Jumat kemarin kesepakatan iklim yang dicapai oleh sejumlah kecil negara peserta KTT langsung jadi bulan-bulanan. Negara-negara Amerika Latin dan Afrika mengeluarkan kritik pedas dan berencana menghalangi pelaksanaan kesepakatan tersebut. Mereka menyebut kesepakatan itu sebagai "pengkhianatan negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika." Wakil Amerika Serikat, Cina dan sejumlah negara lainnya mengeluarkan sebuah kesepakatan-prinsip setelah perundingan berjam-jam. Dalam kesepakatan itu tertera bahwa pemanasan global tidak boleh lebih dari 2 derajat dibandingkan masa pra-industri. Tidak ada kesepakatan apa pun di sana mengenai pengurangan produksi CO2.
Uni Eropa akhirnya menyetujui kesepakatan tersebut. Sebagian besar pemimpin pemerintahan negara-negara industri besar telah meninggalkan pertemuan Kopenhagen setelah penutupan kesepakatan. Sisanya masih terus membicarakan kesepakatan tersebut semalaman. Diskusi tersebut menimbulkan dampak emosi besar. Wakil dari Sudan menyatakan, kesepakatan ini adalah pakta bunuh diri bagi Afrika dan menyamakannya dengan holocaust. Sedangkan wakil dari negara kepulauan Tuvalu di Laut Tenang meramalkan, jika kesepakatan yang lebih baik tidak berhasil dibuat, negaranya akan hilang dari permukaan bumu akibat air laut yang terus meninggi.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.