Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Sabtu 26 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Polisi di depan pusat kongres Kopenhagen; foto: Willemien Groot
Avatar Willemien Groot
Map
Kopenhagen, Denmark
Kopenhagen, Denmark

Kekacauan di KTT Iklim Kopenhagen

Diterbitkan : 16 Desember 2009 - 2:32pm | Oleh Willemien Groot
Diarsip dalam:

Frustrasi-frustrasi terhadap tidak adanya kemajuan dalam KTT Iklim di Kopenhagen yang digelar PBB semakin meningkat saja. Di luar pusat konferensi terdapat ribuan demonstran, yang sebagian nekad masuk lokasi dengan kekerasan. Ada juga imbauan untuk secara massal meninggalkan perundingan. Delegasi dan LSM-LSM seharusnya bergabung dengan kaum pengunjuk rasa. Sejumlah LSM dilarang mengikuti perundingan.

 
Di depan pintu masuk pusat kongres Bella di Kopenhagen, para peserta perundingan KTT Iklim dihadapkan dengan kenyataan. Sebuah kordon satuan anti huru-hara dan bis-bis polisi ditempatkan di dekat pintu masuk dan keluar. 90 orang yang termasuk delegasi organisasi lingkungan Friends of the Earth duduk di lobi. Secara demonstratif mereka menunjukkan kartu tanda masuk mereka. Kendati demikian, mereka toh dilarang masuk karena ‘alasan keamanan’. Dan mereka bukan satu-satunya.
 

Dikucilkan
"Kami bukan ancaman terhadap keamanan. Kami di sini untuk mengikuti perundingan", kata direktur Nnimmo Bassey dari Friends of the Earth International. "Kami mengharapkan diskusi terbuka, tapi sekarang banyak orang dikucilkan. Ini sungguh mengherankan."
 
Kendati demikian, Bassey tetap berharap perundingan berakhir baik. Tapi kaum demonstran yang di luar dan LSM-LSM yang berhasil masuk, tidak terlalu optimis. "Sudah dua tahun mereka membahas tema yang sama. Yaitu, pengurangan emisi CO2 dan bantuan keuangan serta teknik kepada negara-negara berkembang. Itu tetap dilakukan sampai sekarang dan tidak ada kemajuan ", kata juru bicara iklim Willem Verhaak dari Milieudefensie.
 

Forum sipil

Karena itu, kelompok aksi Climate Justice Action ingin menyelenggarakan 'forum sipil' di lokasi pusat kongres Kopenhagen Bella. Pemimpin aksi Kevin Smith berulangkali menekankan demonstrasi harus berjalan damai, tapi kekerasan juga diperhitungkan. Polisi Denmark tidak akan mengijinkan kaum pengunjuk rasa mendekati pusat kongres.
 
Tapi menurut demonstran 'Peter', yang tidak mau dikutip dengan nama sesungguhnya, banyak cara untuk memperdayai polisi. "Ada yang tahu caranya melewati pagar atau menggulingkannya. Kami tahu caranya menghindar dari polisi sambil lari atau naik sepeda. Ada yang menggelar aksi di kota untuk menyibukkan polisi." Ini mengenai jumlah, katanya. "Jumlah polisi 6000 orang  dan demonstran lebih dari 10 ribu."
 

Pelampung penyelamat
Delegasi-delegasi dan perwakilan resmi lainnya diundang bergabung dengan 'forum sipil'. Keikutsertaan mereka diharapkan memicu 'walk out' secara demonstratif. LSM-LSM ambil bagian dan diperkirakan sejumlah delegasi akan bergabung juga. Karena mereka juga tidak puas dan terutama tidak percaya. Walaupun negara-negara industri dan berkembang tampak saling mendekat, tapi kini mereka kembali tuduh menuduh.
 
Lumrah, perundingan berlangsung alot menjelang konferensi tingkat menteri,tapi kali ini semua pihak keras kepala. Walaupun Sekjen PBB Ban ki Moon mengimbau mereka mencari kompromi dan musyawarah.
 
Yvo de Boer, koordinator PBB urusan iklim, Selasa (15/12) masuk ruang pers dengan pelampung penyelamat besar. Hadiah organisasi pembangunan OxfamNovib yang bertuliskan '1,5 Million Voices. Act Now Save Lives'. Kopenhagen sangat memerlukan pelampung itu.

  • Delegasi Friends of the Earth yang dilarang masuk<br>&copy;
  • Delegasi Friends of the Earth yang dilarang masuk<br>&copy;
  • Nnimmo Bassey, direktur Friends of the Earth<br>&copy;

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET