Berita pembatalan konser Lady Gaga masih menggema. Debat prokontra masih terjadi. Ada yang senang atas pembatalan itu seperti pihak Fron Pembela Islam (FPI) dan banyak pula yang menyayangkan. Ada juga yang secara retorik menyatakan tidak mengerti kenapa dibatalkan.
Opini Abdul Hakim, Direktur Pusat Studi Islam dan Negara atau Center for Islam and State Studies Indonesia (CISS-Indonesia)
Kau tak jadi manggung di negeri kami, sedih mendengarnya, meski aku bukan salah satu penggemarmu, bahkan tak satu pun lirik lagumu yang aku hapal. Aku juga tak mengerti 'genre' musikmu, atau jenis tarian apa yang kau tampilkan di panggung, sehingga begitu rupa kau meraih begitu banyak penggemar di negeri kami, atau begitu gigih sejumlah orang menolakmu tampil dalam sebuah konser dengan tiket yang lumayan mahal buat banyak rakyat di negeri kami, yang masih kesulitan mempertahankan 'basic needs' atau sekedar beli susu dan bayar sekolah.
Industri musik
Aku juga tak kunjung mengerti sejumlah alasan yang mengemuka di ruang publik mengapa kau ditolak, meski penggemarmu sudah lama menantimu di sini. Di negeri kami, industri musik memang tumbuh bak cendawan di musim hujan. Melalui jalur musik, deretan anak muda menitipkan masa depan.
Dengan musik pula, para penyanyi di pinggir jalan, warung remang-remang, atau mereka yang mengandalkan 'tampang' bisa meraup uang milyaran, lalu ke luar dari kemiskinan, meski di negeri kami tak ada repertoar musik, majalah musik yang bisa dibaca sesuai dengan standard, kami juga jarang punya musisi yang bermain musik, minimal, dengan standard yang benar, kami masih primitif soal-soal itu, yang dikenal khalayak luas, musik ini 'enak didengar' dan 'tidak enak' didengar, album ini 'laku' keras, dan sering dinyayikan para pengamen di kereta-kereta yang sesak oleh mereka yang 'lelah' bertarung di kota-kota besar.
Absurd
Di negeri kami, para musisi seringkali menjiplak karya orang lain, bahkan seringkali tak bisa dibedakan ini lagu siapa sebenarnya bila dibandingkan secara teliti. musisi kami tak sekolah seperti para musisi di negerimu, punya komunitas, tumbuh dari akar kebudayaan yang kuat, sebagaimana blues dan jazz yang inspirasinya berkembang dari delta pedalaman Mississipi.
Saking absurdnya, seorang yang mengaku 'budayawan' di negeri kami, menyebut bahwa musik rock adalah musik 'cadas', sebuah istilah yang dipercaya banyak pendengar musik, bahkan yang mengaku pengamat, pelaku, dan pemain di industri musik.
Melampaui para nabi
Tentu bukan soal itu kau tak jadi manggung di negeri kami, kau tak jadi datang utamanya karena di negeri kami, sejumlah kecil orang beragama dengan semangat yang luar biasa, bahkan melampaui para nabi, semangat itu meluap-luap, hingga menabrak batas-batas yang menstabilkan ruang publik. Kelompok kecil inilah yang secara agresif melakukan 'kolonisasi ruang publik', menetapkan garis dan batas antara yang baik dan benar buat warga negara, dan abai pada keragaman nilai yang hidup di negeri kepulauan sejak lama.
Celakanya, demokrasi yang diretas sejak lebih satu dekade lalu, tak melahirkan kepemimpinan politik yang kuat, hingga bisa menjadi wali penjaga 'kebebasan' dan hukum bagi semua warga. Pemimpin kami, tak pernah menunaikan tugasnya yaitu menunaikan amanat konstitusi, pemimpin kami sibuk melayani dirinya sendiri.
Turut bersedih
Sikap keagamaan yang picik dan otoritas politik yang lemah merupakan 'duet maut' bagi terkuburnya keadaban publik, sikap terbuka terhadap perbedaan, dan absennya penegakan hukum.
Di atas segalanya, meski bukan penggemar, dan tak pernah hapal satu pun lirik musikmu, aku turut bersedih karena kau tak jadi datang ke negeri kami, karena negeri kami sesak dengan vokabuler moral partikular, meski tak pernah sungguh-sungguh bersuara keras menegakkan moral publik: keadilan dan kesejahteraan warga negara!














Bos...kirim cdnya ke fpi... Biar ikutan joget sama nyawer, jangan bisanya bikin ribut aja...
Bung Abdul Hakim, dimana tulisan2nya bisa diakses? Terima kasih. +33610145354
Orang yg dipilih menjadi RI.1 seperti itu. Yang bisa diambil dari dia hanya berpakaian rapi saja. Selainnya, tidak ada yang baik. Negeri dibuat bimbang tanpa arah. Dan hal ini sengaja dilakukan karena dia mempunyai maksud2 yg tidak baik pula dibelakang layar. Seperti pembiaran kelompok2 yg mempunyai hak utk menetapkan kemauan mereka pada orang lain. Dan kelompok2 ini mengunakan kekuatan utk menyerang orang lainnya. Dan kelompok ini sekarang sudah mengarah penguasaan ekonomi rakyat pula. Cara di amerika berlaku di tahun 60-70an. Sekarang kelompok ini sudah tidak tampak lagi dijalanan karena rakyat telah menghukum mereka. Kita mencontoh dari yang tidak dibuat oleh negera lain lagi. Demi keamanan negara, di Belanda juga terjadi pensensoran website dimana menurut mereka akan merusak negeri mereka. Jadi kebebasan bukan diartikan semau gue saja. Arti demokrasi yg seperti ini tidak diperjelas oleh pemimpin RI. Rasanya Lady Gaga belum pas untuk mencari uang di negeri yg ekonominya masih carut-marut dimana masih banyak orang kelaparan dan tidak makan.( Artinya uang dibawa keluar dari RI). Dan pengemar Lady Gaga juga tidak mempunyai hati nurani. Mereka ini mempunyai cikal-bikal perusak bangsa sendiri. Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri tanpa melihat disekelingnya. Itu termasuk anak2 koruptor yg mempunyai uang curian.!!! Dan memang sudah benar yg dilakukan oleh Lady Gaga utk menghentikan konsernya. Karena aku menduga ada kelompok yg menantikan fans sewaktu masuk/keluar dari petunjukkan itu. Anak-anak koook punya uang banyak ???????
dasar pada ... Susah ngeliat orang seneng, Seneng ngeliat orang susah.
Saya belum ngerti kebaikan apa yang bisa dibawa Lady Gaga jika pentas di Indonesia.
Anda tuch ADIDAS.
Pertama: .... tell me
Kedua:... Ada to nggak kebaikannya, emangnya napé.
emmm....itu hanya konser musik biasa, buat hiburan belaka, sama seperti konser Suju, NKOTBSB, Javajazz, dll. Kebaikan apa yang bisa dibawa mereka saat pentas di Indonesia? Silakan jawab sendiri. Lagipula, kamu sudah pernah nonton Trio Macan, Titin Karisma, Tuty Wibowo? Yang seperti itu lestari di Indonesia, ribuan jumlahnya kalau dihitung sama yang di kampung-kampung. Hipokrit alias munafik memang ciri kita, orang indonesia
Banyak yang senang atas pembatalan tersebut,hanya ormas itu yang nampak sedangkan yang lain (jutaan) dibelakang diam2 secara spiritual menolak.Syukur yang Maha Kuasa mendengar doa-doa mereka.
Katanya yemjago. Nyebut FPI aza pake malu2.
Kenapa sich senang dengan batalnya Lady Gaga?
Gak ada apa2 tuch dengan Lady Gaga!!!
Semua juga tinggal kitanya sendiri, bagaimana Mata, Hati dan Mulut.
Mengapa konser Lady Gaga dilarang di Indonesia, ialah karena presidennya mau menjadi Kalifah untuk dunia, hal ini telah direstui oleh ulama negeri Arab pada kunjungan pertama pada negeri-negeri tsb. Kedua ialah masyarakat Indonesia terdiri dari orang-orang suci, taat agama dan rajin beribadah. Itu landasannya, dan tentunya karena mereka mempunyai Lady Gagah yang jauh lebih baik dari Lady Gaga made in USA, Anda tentu akan berpendapat bahwa NKRI tidak mempunyai Lady Gagah. Untuk tidak memperpanjang-panjang cerita saksikan sendiri ini video, dan insyaalloh Anda puas dengan pertunjukan Lady Gagah made in NKRI, saksikan sendiri dengan click : http://s640.vuclip.com/e3/18/e3183d588313443233becff608b85b71/ba64807/da...
boz dubun.....sedih boleh tapi jgn nangis..kikiki
boz dubun....sedih boleh tapi jangan nangis..kikikiki
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.