Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Yunita Rovroy
Map
Amsterdam, Belanda
Amsterdam, Belanda

Kejujuran Rijsbergen Dibalas Mogok Pemain

Diterbitkan : 20 September 2011 - 12:19pm | Oleh yunita rovroy (© RNW)
Diarsip dalam:

Para pemain kesebelasan Indonesia lebih sibuk mengurus rambut ketimbang pertandingan, ungkap de Pers.

Sebelum ini Wim pernah pula berkomentar, "mungkin pemain-pemain Indonesia kurang bagus untuk bermain di tingkat internasional." Ia mengatakan hal itu setelah timnya kalah 2-0 dari Iran. 

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia PSSI melakukan penyelidikan resmi atas Rijsbergen, atas ucapan tersebut. Sikap keras sang pelatih Belanda tidak selalu dihargai di Indonesia.

Harian de Pers menulis, "para pemain berlagak seperti diva yang cepat sekali menyerah." 

Mogok
Ketika Rijsbergen sewaktu istirahat pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Iran menegur timnya dengan nada keras namun jujur, para pemain sedemikian terpukul, sehingga mereka melakukan aksi mogok beberapa pekan kemudian. Tujuh pemain menolak bermain di bawah komando Rijsbergen. Aksi mogok ini berlangsung sekitar satu pekan.

Wartawan de Pers, menghubungi Wim Rijsbergen, yang sedang berada di Belanda.

"Mereka (PSSI, red.) menaruh harapan tinggi pada saya, tapi saya dikasih seleksi pemain yang tidak fit. Ketika saya harus mengayomi anak-anak ini lima hari menjelang pertandingan penting, mereka sudah berminggu-minggu tidak latihan. Pada pertandingan berikut, pemain unggulan pergi, terkait masalah pribadi. Konyol. Ia sebenarnya malas berangkat ke Teheran. Setelah itu, dua pemain lain hengkang, begitu saja."

Terkait:


Frustrasi

De Pers
bisa mengerti frustrasi Rijsbergen. Harian Belanda ini bersikap negatif terhadap prestasi pemain bintang Gonzales. Para pemain lain lebih sibuk mengurus gaya rambutnya ketimbang pertandingan. Idola remaja, Irfan Bachdim, lebih sibuk dengan karier filmnya ketimbang sepak bola. Wajahnya terpampang di seluruh Jakarta, sebagai promosi untuk film Tendangan dari Langit.

Pesepak bola Indonesia ingin sekali menjadi Beckham baru, tapi mereka tidak tahu bahwa Beckham bekerja sangat keras.

"Mereka datang terlambat pada latihan, bahkan sampai empat hari. Jelas saya mengangkat masalah itu," ujar Rijsbergen, yang 1 Oktober mendatang kembali ke Indonesia.

"Mereka susah sekali menerima kebenaran. Saya sangat terbuka kepada pemain saya. Saya berusaha supaya permainan mereka lebih baik. Bahwa mereka kemudian marah dan mogok, itu sangat mengecewakan." Demikian de Pers.

Diskusi

wahyu rozana 27 Oktober 2011 - 6:14am / indonesia

sehebat apapun pemain tidak akan ada apa-apanya bila tidak disiplin dalam semua segi,baik di lapangan maupun diluar.janganlah merasa seperti sudah hebat,karena bukit masih tinggi untuk di daki..

d'lux 22 September 2011 - 7:57am / Indonesia

Ngomong apa ismael binti rajab, ga nyambung ..!!

ABCDEFGH 21 September 2011 - 5:01pm

salah satu bakat orang indonesia yang paling menonjol adalah sebagai seorang komentator, talk only,, action..? no

fans berat bung djenol 21 September 2011 - 2:37pm / Indonesia

Sebenarnya tidak ada yang perlu disalahkan. Kalo mau jujur, emang kita udah segitu aja kualitasnya. Generasi yang ada sekarang harus direlakan untuk 'dibuang'. Sementara itu mulai pembinaan yang benar dari bawah, berkiblat ke KNVB, pembibitan mulai dari usia 5-6th mini F pupillen, ato apa itu istilahnya di Belanda, saya kurang ngerti. Tapi pokoknya bikin pola pembinaan persis seperti KNVB punya. 5-6th, kompetisi 4 lawan 4, kemudian mulai usia 8-10, kompetisi 7 lawan 7 dstnya sampai usia 14th 11 lawan 11. Persisnya pasti bung Djenol lebih ngerti. Saya mah cuma kira-kira ajah.
Lantas tunggu 20th. Kayak Jepang yang makan waktu 20th untuk bisa jadi hebat seperti sekarang.

Anonymous 21 September 2011 - 7:00am / indonesia

emang mentale pemain timnas kayak tempe....
dilatih riedl hanya jago kandang doang...tak patut...
saatnya yang muda yang bermain gag bambang pamungkas dan firman saja...
membuat muak penonton...jangan hanya menyalahkan pelatih saja

fanni Hermawan 21 September 2011 - 4:30am / Indonesia

Di latih Riedle mrk bisa berjuang mati2an.. tetap berlari kencang walupun kepala cedera di balut perban...
saat di latih Mr. Wim semua pemain jadi loyo.. karna pelatih tdk mau mengerti dgn budaya dan kebiasaan lokal...

Komenmu Goblok 22 September 2011 - 2:30pm

Yang dimaksud dengan budaya dan kebiasaan lokal tuh apa? Budaya lokal yg saya ngerti adalah : gak mau mengakui kesalahan diri sendiri, apalagi mengakui kebenaran orang lain, mau nya mimpin tapi gak becus apalagi dipimpin, TABU itu.

anonim 21 September 2011 - 9:49am / anywhere

@fanni hermawan: Indonesia tidak mungkin akan maju bila ikuti budaya dan kebiasaan lokal. Kalau seandainya budaya dan kebiasaan lokal bisa bikin sepakbola Indonesia maju, maka mestinya sejak dulu indonesia juara dunia.
Nah, metode pelatihan sepakbola didunia bukan barang rahasia lagi. Semua itu sudah baku, tinggal bagaimana strategi yang diatur pelatih. Di samping itu kompetisi lokal harus diperbanyak.
Orang Indonesia itu bangsa BEBAL, jadi memang harus diberikan pelajaran dan kritik agar sadar.

Ismael binti rajab 21 September 2011 - 2:05am / negara ke III

Beginilah mental bangsa Indonesia yg telah diajarkan oleh pemimpin sekarang. Rambut harus pirang, kulit harus putih, pemimpin harus ganteng, mempunyai kendaraan roda empat harus dihormati, serjana itu adalah posisi yang sangat mahal, tidak bisa mengaji(orang munafik), posisi haji harus dihormati(Sekarang semua mereka koruptor). Cara kehidupan feodalism kiranya tetap dipertahankan. Sedangkan zaman IT mudah didapat, tetapi orang atas sana tetap tidak mempermurah pembayaran sambungan internet untuk masyarakat agar lebih cerdas. Jika cara ini masih dipertahankan di akhir berbangsa nantinya adalah saling berbunuhan didalam rumah/keluarga sendiri. Kotor pemimpin maka kotor pula rakyat yang dipimpin. Apa mereka itu tidak mempelajari hokum sebab akibat di zaman IT ini ???. Di Tv, sebagai nara sumber hanya 1% saja yg baik sedang yang lainnya bermain politik sebagai orang baik-baik.!!! Yang dicontoh barang-barang yang direklamekan di TV komersil yg hanya menguntung bagi si penjual barang. Jika tidak sama dengan di TV berarti tidak group saya.!!! Kesenjangan social tetap dipelihara seperti mempertahankan kerajaan jawa.!!! Agar rajanya tetap yang paling diatas. Ini Negara bukan kerajaan indonsia !!!! Sumua mempunyai hak untuk bahagia di tanahnya sendiri. Itulah prinsip Negara barat yang sudah maju.!!!!

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET