Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Amsterdam, Belanda
Amsterdam, Belanda

LSM, Jangan Kebanyakan Ceramah

Diterbitkan : 29 September 2011 - 10:58am | Oleh Maike Winters (Foto: RNW)
Diarsip dalam:

"Kami tidak butuh orang yang hanya berceramah bagaimana kami harus membangun negara kami. Kami butuh perusahaan yang mau berinvestasi," kata pengusaha wanita asal Burundi, Consolata Ndayishimiye. Majelis Ekonomi Sosial (SER) setuju dengan pendapat itu. Mereka memberikan nasihat kepada menteri muda kerja sama pembangunan, Ben Knapen.

Bantuan kerjasama pembangunan semakin sering dikritik. Sudah sekian lama kita memberi uang pada negara miskin, kenapa mereka tetap miskin?

Henk Veldman dari Majelis Bisnis Belanda Afrika: "Recana pemerintah selalu muluk-muluk: pemberantasan kemiskinan, pemerintahan yang bagus. Itu semua tema-tema besar yang sebenarnya tidak mungkin diukur dan direalisasikan. Pemberantasan kemiskinan adalah tujuan yang mulia. Tapi tidak mungkin dicapai."

Berbagai lembaga swadaya masyarakat (NGO) berpendapat lain. Mereka yakin kemiskinan tidak akan hilang hanya dengan menggalakkan sektor bisnis. Menurut LSM ActionAid, bantuan tradisional harus tetap ada.

Terlalu putih

Zin Bekkali dari perusahaan investasi Silk Invest berpendapat bantuan kerja sama pembangunan yang diberikan NGO tidak efisien.

"Uang kebanyakan tetap beredar di Barat. Jujur saja, LSM itu terlalu ‘putih’. Terlalu sedikit orang lokal yang menerapkan bantuan."

Silk Invest memfokuskan diri pada pasar di Afrika, Asia dan Timur Tengah. "Menurut kami, investasi di sebuah negara dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan, investasi yang bisa mendukung ekonomi."

Investasi
Menteri muda Knapen setuju dengan pendapat itu. Dalam kebijakannya ia memberikan banyak ruang untuk sektor bisnis. Pebisnis harus berinvestasi di perusahaan lokal dan membangun relasi dagang. Itu bisa menstimulasi ekonomi lokal sehingga semua orang bisa menikmati hasilnya.

Dalam laporan SER disebutkan: “Pembangunan sektor swasta penting untuk memanfaatkan berbagai peluang pembangunan yang ada dan untuk mengatasi kemiskinan. Secara rata-rata, sembilan dari sepuluh orang di negara berkembang menggantungkan pendapatan mereka dari sektor swasta.”

Mencari untung di negara-negara berkembang boleh saja. “Semakin banyak untung, semakin baik,” kata Bekkali. “Ini berarti proyek yang ada harus dibuat lebih efisien dan berfokus pada jangka panjang.”

Menunggu bantuan
LSM ActionAid berjuang mati-matian melawan kebijakan baru itu. Baru-baru ini mereka mengeluarkan laporan dengan kesimpulan ini:

Nathalie Ankersmit: "Bantuan kerja sama benar-benar bisa membantu. Semakin banyak negara bergantung pada bantuan. Dengan itu mereka bisa bertahan."

Yang dimaksud bantuan kerja sama adalah bagian dari anggaran nasional yang berasal dari bantuan luar negeri. Proporsi bantuan ini setiap tahunnya semakin menurun. Di Rwanda, misalnya, pada 2000 jumlahnya masih mencapai 86 persen tapi pada 2009 jumlahnya turun menjadi 65 persen.

Henk Veldman dari Majelis Bisnis Belanda Afrika mengkritik situasi ini. Ketergantungan terhadap bantuan menurutnya tidak terbatas hanya pada berapa bagian bantuan dalam anggaran nasional. Ia memberi contoh situasi di Sudan Selatan.

“Kita sering mendengar dari para pengusaha bahwa biaya buruh mahal di Sudan Selatan. Penduduk di sana kebanyakan sudah lama tinggal di kamp pengungsian, dua puluh sampai tiga puluh tahun. Mereka tidak terbiasa lagi kerja. Semua pekerjaan yang ada diambil oleh orang-orang dari Kenya dan Uganda. Justru di sanalah ekonomi bertumpu. Tapi, orang-orang Sudan Selatan malah berpangku tangan menunggu sampai LSM datang membantu mereka. Situasi ini bisa menciptakan masyarakat yang sangat bergantung pada orang lain.”

Dunia Terbalik
Situasi seperti di Sudan Selatan itu adalah akibat dari kebijakan bantuan pembangunan tradisional. Veldman dan Bekkali mendukung kebijakan baru menteri muda Belanda. Tapi, pada saat bersamaan mereka juga melihat munculnya masalah baru.

Veldman: "Harus terjadi perubahan paradigma berpikir. Mereka yang biasanya mendahulukan masalah HAM sekarang harus berpikir tentang bisnis."

Di Belanda sering digelar kampanye di televisi untuk meminta bantuan kepada masyarakat guna membantu Afrika. Ini juga tidak mendukung investasi dan bisnis di Afrika.

Veldman: "Iklan-iklan itu berdampak negatif pada dunia bisnis. Citra yang dibangun adalah Afrika itu benua miskin yang tidak mungkin bisa menghasilkan uang. Orang di sana tidak punya uang. Orang yang berduit semuanya koruptor. Mereka yang pernah tinggal di Afrika tahu itu semua tidak benar."

Paling miskin
ActionAid tidak setuju dengan perubahan kebijakan itu.

Ankersmit: "Menurut kami dengan cara ini kita tidak menolong kelompok yang paling miskin. Promosi sektor bisnis Belanda bukan bentuk bantuan yang paling efektif karena tidak mengarah pada kelompok paling miskin di negara-negara berkembang. Itulah kekhawatiran kami."

Dengan kebijakan baru ini LSM harus berubah. Pegiat bantuan akan digantikan dengan orang-orang berjas. Ini seperti disampaikan pengusaha wantita asal Burundi, Ndayishimiye: "Bukan poverty reduction (penurunan kemiskinan) tapi wealth creation (penciptaan kemakmuran) yang harus dicapai."

Diskusi

M. Kozbi 29 September 2011 - 2:07pm / Jayapura, Indonesia

LSM pada umumnya memang gemar berceramah tanpa tindakan yang nyata. LSM di Papua - Indonesia lain lagi, mereka hanya memikirkan bagaimana menjadi broker politik untuk mengatur bargaining antara investor asing dengan pemerintah Indonesia. http://www.youtube.com/watch?v=5cEMFPjjcFk&feature=related

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET