Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Bari Muchtar
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Kelompok Spiritualitas Menjamur di Indonesia

Diterbitkan : 7 Januari 2011 - 1:19pm | Oleh Bari Muchtar (rnw)
Diarsip dalam:

Di Indonesia belakangan bermunculan kelompok spiritualitas. Demikian tandas Ahmad Muttaqin dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, kepada Radio Nederland.

Ilmuwan yang tengah menyelesaikan desertasinya di Universitas Griffith Australia ini beberapa saat silam berada di Belanda untuk melakukan penelitian di KITLV, sebuah lembaga studi Asia Tenggara dan Karibia di Leiden. Bersama rombongan yang tergabung dalam program Young Leaders, ia mampir di Radio Nederland di Hilversum.

Spiritualitas hibrida
Ahmad Muttaqin mengatakan ia mempelajari kelompok-kelompok spritualitas yang menggabungkan elemen-elemen lokal dan global. "Dalam studi saya, saya sebut spritualitas hibrida atau hybride spirituality,  " tandasnya.

Termasuk kelompok spiritualitas lokal misalnya adalah para pengikut apa yang zaman Orde Baru dulu disebut kelompok kebatinan. Sekarang ada semacam reproduksi dari kebatinan yang dicampuri dengan elemen-elemen luar, jelasnya.

Falun Gong
Akhir-akhir ini di Indonesia juga bermunculan kelompok spiritualitas yang tidak berakar di  Indonesia. Sebagai contoh Muttaqin menyebut Falunggong dan Yoga. "Meskipun banyak orang kebatinan yang mengatakan mereka sama-sama melakukan meditasi, " tambahnya.

Menariknya, menurut ilmuwan dari UIN Sunan Kalijaga ini, sekarang di Indonesia muncul gejala penggabungan antara psikologi, manajemen dan spiritualitas. "Di Indonesia yang terjadi adalah gabungan antara humanistic psychology, personal development atau manajemen diri digabung dengan elemen-elemen spiritualitas."

Ada yang mengambil elemen lokal dan ada juga menyerap aspek-aspek sufisme atau tasawuf, tambah Muttaqin.

Di tengah berkembangnya kelompok spritualitas ini, di Indonesia juga semakin banyak para pendukung agama yang formalistik dan kaku. Banyak di antara mereka ini yang beranggapan bahwa tasawuf itu sebenarnya bukan murni Islam.

Kelompok formal
Kelompok spritualitas ini, menurut Muttaqin,  justru merupakan reaksi terhadap orang-orang yang kaku atau rigid itu. Ahmad Muttaqin menyadari  banyak orang asing yang menjadi pakar Indonesia atau Indonesianis yang melihat perkembangan Islam Indonesia semakin formal. Pasalnya mereka ini hanya melihat semakin kuatnya pendukung  syariat Islam dan partai di Indonesia.

Muttaqin menambahkan, penganut aliran spiritualitas ini sikapnya lebih pluralis dan toleran dibandingakan dengan kelompok formalistik yang mayoritas itu. Ia melihat pula bahwa kelompok mayoritas merasa terancam dan menuduh para pendukung spiritualitas sudah keluar dari Islam atau penganut sinkretisme.

Juga banyak terjadi kekerasan terhadap orang-orang yang berbeda pendapat dengan kelompok main stream.

Tidak bisa dibendung
Namun berkat reformasi dan internet, arus kelompok spiritualitas tidak bisa dibendung lagi di Indonesia. Bukan hanya pengikut spritualitas saja yang bermunculan, tapi malah sudah ada orang-orang yang menyatakan dirinya seorang agnostik. Pesat atau tidaknya perkembangan kelompok ini tergantung pada sikap pemerintah.

Dulu orang mengira, hanya orang tua-tua saja yang menyukai kebatinan atau spritualitas. Tapi sekarang kenyataannya sudah berbeda, tambah Ahmad Muttaqin. Justru anak mudalah yang menghidupkan aliran spiritualitas.

Penelitian di Leiden
Untuk menyempurnakan penelitiannya, atas saran profesor yang memimbingnya, ilmuwan dari Yogya ini berkunjung ke Belanda. Alasanya terutama karena di Belanda ada KITLV, yang memiliki koleksi lengkap yang bisa dijadikan bahan desertasinya.

Ia menilai banyak koleksi yang di Indonesia tidak diopeni oleh masyarakat dan pemerintah, tapi di Belanda justru dipelihara dengan baik. "Untuk studi sejarah tentang Nusantara, tentang Indonesia, saya kira salah satu sumber yang lengkap ya di Belanda."

Dengarkan wawancara di bawah ini.

Wawancara Ahmad Muttaqin

Terkait:

Diskusi

Anonymous 13 Januari 2011 - 12:00pm

pertanyaannya apakah Islam dulunya berakar dari Indonesia atau dari Saudi Arabia? Coba para ilmiawan berpikir.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET