Berbagai organisasi yang membela para korban pelecehan seksual Gereja Katolik Roma di Irlandia kecewa dengan surat yang ditulis Paus Benedictus XVI.
Salah satu organisasi berharap Paus akan mencopot Kardinal Brady dari jabatannya sebagai pemimpin gereja di Irlandia. Tapi hal ini tidak terjadi. Kardinal tersebut banyak dikritik karena menutup-nutupi skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh rohaniawan Irlandia.
Brady sendiri menyebut keluarnya surat dari Paus sebagai hari yang bersejarah. Ia berharap surat Paus tersebut dapat menjadi awal dipulihkannya reputasi gereja.
Paus Benedictus dalam suratnya menyatakan menyesal karena bertahun-tahun menyangkal kasus pelecehan seksual oleh para pendeta di Irlandia. Ia mengumumkan akan melakukan penyelidikan.
Dalam surat tersebut tidak disinggung kasus pelecehan yang terjadi di negara-negara lain seperti Belanda dan Jerman. Para Uskup Belanda berpendapat pernyataan maaf dari Paus juga seharusnya disampaikan kepada para korban di Belanda.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.