Tidak, Brasil tentu tidak akan begitu saja bisa mengalahkan Belanda. Menurut media Brasil, tim kaos kuning mereka untuk kali pertama baru akan menghadapi tim kuat di putaran final kejuaraan dunia sepakbola di Afrika Selatan ini.
Namun, rasa takut, akan jadi penyebab kekalahan Belanda. Padahal, di Brasil, Belanda dihormati berkat gaya permainan serangnya.
"Selalu menyerang, mencari peluang untuk mencetak gol. Karena itu pula orang Brasil menyukai gaya sepakbola Belanda," kata Frank Fortes, pemimpin redaksi radio Band Esportes, di Brasil.
Jogo Bonito
Brasil mengakui, bertanding melawan Belanda, berarti bermain sepakbola indah, 'jogo bonito'. Kekaguman ini bermula sejak 1974. Ketika Belanda mengalahkan Brasil. Sejak itu tim Belanda dikenal sebagai 'Laranja Mecânica' atau presisi Oranje.
Namun lebih besar dari rasa kagum pada Belanda adalah kepercayaan pada kemampuan tim nasional sendiri. Menurut Sergio Rizzo, kolumnis sepakbola di situs Yahoo Brasil, ketika itu tim asahan Rinus Michels takut pada tim kaos kuning:
Sergio Rizzo: "Pada pertandingan tahun 1974 Belanda bermain jauh lebih kuat ketimbang Brasil. Sampai saat tim Oranje mengamati tim berkaus kuning lebih lanjut dan menyadari bahwa lawan mereka telah jadi juara dunia tiga kali. Memandang tim kuat seperti itu, baru tim Oranje kaget."
Faktor Kaus Kuning
Menurut Frank Fortes, tim asuhan Dunga menghadapi duel sulit. Namun, Frank Fortes melanjutkan, keyakinan atas tradisi Brasil, setiap kali selalu menang, lebih kuat.
Frank Fortes: "Dalam sejarah pertandingan antar dua negara, di beberapa putaran final kejuaraan sepakbola dunia, Brasil lebih banyak mencetak gol ketimbang Belanda. Itu yang terjadi di Prancis pada tahun 1998. Dan itu pula yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1994."
Kolumnis Sergio Rizzo menyebut dua alasan, mengapa Belanda dua kali kalah dari Brasil. "Faktor kaus kuning, atau rasa takut. Dan tidak memiliki taktik khusus untuk mengalahkan Brasil."
Sementara itu, pada umumnya warga Brasil juga mengkhawatirkan hasil pertandingan melawan Belanda. Tim Oranje punya beberapa penyerang jempolan. Orang terutama kagum pada Robben dan Sneijder.
"Robben itu luar biasa. Pemain tim Belanda terbaik," kata Felipe Santana, koresponden Spor TV di Belanda. "Dan Sneijder adalah salahsatu pemain tengah paling baik."
Kolumnis Sergio Rizzo memperkirakan serangan tim Belanda akan menggebu-gebu. Jika Robben tampil dengan taktik serangan yang mengejutkan, Belanda bisa menang, kata Sergia Rizzo. "Di Brasil, orang sangat mengagumi Robben. Tapi, cara ia mencetak gol, gampang ditebak. Belanda punya peluang menang, kalau Robben dan beberapa pemain lain ditempatkan pada posisi berbeda."
Tetap Tenang
Oranje punya beberapa penyerang cermerlang, tapi lini pertahanan mereka tidak begitu kokoh. Secara keseluruhan tim kaus kuning lebih kuat, dan karena itu Brasil akan menang.
Sergio Rizzo merupakan pengecualian. Ia yakin, kedua tim sama kuat. Ia berpendapat, Belanda punya peluang untuk menang. "Agar menang, selama limabelas menit pertama, tim Oranje harus bermain tenang. Lawan mereka tidak lebih dari sebelas pemain sepakbola. Mereka mengenakan kaus kuning. Karena itu, tim Belanda tidak perlu merasa takut. Tim berkaus kuning pun, bisa kalah."
Jeruk Peres
Brasil akan merombak tim Oranje jadi 'laranjada' atau jeruk peres. Media Brasil menyambut gembira berlangsungnya duel yang menegangkan ini.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.