Orang Belanda sekarang punya petunjuk navigasi khusus mengenai bir. Dalam bentuk aplikasi untuk smartphone. Navigasi ini menunjukkan jalan ke tempat-tempat di mana bir diproduksi. Terutama produsen bir berskala kecil atau bahkan individu yang punya hobi bikin bir rumah. Apakah aplikasi ini bisa mengancam produsen bir kelas kakap?
Smartphone
Pekan ini, navigasi bir tersebut resmi diluncurkan. Petunjuk jalan digital bagi penggemar bir, yang diolah secara tradisional. Dapat diunggah gratis menggunakan smartphone. Cara kerjanya sebagai berikut. Pertama, tentukan posisi GPS kita, lalu mengetik nama bir favorit kita, dan navigasi bir akan menunjukkan di mana letak kafe yang menawarkan bir tersebut.
Alat navigasi ini akan menjadi senjata ampuh dalam 'perang bir', sebagaimana dikemukakan oleh beberapa pakar pemasaran. Saat ini, pangsa pasar bir biasa merosot sekitar lima persen per tahun. Sementara pangsa bir tradisional justru meningkat limabelas persen. Beberapa merk bir tradisional adalah: La Trappe, Texels, Skuumkoppe dan Gramsbarger Najaar Bock.
Bir Klasik
Tidak semua orang mengetahui tentang bir klasik. Walaupun demikian, banyak juga orang yang sekali-kali ingin mencicipi bir khusus. "Dan kami juga memperhatikan keinginan orang-orang seperti itu," kata Paul Meijnen, salah seorang penggagas navigasi dan penggemar berat bir. Dengan memilih fungsi pencarian khusus, aplikasi akan langsung menampilkan daftar ABT-kafe. Alliantie-van-biertapperijen, kafe anggota persatuan penjual bir dari tap, sejenis tong. Kelompok ini beranggotakan 40 pengusaha. Kafe anggota ABT menawarkan sekitar 100 hingga 200 merk bir, yang diolah secara tradisional.
Jika masih belum puas, aplikasi ini juga menawarkan pencarian anggota atlas gelas penuh. Simbol gelas penuh merujuk pada kafe yang ikut membiayai aplikasi. Dan sebagai imbalan, atlas menyediakan informasi tambahan mengenai kafe mereka. Termasuk rute perjalanan menuju lokasi kafe. Namun, bagi konsumen, aplikasi ini sepenuhnya gratis. Kami juga menolak disponsori oleh perusahaan bir, kata Paul Meijnen.
Polisi
Bagaimana kalau pengguna aplikasi ini, setelah menenggak bir, ditunggu oleh polisi di ujung jalan, dan langsung harus melakukan 'alkohol tes'.
Paul Meijnen: "Itu tentu saja satu masalah yang menjadi perhatian kami. Kami bisa mengetahui secara rinci di mana dan kapan bir jenis mana yang dicari. Tapi kami sendiri yang memutuskan untuk hanya memberikan data yang cukup umum saja. Selain itu data ini kami simpan untuk diri sendiri. Kami tidak akan menjualnya kepada pihak ketiga."
Paul Meijnen tidak menganjurkan pengendara mobil untuk menggunakan aplikasi navigasi ini. Ia sendiri biasa menikmati bir tradisional, setelah jalan-jalan di pebukitan Limburg.
Paul Meijnen memang penggemar berat bir. Namun, bersama rekan penggagas lainnya, Jasper Jaklofski, ia sengaja tidak menjelajahi semua kafe dan jenis merk bir yang ada di Belanda. Navigasi bir sengaja dibuat sebagai aplikasi interaktif.
Paul Meijnen: "Mulai Jumat pekan depan orang dapat mencari cafe terdekat dengan bantuan smartphone mereka. Apabila mereka menemukan kafe yang tidak tercantum dalam aplikasi atau tidak lengkap, maka dengan 3 tahapan mereka bisa menambahkannya. Dengan cara ini terbentuklah database, sehingga setiap orang bisa menemukan kafe yang diinginkan."
Daya Tarik Bir Tradisional
Toos Hofstede, jurubicara produsen bir Gulpener, di Limburg, sebuah perusahaan kecil, menyambut hangat inisiatif ini. Gulpener menjadi salahsatu produsen bir pertama, yang menyediakan daftar kafe yang menjual bir produk mereka, bagi navigasi bir.
Fiona de Lange, seorang pakar bir independen, juga memuji prakarsa aplikasi navigasi bir ini:
Fiona de Lange: "Ini tentu saja sangat baik untuk produsen bir skala kecil. Selain itu saya rasa mereka tidak bisa menarik untung dari produsen bir kelas kakap. Apabila seseorang mencari bir jenis tertentu dalam aplikasi, kemungkinan ia mencari merk yang lebih terkenal. Tetapi di dalam daftar yang dibacanya juga ditawarkan bir-bir bermerk lain yang dibuat produsen yang lebih kecil."
Menurut Fiona de Lange, navigasi bir juga akan memikat para peminum bir untuk mencari bir yang diolah secara tradisional. "Para produsen bir, harus lebih berupaya membuat jenis bir yang berbeda dari yang lain."
Minum Berlebihan
Satu hal tidak ada dalam aplikasi ini. Navigasi bir tidak akan memberi peringatan, jika seseorang sudah cukup, atau terlalu banyak minum. "Tapi," kata Paul Meijnen, "saya sendiri sering mengalami, setelah minum dua gelas bir tradisional, saya sudah merasa puas. Jika minum lebih banyak lagi, rasanya akan lain. Dalam hal minum bir ini, orang Belgia menyebutnya sebagai 'degusteren'. Artinya kira-kira sama dengan mencicipi. Jadi, tidak boleh terlalu banyak."














weleh weleh aplikasi LBS emank mantep , pengembangan selanjutnya dari teknologi navigasi GPS
http://www.solusigpstracker.com
Wih asik, tapi udah bisa di Indonesia blom tuh? Saya pengen nyari bir Bintang soalnya. Hehehe http://bit.ly/HSYAg7
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.