Konperensi iklim yang akan diselenggarakan di Kopenhagen, Desember mendatang, tidak akan membuat kesepakatan baru, untuk menggantikan Traktat Kyoto. Sisa waktu yang masih tersedia, ternyata terlalu singkat, untuk menyusun kesepakatan baru mengenai remisi gas asam arang.
Hal ini tampak pada KTT negara-negara di sekitar Lautan Pasifik, APEC, di Singapura. Di sela-sela persidangan, Presiden Barack Obama berbicara dengan para pemimpin negara industri lainnya mengenai konperensi iklim mendatang.
Untuk itu, Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, tuan rumah konperensi tersebut, sengaja datang ke Singapura. Perdana Menteri Rasmussen mengusulkan rencana dua tahap.
Pada dasarnya, usul ini menyatakan, tidak cukup tersedia waktu, untuk menyusun kesepakatan yuridis baru. Konperensi Kopenhagen hanya mungkin membuat kesepakatan, bagi pelaksanaan konperensi berikutnya lagi.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.