Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Kamis 23 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Papua
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Kepentingan Papua diabaikan

Diterbitkan : 15 November 2011 - 11:12am | Oleh Jean van de Kok (Foto: SimonLPearson)
Diarsip dalam:

Suatu hari di pertengahan tahun 50an abad lalu, keluarga Indo Belanda tetangga orang tua saya pindah ke Nieuw Guinea, atau Irian Barat. Mereka sudah jemu dengan retorika anti Belanda presiden Soekarno yang mau merebut kembali Irian Barat dari tangan penjajah Belanda.

Keluarga Indo Belanda ini justru bermigrasi dari Jawa ke Papua. Mereka tidak sendiri. Ratusan keluarga Indo Belanda lainnya dari berbagai daerah di Indonesia pindah ke Irian Barat.

Migran Indo Belanda
Warga Indo Belanda adalah keturunan berdarah campuran Indonesia dan Eropa, terutama Belanda. Mereka mempertahankan status Belanda mereka setelah Indonesia merdeka. Pemerintah Belanda menawarkan Papua sebagai alternatif tempat tinggal mereka di Indonesia. Papua memang luas dan relatif kosong.

Memang Belanda tidak pernah menomorsatukan kepentingan orang Papua dalam kebijakan kolonialnya. Nieuw Guinea bukan dikembangan sebagai daerah untuk bangsa Papua, namun sebagai daerah pengungsian bagi warga Indo Belanda.

Alasannya? Mereka tidak cocok diungsikan dan tinggal di Belanda karena terlalu bersifat “Indisch” atau Indonesia. Namun orang Indo Belanda juga tidak kerasan tinggal di Indonesia yang berubah total sejak kemerdekaan. Ada unsur rasialis di balik politik migrasi Belanda ini.

Orang Indo Belanda juga tidak bisa diterima di Belanda. Pemerintah Belanda menganggap orang Indo Belanda tak bisa beradaptasi di negeri kincir angin.

Gagal
Tapi proyek ini gagal. Warga Indo Belanda yang mayoritas adalah pegawai kolonial Belanda susah diubah profesinya menjadi petani. Mereka akhirnya berbondong-bondong pindah ke Belanda. Atas tekanan Amerika Serikat, akhirnya Irian Barat jatuh ke pangkuan NKRI.

Kepentingan Papua kembali diabaikan elit politik Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat. Alasan penyerahan kedaulatan ini bukannya karena sesuai dengan aspirasi penduduk Papua, namun karena Barat takut Indonesia jatuh ke tangan komunis kalau sampai konflik ini tidak diselesaikan.

Konflik ini terjadi ketika perang dingin antara Barat dan komunis mencapai titik gawat. Amerika terlibat perang di Vietnam, dan seperti domino, perang ini akan menjalar ke Indonesia. Komunis akan berkuasa di Indonesia.

Untuk menghindari ini, Papua dikorbankan untuk mengakhiri konflik Indonesia-Belanda.

Indonesia
Ketika Indonesia berkuasa di Papua, salah satu kebijakan penting adalah transmigrasi petani Jawa yang miskin ke Papua. Indonesia tidak belajar dari kegagalan migrasi kelompok Indo Belanda di jaman kolonial ke Papua. Sama seperti jaman kolonial, Jakarta mengirim migran ke Papua.

Baik Belanda maupun Indonesia memiliki konsep Papua Barat adalah pulau besar dan kosong, jadi bisa diisi dengan migran baru.

Tidak ada yang baru dalam masalah ini, elit politik Belanda dan Indonesia mempertahankan gengsi mereka. Mereka bertengkar soal kekuasaan di Papua. Elit kedua negara ini memiliki konsep sama tentang pembangunan wilayah: migrasi.

Aset peradaban dan kebudayaan Papua tidak diacuhkan. Mereka menjadi hiasan latar belakang dalam drama politik ini.

Diskusi

Tacha 26 November 2011 - 8:10pm / Singapore

Kalau Indonesia itu dipimpin oleh org-org jantan dan ksatria kenapa musti takut mengadakan suatu REFERENDUM di West Papua utk mengetahui keinginan rakyat sana apakah mau ikut NKRI atau lepas dari NKRI?.. Kalau org indo begitu yakinnya akan kedaulatan NKRI di West Papua yah silakan aja bilang mongo mongo REFERENDUM. Gitu aja kok takut. Kalau rakyat Papua pisah jadi negara sendiri juga tidak ada ruginya. Khan Indonesia bisa tetap jadi jaling hubungan bilateral antara kedua negara dan bisa juga mengunakan skill know how nya SDM Indonesia utk mengeksplorasi SDA Papua demi kemajuan kedua negara. Indonesia itu sebenarnya bangsa yang hebat dgn org-org pintarnya banyak cuman kasihan pemimpin-pemimpin nya yg terpusat di Jawa itu yg payah semua. Otak koruptor dan tidak punya visi yg luas ke masa depan. Pikirnya yg cuman tumpuk harta dan uang dari korupsi buat sejahterakan keluarga sendiri, kalau visi utk berbangsa da bernegara yg luhur itu nol besar. Jadi susah kalau negara besar punya model lider seperti Indonesia yg sekrg. Alangkah baiknya Indonesia dgn inisiatif sendiri adakan REFERENDUM di West Papua, kalaupun Papua lepas, saya bisa jamin 1000 % bahwasanya negara Papua yg merdeka tetap akan tergantung kepada Indonesia dalam hal pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan tranfer teknologi know how. Dgn begitu bisa dibayangkan Indonesia akan menjadi negara yg berreputasi luhur dan dihormati oleh negara-negara lain di kawasan Asia dan dunia. Papua sekrg adalah batu dalam sepatu diplomasi Indonesia, kalau tidak mau terluka, berdarah-darah serta infeksi dan mati maka Indonesia harus dgn jiwa kesatria adakan refrendum di Papua.

agung budiarto 23 November 2011 - 12:19pm / indonesia

intinya, belanda msh belum rela atas proklamasi kemerdekaan indonesia 17 agustus 1945 dan penjajah belanda harus tunduk sesuai perjanjian internasional, maunya sih belanda menjajah lagi, kemudian ciptaan 'manusia boneka' di maluku, ambon, papua dan wilayah lain

Anonymous 20 November 2011 - 1:01pm / Indonesia.

Indonesia bukanlah negara merdeka dan berdaulat. itu hanya isapan jempol semata, tapi bila diminta pertanggung jawabnya di pengadilan International dengan segala pembuktiannya, nol besar. Untuk saya berpesan kepada semua para pejuang Republik Papua barat, RMS dan Atjeh Merdeka, agar gugatlah pemerintah Indonesia dipengadilan International, atau sekurang kurangnya undanglah jurnalis dan katakan bahwa, Indonesia itu negara ilegal, atau banans republik. Nyatakanlah dengan terang fakta ini. Jangan hanya kau dianiaya sementara mulutmu diam saja. Katakanlah kepada media dunia bahwa, Indonesia itu negara ilegal dan semua pemerintahnya adalah berstatus kriminal international. Katakan itu dengan terus terang. Dan minta PBBlah yang menjadi saksinya. Karena selain dari negara RIS yang diakui oleh PBB, maka itu adalah ilegal. PBBlah saksinya. Bilang itu kata dan jangan diam saja. Katakanlah kepada semua orang bahwa, Indonesia itu negara ilegal, kalau ditanya kata siapa, jawab saja kata PBB. Indonesia negara ilegal dan semua aparatnya adalah kriminal international.

bro gan 21 November 2011 - 7:19pm

Anda asal bicara, dan seakan merasa paling benar di dunia dengan menyebar hasutan anti Indonesia, Kalau pun anda bilang bahwa RIS itulah yang di akui PBB apa artinya terus RMS punya hak mendirikan negara sendiri ? COntohnya, apakah setiap negara bagian di Amerika Serikat menjadi negara tersendiri diluar Amerika Serikat ?

Anonimus 22 November 2011 - 11:18pm / Indonesia

Hai saudara, jangan samakan Indonesia dengan AMERIKA. Amerika tidak pernah kacau seperti Indonesia dengan Sukarnonya, mengerti? Amerika Serikat dari dulu hingga kini, tetap saja dan terus begitu, tidak diobah oleh seorang tokoh kriminalnya. Indonesia itu nama negara ilegal karena dihancurkan oleh seorang tokoh kriminal international yang bernama SUKARNO. Hukum dan perundang undangan negara semuanya dipalsukan. lalu mau jadi apa lagi Indonesia itu? Indonesia itu, negara ilegal dan pemerintahannya adalah kriminal international. Benar ngga?

mbahpur 21 November 2011 - 7:39am / Indonesia

bos Anonymous, sebagai konsultan Papua anda harus memberikan argumentasi yang kuat dong.. kalau Papua cuma dibekali dengan argumentasi Indonesia illegal, kriminal, bananas republik doang, kagak kuat argumentasi nya. Sama Adnan Buyung Nasution SH or Kaligis SH, bisa bisa dilalap abis..
Cari advokat2 muda Belanda yang sedang nyari karier, lalu diadu dengan advokat2 Indonesia tentang HAM. Tapi inipun lemah, sebab pelanggaran2 HAM oleh Belanda sendiri juga belum diselesaikan.. Sedangkan advokat2 dari negara lain, mana mereka tahu tentang sejarah Indonesia? Amnesty International juga sekarang bungkam...
PBB itu nggak ngaruh, nggak ngikat aturan2 nya... Kalau untuk negara2 GUREM wel...Tapi Indonesia itu punya 250 juta manusia lebih lhoo..PASAR BESAR..
Dan punya Uran. Dan USA tertarik akan Uran ini.. Mana berani PBB lawan USA?

Anonimus 22 November 2011 - 11:21pm

Aku tidak mau sombong, tapi aku tau kekuatan para hakim Indonesia semuanya, kitakan sama sama belajar. jadi yang mereka tau aku juga tau, tapi apa yang aku tau mereka tidak tau. Dan kalau mereka tau, maka mereka itu adalah penipu dan dianggap sebagai bersekongkol dalam kejahatan international. Mengerti? Itu saja sedikit gambarannya buat kalian mengerti. Oke?

Anonymous 19 November 2011 - 10:43am / INDONESIA SONTOLOYO

Aku tidak sedih dan merasa iba buat Indonesia itu. karena selama ini, ketipuan dan kekejamannya TNI dan POLRi disegala bidang telah membuktikan bahwa, Indonesia itu negaranya dan pemerintahnya bukannya manusia seperti pancasilanya untuk menjadikan mereka berhati manusia. Itu bukti. Pancasila itu membuktikan bahwa Indonesia dan pemerintahnya itu bukanlah manusia tetapi sejenis manusia yang harus diajarkan dengan pancasilanya. Sekarang, Papua barat harus merdeka dan semua kejahatan pemerintah Indonesia itu, haruslah digugat kepengadilan international sebagai penjahat perang dan penjahat manusia. Pemerintah Indonesia dengan segala TNI dan POLRInya benar benar adalah menusia manusia yang tidak berprikemanusiaan, jadi benarlah kalau mereka itu sejenis binatang. Apakah itu presidentnya, sampai kepda koprla dan tamtamanya dari TNI dan POLRI semuanya adalah binatang kotor dan rakus maniak. Pemerintah Indonesia adalah pemerintah sontoloyo maniak. Dasar Jawa makan kutu dan biarlah mereka tertimpa kutuk dan laknat naraka bahalul. Dan biarlah itu menjadi bahagian Bina Graha dengan semua penghuninya. Biarlah banjir dan sunami bergelobang 50m tingginya menghancurkan mereka semua.

anak maluku 16 November 2011 - 10:08am / RMS

Viva Aceh,
Viva Maluku,
Viva Papua...

Insya Allah kami akan berdiri sendiri, lepas dari aneksasi Indonesia (khususnya TNI / Polri dan Laskar Jihadnya).
Maluku telah merdeka 25 April 1950, Papua akan mengumumkan kemerdekaannya pada 01 Desember 2011, Aceh telah brdiri sebagai Negara dalam Negara yg org awam Indonesia tdk tau kalo Indonesia itu akan tinggal hitung waktu untuk runtuh.
Dan namanya akan terhapus dari peta dunia.

Insya Allah,
Wallahualam.

MERDEKA bangsa Aceh, Maluku dan Papua.

nona kupang 16 November 2011 - 7:48am / Indonesia

"Belanda tidak pernah menomorsatukan kepentingan orang Papua dalam kebijakan kolonialnya..."

saya heran, sudah dinomor-duakan, kok kelompok pro-M tetap mendewakan Belanda...? sadar dong....!!! Kita ini bangsa yang berdaulat, bangsa Indonesia, kenapa harus bangga sama penjajah...?

mbahpur 16 November 2011 - 8:05am / Indonesia

Ada pepatah Jerman mengatakan : Wessen Bier ich trinke, dessen Lied ich singe. Bir siapa yang kuminum, lagu dia yang kudendangkan.
Maksudnya, siapa yang bayar aku, ku ikutilah dia..
Belanda sejak dulu hanya tertarik akan air, tanah dan semua isinya..Bukan tertarik kepada si Manusia nya in sich. Juga terhadap Jawa, Sumatra dlsbnya..
Oleh sebab itulah mengapa BapakIbu dan Paman2 dan Tante2 kita dahulu ingin Merdeka ka.. Sak merdeka2 nya 100%. Tapi Belanda bukan bangsa goblok.
Belanda itu mbuuuleeet terus, istilah Jawanya..Mana mau dia nyerah kalah sama bekas kacung2nya, bekas boedak2nya? Terkenal sebagai bangsa bisnis, mana mau Belanda kehilangan investasi2nya di Nusantara yang telah dia tanam ratusan tahun lamanya itu?? Kita aja yang nggak sadar en nggak tahu. Di nina bobok kan, kita dah terlena pulas dan puas. Tapi perlu diakui, Belanda memang jago.. Oleh sebab itu, kita juga perlu pandaikan diri kita sendiri juga. Itulah sulitnya. Hanya dengan BLA..BLA..BLA sulit.

Raflihasan 16 November 2011 - 5:32am / Indonesia

Tidak ada kebijakan yang berjalan tanpa dampak negatif. Itulah hidup di dunia. Jadi wajar saja apabila ada opini "pengabaian kepentingan Papua". Namun menurut saya, kita juga tidak boleh berhenti berbuat dan berfikir yang ikhlas dan terbaik demi Papua. Kalaupun ada kesalahan, apakah kita mau menghentikan langkah kita? Saya kira bangsa yng besar ini bukan quitter, atau camper..begitu terjadi hambatan berhenti atau diam di tempat. Tidak, perbaikan, normalisasi dan rekonsiliasi adalah upaya2 demi masa depan. Pelajaran masa lalu harus menjadi perbaikan di masa sekarang dan masa yang akan datang. Lesson will repeated until it learned. Apabila pengalaman di atas menyebutkan Indonesia tidak pernah belajar, maka pembelajaran tersebut akan terus berulang sampai betul2 learned. Saat ini adalah saat yg tepat untuk perbaikan demi masa depan Papua yg lebih baik.

Donatus Ari 16 November 2011 - 5:24am

Pemerintah telah memberikan jawaban dengan dengan memberikan dana Otsus untuk meningkatkan kesejahteraan akan tetapi dari birokarsi pemerintah daerah yang tidak secara benar dalam pelaksanaannya dengan adanya pejabat yang melakukan korupsi dana otsus tersebut.

Mayham 16 November 2011 - 5:17am

Yang membuat kepentingan Papua diabaikan adalah penyebabnya banyaknya penyelewengan yang dilakukan pejabat Daerah sehingga kepentingan rakyat terabaikan. Pemerintah pusat harus serius dalam menangani permasalahan di Papua...

maluku 16 November 2011 - 2:57am

Pengakuan yang sungguh jujur mbahpur.

mbahpur 15 November 2011 - 9:44pm / Indonesia

terus terang saya tidak bisa membayangkan betapa luasnya Papua. Betapa jauhnya Papua dari Jakarta atau Yogya...8 jam terbang ke Manokwari?
Republik Indonesia menuntut kemahiran bernegara yang benar2 ahli..Republik ini harus diatur oleh orang2 yang mampu dalam segala hal..
Atau lupakan saja ide ber Indonesia itu.. Sebagai orang Jawa saya mendukung ide NKRI..Tetapi kalau kita semua tidak mampu membuat NKRI itu betul NKRI seperti idaman kita, saya sebagai orang Jawa dan teman2 saya serta keluarga saya juga tidak takut hidup tanpa Papua atau Maluku.. Jalan apa saja pasti ada.. Orang Jawa juga tidak rela selalu di salah2kan sebagai penyebab perpecahan.. Orang Jawa itu banyak macamnya. Orang Jawa juga banyak menderita di era Penjajahahan Belanda dan di era Suharto. Sekali lagi orang Jawa bukan manusia pengecut penakut.. Seandainya harus terjadi, terjadilah..Dan akan kami hadapi apa adanya.. HIDUP JAWA...HIDUP PAPUA..HIDUP INDONESIA.. Saya dan kerabat saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Papua.
Bukan salah orang Jawa bila Transmigran Jawa lebih pandai baca tulis..sehingga lebih sukses ekonomi dibanding dengan penduduk setempat.
PUSAT PENDIDIKAN dipusatkan oleh BELANDA di Pulau JAWA..
Jawa adalah de mooie tropische Neerland..(dulu).
Orang2 dari Jawalah yang dipakai oleh BELANDA sebagai budak tani untuk bertani di Suriname, di Afrika Selatan, di mana mana..Karena memang orang2 Jawa mahir bekebong dan ber cocok tanam.. That is fact.. Untunglah sekarang sudah ada Putra Papua juga sudah menjuarai OLYMPIADE FISIKA DUNIA tingakt SMA. SIlahkan saja..Apa yang akan terjadi, terjadilah..Amin

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Restoran Korea Utara Pertama di Negara Barat
Walaupun Korea Utara adalah sebuah negara terkucil, tapi dapurnya terbuka...
Tak Sudi Lihat Langsung Makam Westerling
Yayasan K.U.K.B. tengah mempersiapkan proses hukum terhadap negara Belanda...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET