week di Stockholm Blom mempresentasikan penemuan mereka:
"Biasanya lumba-lumba besar di laut yang terkenal. Mereka sering sekali ikut berenang dengan kapal-kapal di laut. Sedangkan lumba-lumba kecil yang hidup di sungai air tawar kurang dikenal. Kadang mereka hidup sungai-sungai, jauh di daratan. Selama penelitian di sungai Gangga, saya bahkan sempat berenang bersama mereka," kisah Blom.
Ancaman
Lumba-lumba air tawar terancam berbagai hal: penangkapan ikan berlebihan, polusi akibat bahan kimia dari pertanian dan industri yang membuang limbah mereka ke sungai. Makin banyak air sungai digunakan untuk pertanian dan industri, demikian laporan WWF.
Di sungai Yangtze Cina satu jenis lumba-lumba sudah punah. Bendungan dan proyek air lainnya mengancam lumba-lumba di sungai Gangga India: "Lumba-lumba tersebut terpisah dari pasangan dan habitatnya," terang Blom.
Anjing Laut
Sejak beberapa tahun lalu, sejenis lumba-lumba kembali di Oosterschelde, Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air di sungai-sungai setempat membaik. Tidak hanya lumba-lumba, anjing laut juga jadi simbol kampanye melawan polusi air, terutama di Laut Wadden. Sekarang WWF memperkenalkan lumba-lumba sebagai barometer kebersihan air sungai. Dengan cara itu, WWF meneruskan kampanye pelestarian alamnya.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.