Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
bendera Israel
Avatar Agrar Sudrajat
Map
Ramallah, Israel
Ramallah, Israel

Kesepakatan Damai Israel-Palestina Makin Jauh

Diterbitkan : 25 Januari 2012 - 1:23pm | Oleh Agrar Sudrajat (Foto: whirlingmcdervish)
Diarsip dalam:

Pembicaraan antara Israel dan Palestina sudah lama mandeg. Kemungkinan tercapainya kesepakatan damai tampaknya semakin jauh. De Volkskrant, harian pagi Belanda, menyorot salah satu penyebab kemacetan tersebut: terus berlangsungnya pembangunan kompleks pemukiman yahudi di wilayah Tepi Barat Sungai Yordan.

Saat ini, Menteri Penerangan dan Diaspora Israel, Yuli Edelstein, sedang berada di Brussel. Ia menghadiri pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa, yang juga membicarakan laporan diplomat mereka mengenai perkembangan pembangunan pemukiman yahudi di Tepi Barat.

Laporan yang mengkhawatirkan menegaskan: proses pembangunan perkampungan yahudi terus berlangsung. Proses pembangunan tersebut jelas menghambat kemungkinan pelaksanaan perundingan damai. Jika pembangunan terus berlangsung, peluang bagi pendirian negara Palestina, sesuai dengan garis perbatasan pada tahun 1967, akan makin sulit dicapai.

Walaupun isi dan kesimpulan laporan sangat kritis terhadap Israel, namun Yuli Edelstein sangat percaya diri. "Saya sama sekali tidak terkesan oleh laporan tersebut. Tapi saya sudah tidak kaget lagi. Para diplomat Eropa memang selalu mengikuti kendali Otoritas Palestina. Sumber informasi mereka sangat sepihak. Mereka selalu berprasangka. Selalu anti Israel."

Menlu Eropa tak ikuti saran
Namun Yuli Edelstein yakin, para menlu negara negara UE tidak akan mengikuti berbagai saran yang dikemukakan dalam laporan. Lagi pula, laporan tersebut bukan alasan utama ia datang ke Brussel. "Saya datang ke sini untuk hadir dalam acara peringatan Holocaust," katanya.

Beberapa waktu lalu sang menteri hadir di halaman belakang suatu rumah, di kompleks pemukiman yahudi di Itamar. Ini bukan rumah sembarangan. Sebelas bulan lalu, lima anggota keluarga Fogel, semuanya warga Israel, menjadi korban pembunuhan. Salah seorang di antaranya bayi berusia tiga bulan.

Pelaku pembunuhan adalah dua orang pemuda Palestina, dari desa Awarta, di wilayah tersebut. Hakim Israel memvonis dua pemuda ini lima kali hukuman penjara seumur hidup. Kaum kolonis yahudi sebenarnya menganggap hukuman tersebut terlalu ringan. Namun, hukum pidana Israel tidak mengenal hukuman mati.

De Volkskrant mengingatkan bahwa Itamar terletak jauh di dalam wilayah Tepi Barat. Seandainya pada suatu ketika nanti akan tercapai suatu kesepakatan damai, Itamar jelas tidak akan termasuk kompleks pemukiman yang akan bisa dijadikan bahan pertukaran lokasi wilayah.

Tak akan pergi
Mengenai isi laporan diplomat UE dan kemungkinan meninggalkan Itamar, rabi Moshe Goldsmith, salah seorang pemukim yahudi di Itamar menyatakan: "Kami merupakan kendala bagi perdamaian? Israel telah meninggalkan wilayah pemukiman yahudi di Gaza, tapi apa yang kami peroleh? Serangan roket! Tidak, kami tidak akan pergi dari sini."

Lalu istri sang rabi, Leah Goldsmith menambahkan: "Kami punya hak pemilikan paling kuat, yaitu hak dari tuhan. Tidak pernah terlintas dalam benak kami wilayah ini akan menjadi Judenrein (bersih dari kaum yahudi, red). Dan seandainya kami tidak tinggal di sini, mungkin orang-orang dari kalangan Hamas yang akan tinggal di sini. Apakah itu yang kalian inginkan?"

Diskusi

J.H. Werinussa *** RMS *** 29 Januari 2012 - 12:29pm / Republik Maluku Selatan *** RMS ***

Peristiwa Palestia Israel tidak akan mudah selesai, karena yang menjadi dalangnya adalah Indonesia. Pemerintah Indonesi (NKRI) yang menyatakan dirinya sebagai negara Islam terbesar didunia, merasa tertekan sekali bila Palestina tidak mendapatkan kedaulatannya dan berhak sama dengan negara negara Islam lainnya di atas muka bumi ini. Israel dimata pemerintah Indonesia adalah musuh terbesar, bahkan tidak diakui sebagai satu negara berdaulat. Ini adalah suatu prakarsa kejahatan yang terus dimainkan oleh pemerintah Indonesia, untuk mencegat tujuan perdamaian dunia. Indonesia selalu menyumbang Hamas dan Palestina untuk terus bertahan dalam bentuk apa saja menghancurkan Israel. Pemerintah Indonesia tidak segan segan terlibat dalam konferensi Islam pada bulan November atau December agak lupa di Iran dan mendesak dunia Islam untuk tetap menentang kekuasaan Israel di Palestina. Hal mana ditekankan oleh ketua MPR Taufiq Kiemas. Jadi pemerintah Indonesia adalah pemerintah yang secara diam diam mapun nyat nyata terus menjadi api unggung mendorong rakyat Palestina terus menyerang Israel dalam bentuk apapun. Untuk itu, baik Europa dan Amerika mau membuat cara yang bagaimana sekalipun, tetapi kalau tidak mengambil tindakan tegas kepada pemerintah Indonesia, maka segala yang menyangkut keamanan di Israel dan Palestina, tetap saja memanas. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" God Bless RMS amin. Standing still and let God move.

Margono Betawi 27 Januari 2012 - 3:29pm

Peristiwa Perang 1967 atau 7 hari berperang ISRAEL dengan seluruh Tanah Arab dan Palestina dikala itulah, yang menentukan segala galanya. 7 hari berperang, semuanya telah ditaklukan oleh ISRAEL, lalu mau mulut gede apa lagi? Ini semua main seruduk dan serobot saja tanpa ada peraturan, makanya dapat disebut sebagai penjahat international. Jadi kalau Palestina mau terus berkeras saja, namanya pelawan atau penjahat perang.

Sabdopalon 26 Januari 2012 - 6:00am / ID

banyak orang menuntut persoalan Israel dikembalikan pada perjanjian 1947, ini adalah tuntutan konyol. siapa yang menolak perjanjian 1947 ? bukankah arab jordania yg sekarang disebut palestina dan seluruh arab yg menolak kesepakatan ini ? 2/3 anggota PBB setuju atas pembagian wilayah 1947, termasuk Israel, jerusalem ditetapkan sebagai zona nternasional, orang arab menolak, terjadi perang dan puncaknya pada perang 1967.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET