Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Lumba-lumba Air Tawar Terancam Punah

Diterbitkan : 7 September 2010 - 3:01pm | Oleh Iede de Vries (© RNW)
Diarsip dalam:

Di sungai-sungai besar seperti Yangtze, Gangga, Mekong, Indus dan Amazon, makin jarang lumba-lumba air tawar. Ini berita buruk, karena menurut WWF, lumba-lumba air tawar bisa jadi barometer kualitas air sungai.

"Sungai adalah habitat penting bagi lumba-lumba air tawar. Jumlah mereka menurun drastis akibat polusi air yang makin parah. Sungai dan permukaannya juga merupakan habitat hidup ratusan juta orang. Jadi kesehatan mereka juga terancam," kata pelindung lingkungan Belanda Esther Blom.

Sedunia
Kekhawatirannya mengenai habitat lumba-lumba air tawar menghasilkan penelitian yang dilakukan WWF di seluruh dunia. Selama World Water Week di Stockholm Blom mempresentasikan penemuan mereka:

"Biasanya lumba-lumba besar di laut yang terkenal. Mereka sering sekali ikut berenang dengan kapal-kapal di laut. Sedangkan lumba-lumba kecil yang hidup di sungai air tawar kurang dikenal. Kadang mereka hidup sungai-sungai, jauh di daratan. Selama penelitian di sungai Gangga, saya bahkan sempat berenang bersama mereka,"
kisah Blom.

Ancaman
Lumba-lumba air tawar terancam berbagai hal: penangkapan ikan berlebihan, polusi akibat bahan kimia dari pertanian dan industri yang membuang limbah mereka ke sungai. Makin banyak air sungai digunakan untuk pertanian dan industri, demikian laporan WWF.

Di sungai Yangtze Cina satu jenis lumba-lumba sudah punah. Bendungan dan proyek air lainnya mengancam lumba-lumba di sungai Gangga India: "Lumba-lumba tersebut terpisah dari pasangan dan habitatnya," terang Blom.

Anjing Laut
Sejak beberapa tahun lalu, sejenis lumba-lumba kembali di Oosterschelde, Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air di sungai-sungai setempat membaik. Tidak hanya lumba-lumba, anjing laut juga jadi simbol kampanye melawan polusi air, terutama di Laut Wadden. Sekarang WWF memperkenalkan lumba-lumba sebagai barometer kebersihan air sungai. Dengan cara itu, WWF meneruskan kampanye pelestarian alamnya.

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET