Harian Algemeen Dagblad menurunkan biografi seorang calon andalan Partai Republik Amerika Serikat, Herman Cain. Ia adalah seorang pemilik restoran pizza, dan menjadi populer dengan slogan-slogan populis. Kepada para demonstran di Wall Street ia berseru: Cari kerja saja!
Ia mengaku tidak tahu masalah luar negeri. "Apa gunanya?" ujar Cain. Lalu topik populer lain yang disinggungnya, ia akan menghapus sistem perpajakan dan diganti dengan satu sistem pajak untuk semua orang sebesar 9 persen.
Impian Amerika
Memang sosok Herman Cain ini mencolok sebagai contoh the American Dream atau Impian Amerika. Yaitu dari tukang semir sepatu menjadi jutawan. Sebagai usahawan sukses kulit hitam ia bisa diterima para pemilih konservatif kulit putih.
Kalangan kulit hitam sebaliknya kurang sreg dengan Cain. Ia terlalu memperhatikan kepentingan kulit putih. Mencolok juga karena kalau ramalan jajak pendapat benar maka kedua calon presiden Paman Sam yang akan bertarung adalah dua politikus kulit hitam: Obama dan Cain.
Pelecehan seksual
Namun citra Herman Cain kini ada cacatnya juga. Ia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua wanita pada tahun 90an.
Ia membayar uang kepada kedua wanita ini. Jumlahnya besar sekali, demikan media Amerika. Tentu saja tuduhan ini disangkal Cain dan stafnya. Menurut mereka ini hanya upaya menjegal kemungkinan terpilihnya seorang calon presiden kulit hitam yang konservatif.





















Yah, masih terlihat ada demokrasi. kalau di indonesia, jawa saja yang mendominasi bursa calon presiden.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.