Adnan al-Mansouri sudah sepuluh bulan tidak mendengar kabar dari ayahnya. Ayahnya, Abdullah al-Mansouri, adalah seorang pegiat HAM Belanda, dan sudah beberapa tahun lamanya mendekam di penjara Iran.
Minggu ini PBB menyatakan sangat khawatir akan nasib ratusan tahanan di penjara Iran yang dilaporkan kemungkinan eksekusi diam-diam. Menurut anak al-Mansouri, angka sebenarnya bisa lebih tinggi.
Tahun lalu Iran melakukan tiga ratus kali hukuman mati terhadap para tahanannya, tahun 2011 ini sudah 146 kali, tulis laporan PBB mengenai situasi HAM di Iran. Vonis ini dilaksanakan di penjara di kota Mashhad, Iran timur, tanpa sepengetahuan keluarga dan pengacara mereka.
Tempat tinggal rahasia
Adnan al-Mansouri tidak tahu nasib ayahnya Abdullah, yang harus mendekam selama lima belas tahun di penjara Iran. Abdullah al-Mansouri melarikan diri dari Iran tahun 1988 ke Belanda, dan pada tahun 2006 dia ditangkap di Suriah dan dijatuhi hukuman mati di Iran. Vonis ini kemudian diringankan menjadi hukuman penjara.
"Tentu saja saya cemas akan nasib ayah saya. Sejak Desember tahun lalu kami tidak mendengar kabar dari dia. Pada hari ulang tahunnya, tanggal 23 September, Amnesty Internasional telah mengirim 23 ribu tanda tangan ke Iran untuk memberitahu bahwa kami tidak melupakannya. Sayang kami tidak tahu dimana dia berada, sebenarnya kami tidak pernah tahu mengenai tempat dia ditahan." kata Adnan al-Mansouri.
Empat orang Iran-Belanda
Menteri luar negeri Belanda mengatakan ada empat orang Iran berwarga negara Belanda yang ditahan di Iran. Amnesty Internasional Belanda tidak tahu apakah ada napi berwarga Belanda yang dieksekusi. Iran merahasiakan hal ini. "Kadang terdengar kabar siapa yang dieksekusi, melalui keluarga atau pengacara" kata Ruud Bosgraaf van Amnesty International di Belanda.
Aktivis Iran Belanda Sadegh Nagash menegaskan: "Rezim mencoba membatasi hubungan antara para tahanan politik dan keluarga mereka. Keluarga bahkan juga diancam, dan tidak boleh bicara dengan organisasi media dan HAM. Karena itu sangat sulit untuk mengetahui bagaimana kabar para tahanan. Sekarang ada juga UU yang melarang usaha melakukan kontak dengan tapol."
Rahasia
Kemungkinan jumlah tapol yang dieksekusi sesungguhnya lebih tinggi dari yang dilaporkan PBB, demikian Adnan al-Mansouri. Nagashkar berkata situasi yang sebenarnya jauh lebih serius:
"Sebagian eksekusi dilaporkan oleh media nasional, namun banyak yang dirahasiakan. Kemungkinan ratusan tahanan mati digantung di pelbagai penjara. Berita ini tidak sampai keluar. Kami mencoba mengumpulkan informasi mengenai nama dan data napi serta lokasi eksekusi kemudian memberikan informasi tersebut kepada PBB."
Bosgraaf menjelaskan: "Amnesty mencatat sampai 252 eksekusi pada tahun 2010 di Iran tapi kemungkinan angka sebenarnya sampai dua kali lipat. Tahun ini kami sudah mencatat lebih dari 400 eksekusi, 30 diantaranya dilakukan di muka umum."
Kedutaan tak berguna
Bagaimana cara mendesak Iran? Bisakah Dewan Keamanan PBB menghentikan eksekusi dan pelanggaran HAM di Iran, Nagashkar meragukan.
Adnan al-Mansouri sudah menyerukan agar Iran diberi sanksi tambahan dan dilakukan pemutusan hubungan diplomatik. Tapi Belanda tidak melakukannya, karena tindak seperti itu akan merugikan kepentingan ekonomi, katanya. "Jika berhubungan dengan masalah HAM, jangan berharap pada kedutaan" tambahnya.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.