Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah mengakhiri kunjungan seharinya di Indonesia. Pada pidato di depan ribuan publik, Obama memuji keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia. Ia juga menyatakan niat untuk terus meningkatkan hubungan dunia islam dan Amerika Serikat.
Apakah kunjungan Obama ke negara muslim terbesar di dunia ini akan bisa mengembalikan kepercayaan dunia islam terhadapnya? Berikut tanggapan Nana Nurliana Soenyono, dosen sejarah Amerika di Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia.
Nana Nurliana Soenyono: Dari liputan media masa dan surat kabar dan juga televisi, menurut saya bisa membawa pengaruh besar terhadap masyarakat karena opini publik dapat dipengaruhi. Saya optimis hubungan bilateral akan semakin meningkat. Bagi saya dari kalangan kampus, saya tertarik pernyataan Obama tentang pertukaran siswa. Artinya Amerika memberi peluang lebih banyak untuk generasi muda mendapat pendidikan di Amerika dan sebaliknya. Kalau saya melihat dari pernyataan itu, generasi muda itu penting untuk masa depan, maka saya optimis.
RNW: Tadi Ibu mengatakan dalam kunjungan ini opini publik bisa dipengaruhi. Apa yang dimaksudkan?
NNS: Ditayangkan di televisi dan tayangan itu sangat intensif. Kita juga tahu televisi sifatnya ekstensif, meluas, sehingga pemirsa bisa melihat perilaku Obama. Walaupun mungkin tidak bisa memahami apa yang dia katakan, tapi dari sikap dia seperti mengunjungi Istiqal, saya pikir aspek yang positif untuk bisa melihat sikap Obama terhadap Islam.
RNW: Ada sejumlah kalangan, termasuk garis keras, yang sebelum ini menolak kunjungan Obama. Apakah kunjungan Obama ini bisa melunakkan atau mempengaruhi sikap mereka terhadap Amerika Serikat?
NNS: Saya harap demikian, hanya memang diukurnya itu sulit. Tapi saya harap terjadi perubahan seperti itu, terutama bagi mereka yang lebih rasionil. Jadi bukan hanya emosi. Yang saya maksud emosi itu bukan hanya sikap dari perasaan saja, tapi tindakan-tindakan yang dilakukan. Tadi juga terungkap bahwa dalam kunjungan mendatang, Obama ingin mengunjungi pesantren. Jadi saya harap, terutama bagi kaum muslim moderat besar pengaruhnya. Tapi bagi yang garis keras, seperti saya katakan tadi, kalau berdasar emosi pasti agak sulit mengubahnya. Apalagi yang sudah bersikap apriori.
RNW: Kepercayaan dunia muslim terhadap Obama belakangan turun, mengingat perang di Irak dan Afghanistan yang tidak kunjung berakhir serta alotnya penyelesaian isu Palestina-Israel. Apakah kunjungan ke Indonesia yang nota bene negara muslim terbesar dunia sedikit banyak bisa memulihkan kembali kepercayaan itu?
NNS: Obama sendiri mengatakan, Indonesia sebagai negara muslim besar, dan dia juga mengungkapkan apa yang sudah disampaikannya di Kairo. Dia mengemukakan di Irak, sebanyak seratus ribu pasukan sudah ditarik. Hanya memang maslah Afghanistan, menurut Obama bukan masalah rakyatnya tapi masalah al-Qaeda. Saya harap, kalangan-kalangan yang bisa berpikir akan bisa menilai bahwa ini adalah satu sikap dari Obama yang positip terhadap Islam.
Penasaran ingin dengar wawancara lengkap? Silakan klik di sini:






















Apapaun yang ada dibenak masing-masing, tapi tidak bisa dipungkiri Indonesia adalah berpenduidk Muslim tersbesar di dunia. Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga. Kunjungan Obama ke Indonesia memang seolah-olah membawa angin segar, karena simpatik. Tentu ini harus diwaspadai, apakah bisa terujut atau tidak ?. Ingat seorang Presiden Amerika memiliki tanggung jawa yang sangat besar terhadap negaranya berdasarkan konstitusinya. Saya yakin ada kedekatan moril Obama ke Indonesia, namun keterikatannya terhadap bangsa Amerika luar biasa sehingga tidak akan banyak membawa angin segar untuk Indonesia. Artinya apa ?, jangan terlalu banyak mengharap adanya perubahan yang sifatnya signifikan untuk Bangsa Indonesia. Saya pesimis akan ada perubahan yang mendasar untuk Indonesia, karena kita sama sekali tidak ada ikatan historis dengan Amerika.
Indonesia akan menjadi besar apabila dikehendaki oleh dirinya sendiri, dan memang harus diakui saat ini kondisi kita kacau balau hanya sedikit atau segelintir orang yang memikirkannya. Namun, tentu kita tidak bisa berdiri sendiri kita harus punya dukungan dan partner. Memang benar kata Obama Bhineka Tunggal Ika, yang menurut saya itu adalah modal utama kita. Terbukti, sulit dan rusaknya Indonesia akibat dari robeknya Bhineka Tunggal Ika tersebut. Oleh karena itu, mulai dari bawah kita harus mulai berpikir, kepentingan pribadi kita jauhkan bervisi kedepan untuk kepentingan bangsa. Mari kita sama-sama berangkulan, tidak ada etnis dan suku yang perlu ditonjolkan termasuk PARTAI POLITIK.
Akhirnya, mari kita ucapkan SUMPAH PEMUDA dan berpikir jernih untuk masa mendatang. Carilah teman dan partner yang memiliki latarbelakang dengan bangsa Indonesia. Tidak salah kalau partner tersebut adalah Belanda yang memiliki hisrtoris dengan Indonesia, saya tau kecanggihan dan kemajuan negara tersebut dapat diandalkan dalam era globalisasi ini. Tentunya dengan catatan, keterbukaan dan berdiri sama tinggi serta duduk sama-sama rendah perlu dikedepankan.
Semoga bermanfaat dan Wassalam,
Kunjungan presiden negara adidaya Barack Hussein Obama baru2 ini telah mengangkat harkat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terhormat di dunia. Bahkan Presiden Obama sempat menjabat tangan pemimpin Islam yang sejati, Tifatul Sembiring, hal mana secara efektif membebaskan aliran2 Islam fundamentalis, sepertinya a.l. FPI, Hizbut Tahrir, dsbnya, dari predikat radikal atau teroris, seperti yang dicekokkan oleh pers barat dan dunia internasional ketenggorokan kita. Atribut2 yang bersifat fitnah seperti itu juga dibantah oleh Presiden Obama di India dengan menilai positif arti kata Jihad. Mudah2an saja kini bangsa Indonesia sadar akan nilai dirinya dan jangan sekali lagi men-sia2-kan kesempatan untuk maju menjadi bangsa yang besar dan jaya, singkatnya negara adidaya, mengalahkan RRC dan India. Di masa lampau bangsa Indonesia sudah pernah melewatkan kesempatan yang serupa, yaitu ketika nama Presiden Dr. B.J. Habibie melonjak naik ke orbit dunia internasional, baik dalam politik maupun dunia sains & teknologi, mulai dengan kariernya sebagai pakar aeronautik yang jenius di Jerman, naik ke tingkat Menteri, kemudian WaPres, dan akhirnya Presiden NKRI. Tetapi sayangnya bangsa Indonesia telah gagal melanggengkan beliau sebagai presiden. Kini kita “ketiban rejeki” yang lebih besar lagi, yaitu dengan adanya Presiden adidaya Obama yang mengaku beragama Islam, disokong oleh anggota pemerintahannya yang sama2 etnis Arab/Afrika dan beragama Islam, a.l. Jaksa Agung Eric Holder dan Kepala NASA Charles Bolden, yang membuat posisi Presiden nya kokoh sekali. Program pemerintah Presiden Obama bertujuan mempromosi negara2 Islam, terutama Indonesia, a.l. dalam projek2 NASA (dua calon astronaut Indonesia, Pratiwi Pujilestari Sudarmono dan Taufik Akbar, tahun 1985 dibatalkan gara2 malapetaka Challenger). Maka dari itu semua, Indonesia tidak boleh melewatkan kesempatan kali ini buat menjadi bangsa yang besar dan terhormat dikancah percaturan politik, ekonomi maupun sains & teknologi dunia. Pihak2 yang sementara ini agak miring sikapnya terhadap Presiden Obama sebaiknya dirangkul dan diajak bersama2 dengan negara2 Islam lainnya menuju terbentuknya Kalifah didunia, seperti yang di-cita2kan oleh Presiden Obama.
komentar anda lebay alias berlebihan........bikin malu orang Indonesia
Saya tidak lebay alias berlebihan, koq .... Yang saya ceritakan itu semuanya berdasarkan fakta, yang bisa diltelusuri sumbernya dengan mudah dan jelas, sebab bisa di verifikasi di Internet. Guna mempersingkat komunikasi, silahkan tanya, yang mana yang anda duga berlebihan. Nanti saya berikan sumbernya supaya bisa anda verifikasi sendiri.
Indonesia bukan negara Islam, Indonesia adalah negara sekular, walaupun penduduknya mayoritas muslim hal itu bukan berarti bisa disebut sebagai negara muslim besar. Istilah muslim moderat adalah istilah yang salah kaprah, dua kata yang saling bertentangan. Sebab terdapat dua jenis muslim: muslim teroris dan muslim ktp, yang pertama muslim yang benar-benar mengerti, patuh, memahami akan Islam dan hidup mengikuti perintahnya. muslim jenis kedua tidak mengerti, tidak memahami aturan islam, hanya sebagai warisan ibu bapak muslim hanya percaya buta, punya khayalan tersendiri akan islam yang tak berdasarkan fakta.Ingat sejarah Darul Islam Serkarmaji Marijan Kartosuwiryo yang ingin mendirikan negara islam di atas tanah Indonesia sudah dijatuhkan hukuman mati (1962).
Itu kan kata ente, terserah ente ngomong ini itu ina inu.. gitu aja kok repot. Kalau ditelisik dg apa yg ente katakan berarti mulai dari tetangga, teman2 di kantor, org2 dijalan, pasar.. waduh tak terbayangkan apa yg akan terjadi seandainya saya berada diantara jutaan Muslim taat (yg ente definisikan sebagai Muslim teroris), padahal kita tahu masyarakat Indonesia dikenal dg bangsa yg religius apapun agamanya.. saya tdk asal komentar, kalau ente tdk percaya terserah.. buku2, arsip negara/sejarah, pemimpin negara dunia (teraktual yg mengatakan demikian adalah Barack Obama dan Fischer), media baik lokal maupun internasional juga mengatakan seperti itu. Yang saya tahu di Indonesia ada 2 jenis perilaku penganut agama2 yg ada di Indonesia yaitu mereka yg taat atau yg tdk taat dalam menjalankan ritual agama mereka masing2. Adapun para teroris itu adalah mereka yg melenceng dari ajaran agama mereka dan mereka beranggapan bahwa yg mereka lakukan itu adalah benar.. Seandainya golongan ini yg terbesar menurut pendapat ente diatas tentunya Indonesia akan hancur lebur bahkan akan terjadi perang yg sangat dahsyat, tentu akan terjadi pengungsian besar2an dari umat non Muslim. Jadi berhentilah ente berpendapat yg sifatnya menyerang tanpa ente tahu apa yg terjadi sesungguhnya, malahan akan membuat orang2 merasa jengah membaca tulisan ente..
Bukan pendapatku atas komentar tsb.kau baca dan dengar saja ucapan-ucapan atau statement serta teliti Bin Laden (para pemimpin organisasi-organisasi terorist al qaedah, hamas, hizbullah,termasuk Abu Bakar Baasyir serta para mullah ayatulloh imam ustad dll.
Bukan pendapatku atas komentar tsb.kau baca dan dengar saja ucapan-ucapan atau statement serta teliti Bin Laden (para pemimpin organisasi-organisasi terorist al qaedah, hamas, hizbullah,termasuk Abu Bakar Baasyir serta para mullah ayatulloh imam ustad dll.
Ya, saya mengerti sekarang apa sebabnya anda berpendapat seperti postingan2 anda diatas, yg berdasarkan atas ucapan dan statement Bin Laden dan komplotannya. Anda hendaknya paham bahwa aksi dan tindakan Bin Laden serta Organisasinya tidak berhak mengatasnamakan dan mewakili aspirasi umat Islam di seluruh dunia. Adalah suatu kelucuan dan keheranan apabila tindakan pribadi dari mereka menyebabkan orang2 berpendapat bahwa seluruh umat Islam mempunyai tabiat dan perilaku seperti Bin Laden. Tidak ada Pemilihan Umum untuk mengangkat Bin Laden sebagai Pemimpin umat Islam di seluruh dunia.... Sudahlah.., sebaiknya memandang sesuatu itu jangan berdasarkan hitam atau putih. Pemberitaan tentang seorang Pendeta melakukan pelecehan seksual terhadap umatnya bukan berarti seluruh pendeta pendeta di seluruh dunia berperilaku demikian.
Saya HERAN, banyak sekali yang berkomentar bahwa Obama PULANG KAMPUNG, benarkah dia merasa Jakarta itu KAMPUNG nya? Benarkah dia merasa PULANG KAMPUNG?
Saya kelahiran Indonesia penyokong TEA PARTY yang baru2 ini telah menjatuhkan Obama habis2an dalam pemilihan midterm 2 November 2010. Kata2 Obama PULANG KAMPUNG, mudah2an ditepati dan/atau benar2 terjadi. Artinya Obama jangan kembali lagi ke USA. Kami rakyat USA tidak menginginkan Obama, sebab dia laknat dan khianat terhadap rakyat Amerika. Kalian orang Indonesia silahkan angkat dia jadi Presiden kalian.
numpang ketawa bro.... dimana... diquote sini saja kayaknya pantas.... hahahahahahahaaaa....
"pulang kampung" dalam tanda petik itu kan cuma becanda-an dan menjadi strategi politik Obama dalam mengambil hati masyarakat Indonesia.. kayak tak tahu saja !!
Menurut saya kunjungan Obama ke Indonesia kemarin, sangat luar biasa dan pastinya akan berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi Indonesia ke depan. Dari sikap yang dipertontonkan kemarin adalah sangat2 memukau dan saya pikir belum ada satu orang pemimpin dunia yang bisa menyaingi, memang pantas untuk menjadi pemimpin negara adidaya seperti USA. Kita bisa melihat orang yang sudah dipuncak pimpinan masih saja mengingat peristiwa kecilnya waktu di Indonesia yang nota bene bukan negaranya dan bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik yang membuat ribuan orang terpukau saat beliau berpidato, kalau orang Indonesia sendiri yang seperti Obama belum tentu dapat mengingat masa lalunya. Untuk kemacetan akibat kunjungannya itu sangat2 wajar dan waktunya juga tidak terlalu lama kok. Salut juga buat pihak keamanan yang dapat bertugas dengan sukses.
Menurut saya kunjungan Obama ke Indonesia kemarin, sangat memalukan dan pastinya akan berdampak NEGATIFterhadap kemajuan ekonomi USA ke depan. Dari sikap yang dipertontonkan kemarin adalah sangat2 MEMUAKKAN, sebab di USA sendiri Obama keliatan FRUSTASI gara2 kekalahannya yang besar2an dalam pemilihan midterm 2 November yang lalu. Saya pikir belum ada satu orang pemimpin dunia yang bisa bersandiwars seperti Obama, hingga di USA dia terkenal sebagai tukang BOHONG dan tukang INGKAR dan KHIANAT terhadap negaranya sendiri (USA)i, tapi menjilat pantat negara2 Islam seperti Saudi Arabia, Mesir dan Indonesia..
mas Obama tahu tidak, bahwa yg diharapkan rakyat Indonesia itu nomor 1 adalah persoalan "isi perut" (isu ekonomi) bukan makanan yg namanya "retorika" tanpa aksi dan tindakan yg nyata. Tapi tak apalah untuk menyenangkan pikiran yg lagi ruwet mikirin masa depan, lebih mendingan daripada tidak ada hiburan sama sekali. Lihat tuh yg dari Austria mr. Fischer yg kunjungannya ke Indonesia BERSAMAAN waktunya dg mas Obama. Mr. Fischer malahan membawa lebih dari 50 orang pelaku bisnis utk menjalin kerjasama ekonomi dg pihak Indonesia, padahal kedatangan beliau tdk segegap gempita dan seheboh mas Ombama yg bikin Jakarta macet dan jengkel para pengendara. Malahan pedagang2 kecil ngaku dagangannya pada rugi yg katanya gara2 mas Obama dan 40 mobil pengawal lewat, akses jalan pada ditutup. Ingat ya mas Obama janji2 jangan sampai dilupakan dan sampai bikin malu kami. Mudah2an "pulang kampung"nya mas Obama berkesan.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.