Penjahit Shitu Lama asal Ethiopia dan nelayan El Hadj Becaye Saur dari Senegal dengan bangga memperlihatkan perusahaan mereka yang dibangun dengan kredit mikro.
Fotografer Belanda Raymond Rutting selama satu setengah tahun terakhir beberapa kali bolak-balik ke ketiga negara Afrika untuk memotret wiraswasta yang berhasil.
Raymond Rutting: "Saya leluasa meliput tentang kredit mikro dengan gaya saya sendiri. Saya memilih membuat liputan yang mengesankan, yang juga menunjukkan lingkungan."
Dia antara lain membuat potret atas permintaan Terrafina Microfinance, organisasi kredit mikro Belanda.
Untuk masyarakat
Kebanyakan warga bersedia bekerja sama, tutur Rutting. "Mereka sadar uangnya datang dari sumber tertentu dan paham bahwa foto-foto itu penting bagi masyarakat mereka. Kadangkala agak sulit, seperti misalnya di Ethiopia. Di sana seorang pria bilang: 'Kamu bikin potret di tengah-tengah gandumku. Di zaman dulu kamu bisa kubunuh!'"
Terharu
Waktu bercakap-cakap dengan wiraswasta-wiraswasta itu Rutting kadangkala terharu. Fotografer ini cerita tentang seorang penjual mangga: "Suaminya meninggal. Dengan menjual mangga di pasar dia bisa menyekolahkan anak-anaknya."
Ada satu hal yang mencolok baginya saat bercakap-cakap. "Kalau mereka itu berhasil dan ingin memperluas usahanya, penghasilan mereka ternyata toh terlalu sedikit untuk bisa meminjam dari bank biasa, tapi terlalu banyak untuk memperoleh kredit mikro baru. Seharusnya kan tidak begitu."
Keuntungan kecil
Foto-foto karya Raymond Rutting dipamerkan di pameran Klein Geluk di Geldmuseum, Utrecht, sampai tanggal 2 Januari 2011. Setelah itu semua foto dilelang. Hasilnya didonasikan kepada The Art of News Foundation, yang didirikan oleh Raymond Rutting sendiri. Dana tersebut akan mengalir ke proyek-proyek kredit mikro di Etiopia yang membiayai pinjaman untuk pompa air.
|
Lihat juga: http://www.theartofnews.com |

























Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.