Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Junito Drias
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Kredit Mikro Penting, Tapi tetaplah Kritis Terhadapnya

Diterbitkan : 28 Februari 2010 - 12:00am | Oleh Junito Drias (Foto: H. Sandee)
Diarsip dalam:

Lima tahun setelah PBB meluncurkan Tahun Kredit Mikro Internasional, Radio Nederland Wereldomroep kembali menyoroti sektor ini dan menjadikannya tema 2010 berjudul Pinjaman Mikro, Menguntungkan Siapa? Untuk itu kami a.l. mewawancarai peminjam dan pakar keuangan. Berikut ini wawancara dengan Dr. Henry Sandee, pakar ekonomi perdagangan di Bank Dunia, Jakarta.

Apa resikonya bagi yang meminjamkan?
Ciri kredit mikro adalah bahwa pinjaman itu diberikan tanpa agunan. Berarti kalau pelunasan hutang menimbulkan masalah, maka pihak yang meminjamkan tidak bisa menyita tanah milik peminjam.

Misalkan saja saya meminjam 10 ribu euro dari bank. Dan saya mengagunkan tanah saya. Ini berarti, bank bisa menyitanya dan menjualnya kalau saya kesulitan mengembalikan pinjaman.
 
Tapi kredit mikro tidak dibarengi agunan. Akibatnya, di beberapa negara seperti Bangladesh, dibentuk sistem kelompok. Jadi peminjam hanya akan mendapat pinjaman kalau dia menandatangani kontrak bersama empat tetangga perempuan.
 
Berarti lima perempuan bertanggungjawab bersama atas pelunasan hutang. Sistem ini diharapkan bisa mencegah penunggakan.
 
Kredit mikro merupakan sarana pembangunan?
Menarik berbicara tentang kredit mikro. Kalau ditanya negara mana yang beken karena pinjaman mikronya, maka yang muncul di benak adalah Bangladesh dan Muhammad Yunus. Beberapa tahun lalu dia dianugerahi Hadiah Nobel untuk Perdamaian karena program kredit mikro yang turut didirikannya di Bangladesh.
 
Tapi Bangladesh juga merupakan negara termiskin di dunia. Jadi, mana mungkin negara yang terkenal kredit mikronya sekaligus tergolong negara termiskin di dunia?
 
Menurut saya, ini merupakan indikasi bahwa sekalipun kredit mikro itu penting, kami harus melihatnya secara kritis, kalau pinjaman mikro itu dianggap sebagai sarana proses pembangunan.
 
Contoh kecil. Sebuah pasar dengan 100 pedagang perempuan yang menjual sayur dan buah-buahan. Bayangkan lima perempuan masing-masing mendapat kredit mikro senilai 500 euro. Mereka bisa kulak dengan harga lebih murah dan bisa menjual produknya dengan harga layak.
 
Kelima perempuan akan sukses. Mereka akan menjual lebih banyak, mendapat penghasilan lebih banyak dan bisa berinvestasi dalam masa depan anak-anak mereka. Kelima perempuan akan senang.
 
Tetaplah kritis
Menurut saya, pasar itu masih akan tetap dikunjungi banyak perempuan. Dengan kata lain, 95 perempuan lainnya yang juga berjualan di pasar akan kena dampaknya. Kelima perempuan akan mendapat lebih banyak nasabah karena menjual produk dengan harga lebih murah. Tapi yang ke 95 perempuan akan bermasalah menjual produk mereka.
 
Dengan kata lain, keberhasilan lima orang merugikan banyak keluarga lain. Kiriman uang ke sanak saudara semakin berkurang dan mereka juga tidak bisa menanam modal.
 
Kami harus berhati-hati menilai kredit mikro sebagai sarana di negara-negara berkembang. Karena kredit mikro berurusan dengan penawaran. Kredit mikro memperketat syarat bagi mereka yang mau memasarkan produk. Nasehat saya: kredit mikro itu penting, teruskan saja, tapi tetaplah kritis terhadapnya.

Diskusi

ali nasrun 28 Juli 2010 - 5:10pm / berlin-germany

Memang sebelum menghambil mikro kredit harus dipikirkan yg akan dan bagaimana mengajalankan usaha kecil itu. Disamping harus diberikan consulting management perusahaan kecil dan ditambah dng motivasi berusaha. Mikro kredit bukan tujuan utk membuat kayah orang itu. Tetapi katakan saja ”menyambung hidup” lebih baik dari pada tidak aktip sama sekali. Lebih baik membuat suatu klompok kecil kalau tidak menguasai management bisnis. Semoga berhasil dan mengjadi pemikiran. Baru baru ini ada tema yg dibicarakan tentang mikro kredit di berlin oleh satu bank besar. Dan mengceritrakan bagaimana sukses wanita di Afrika(Nigeria) yg berhasi mengembalikan pingjaman dari Bank dalam waktu yg ditetntukan.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET