Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 19 Juni  
Avatar Prita Riadhini
Map
Hilversum, Jerman
Hilversum, Jerman

Kaum Ateis, Bukalah Topengmu

Diterbitkan : 23 Desember 2010 - 5:35pm | Oleh Prita Riadhini (Indonesian Atheists)
Diarsip dalam:

Kelompok ateis di Indonesia semakin banyak jumlahnya. Namun belum semuanya memproklamirkan diri sebagai orang yang tidak memiliki keyakinan beragama. Perlukah membuka "topeng" menyatakan diri seperti apa adanya, guna mendapat perlakuan sama?

Indonesian Atheists merupakan tempat berlabuh bagi orang yang tidak beragama. Grup tersebut didirikan oleh Karl Karnadi yang berdomisili di Jerman. Lama kelamaan anggotanya semakin banyak dan akhirnya menjadi sebuah komunitas yang mendukung orang orang yang mengalami diskriminasi dan mengalami kesulitan, saat memilih untuk tidak beragama.

Sejak saat didirikan tahun 2008 sampai saat ini sudah memiliki sekitar 400 anggota yang tersebar di seluruh belahan dunia. Kelompok ini ingin agar kaum ateis diterima dan menghapus diskriminasi.

"Diskriminasi itu simpel aja. Orang ga bisa menikah di Indonesia jika tidak beragama. Kemudian tentu saja ada banya lainnya seperti di KTP tidak ada kolom yang menyatakan bahwa kita tidak beragama. 

Itu adalah semua perlakuan yang diterima dari pemerintah. Belum lagi dari lingkungan sekitar misalnya dari keluarga, teman dan lain kenalan lainnya.

Bersuaralah
Sebagai seorang ateis, Karl Karnadi berharap, orang Indonesia dapat menilai kelompoknya berdasarkan kemampuannya bukan berdasar agama yang diyakininya. Untuk itu ia menyarankan agar sesama ateis menyuarakan kepentingan mereka. Sebab untuk mengubah keadaan harus dimulai dengan diri sendiri.

Sama ketika ia pertama kali mendirikan kelompok Indonesian Atheists tersebut. Pada mulanya ia tidak melihat ada kemungkinan bahwa kelompoknya akan diterima. Namun pada saat semua orang bosan dengan segala kekerasan radikal maka lambat laun kelompoknya mendapat dukungan. "Banyak orang support terhadap grup kami dan banyak yang mendukung pula agar Indonesia lebih ke arah sekuler."

Kendati demikian Karl Karnadi beruntung karena di antara anggotanya belum pernah menerima kekerasan dalam bentuk apapun. Itu karena mereka kebanyakan belum bersedia membuka dirinya sendiri.

Buka Topeng
"Banyak orang selama 24 jam masih memajang topeng mereka sebagai orang yang beragama, karena mereka tidak mau dikucilkan dalam masyarakat. Bahkan mereka juga menyembunyikan status mereka dari istri dan anaknya sendiri."

Sangat penting untuk membuka "'topeng" yang mereka kenakan selama ini. Untuk itulah ia memproklamirkan klubnya tersebut. Seperti ada kata pepatah tak kenal maka tak sayang.

Di Amerika contohnya, keberadaan ateis lebih diterima, padahal kaum beragama di sana juga cukup kuat dan banyak. Sementara di Indonesia masih ada stereotipe jelek terhadap ateis. Kaum itu masih dianggap tak bermoral, kriminal.

"Posisi saya di Jerman cukup ideal untuk terbuka, untuk muncul di publik dan tidak kuatir dengan lingkungan dan keamanan." demikian Karl Karnadi yang dibesarkan dalam keluarga kristen yang cukup taat.

Ia pun berharap, keterbukaan di komunitasnya akan mengarah kepada penerimaan ateis di Indonesia.

 

Diskusi

Indra Gunawan 10 Mei 2013 - 10:53am / Indonesia

Ateis ada semenjak ada manusia di bumi,adalah hal yg wajar ada yang mengakui keberadaan Allah maupun tidak seperti tmn2 ateis,keluarkanlah segenap potensi akal budi dngn maksimum,ketika tmn2 atesis mulai merasa bahwa manusia memiliki keterbatasan dlm sgl hal,ketika hati nurani sdh bicara,ktk kesombongan diri sdh bs dihilangkan,pd saat itu pula mudah2an Allah memberikan Hidayah-Nya.Amiin

Fendy 10 Maret 2013 - 5:52am / Indonesia

Sebuah agama adalah atheist agama lain.
Atheist bukan Komunis! Tolong dibedakan, dengan benar.
Atheist, Agnostic, non teis, adalah berbeda total dengan komunis, kebodohan ini terjadi karena sebagian kaum yg mengaku religius tidak mau tau lebih dalam tentang kelompok ini.
Alasan klasiknya adalah tidak perlu buang waktu membaca tulisan yg bertentangan dgn agamanya, bahkan di"haram"kan dengan alasan sesat.
Saya agnostic anti agama, bukan anti umat beragama! Agama hanya tameng untuk melakukan praktek praktek yang di tabu kan dalam masyarakat.
Stop pembodohan publik!

Barihan 11 Maret 2013 - 11:29am / Indonesia

Ateis sama komunis memang berbeda, beda bentuknya, walaupun keduanya adalah sebauh pemahaman. Namun Ateis dan komunis tidak dapat dipisahkan sama sekali, ada hubungannya kok, bukan sama tapi memiliki hubungan. Negara-negara komunis cenderung memiliki kebijakan yg ketat tentang kebebasan beragama, seperti China dan Uni Soviet. Masa Uni Soviet orang Kristen Ortodoks dan Islam yg memepertahankan identitasnya mengalami masa2 yg sulit. Dan negara2 komunis ini memiliki penganut Ateis yg signifikan.

Anonymous 2 Januari 2013 - 5:00am / indonesia

hehehe..daritadi para atheist menyinggung kebebasan individu yg tak boleh diusik..tanpa sadar menyampaikannnya dgn menyalahkan dan mengutuk org2 beragama..jadi siapa yg mengusik?kalau emang bertujuan damai..ga perlu menghina keyakinan org..itu yg kalian mau tapi kalian sendiri yg ngelaakuin..gimana sih?makin susahlah atheisme diterima masyarakat atau bisa di bilang: NO WAY!!

yudi ateis 15 Desember 2012 - 3:32pm / indonesia

ya....memang ateis di indonesia masih belum terlihat,,,,,saya sendiri menganggap diri saya sebagai seorang ateis,,,,saya sama seperti anda semua yang ateis.saya frustasi karena selama ini tuhan yang semula saya percayai namun tidak pernah mewujudkan keagungannya,,,saya selalu berfikir rasional,,,,saya tiak lagi percaya dengan tuhan dan agama..
agama bagi saya tidak menjadikan seseorang menjadi lebih baik,,,manusia yang beragama belum tentu lebih baik dari yang ber agama

Adi Irwan 9 Oktober 2012 - 3:14pm / Indonesia

@Pengajian atheist : saya mau tanya apakah saya bisa bergabung langsung ke kelompok anda ? saya sendiri merasa kecewa dengan hidup saya , saya tidak pernah sama sekali mengalami memiliki sesuatu dan saya tidak punya apa apa selain Iman , maklum saya hanya orang miskin terus di hina hina di agama saya ( agama islam ) maklum saya sudah gak tahan atas hinaan dan caci maki padahal saya sendiri menghormati dan menghargai mereka. mohon jawabannya
add fb saya www.facebook.com/irwan234

diyah 20 Agustus 2012 - 4:55pm / indonesia

Gimana kalau kita membuat persatuan, tapi tetap sesama anggota tidak boleh saling mengetahui keberadaannya. Tapi kita bisa saling tukar pendapat di salah satu jejaring sosial. yuk kita data ya, bagaimana?

imam muslim 15 Desember 2012 - 3:41pm / indonesia

oke bagus juga......apa nama grup nya,,,,,,aku ikut

imam muslim 15 Desember 2012 - 3:41pm / indonesia

oke bagus juga......apa nama grup nya,,,,,,aku ikut

RaeRi 14 Agustus 2012 - 7:25pm

LOL kita penduduk Indonesia semua tahu bahwa negara ini masih terlalu radikal dan terbelakang untuk menerima opini lain, lebih-lebih opini seorang atheist. Mau dijelasin sepanjang apapun orang-orang disini belum siap untuk dewasa dan menerima bahwa ada orang yg pendapat dan sudut pandangnya beda dari diri sendiri.
Saya sendiri seorang atheist, keluarga saya dari dulu selalu cinta pada saya, dan saya juga cinta pada mereka, namun saya tahu mereka tak akan mau mempunya anak yang seorang atheist. Mereka bisa membenci saya. Ya, mereka BISA membenci darah daging mereka sendiri HANYA karena saya tidak percaya pada tuhan yang mereka sembah-sembah.
Orang butuh otak untuk menerima alasan. Dan orang-orang disini belum punya itu. SO I'll just stay here in the dark, where it's safe, with no crazy FPI to hurt me like a kid who's candy is stolen.

Yea that's the country I live in. And I don't even have it in me anymore to defend it.

manusia yang selalu berfikir rasional dan berlogika 15 Desember 2012 - 3:45pm / indonesia

memang masyarakat kita belum dewasa,,,tentunya mereka belum dapat menerima opini orang lain.....keyakinan itu tidak bisa di paksakan,,,saya sama seperti anda

agnos 5 Agustus 2012 - 12:56pm

wkwkwkkwk...
kaya lagu peterpan :" tapi buka dulu topengmu,buka dulu topengmu, biar kulihat wajahmu.........."

BTW saya akan membuka topeng seseorang :
www.sebuah-konspirasi.blogspot.com

Marilah kita bersama-sama membuka topeng kebohongan yang selama ini membelenggu kita,
Hidup Topeng...Eh salah. maksud saya
Hidup Jujur.

Baron Argo 21 Januari 2012 - 11:55pm / Indonesia

VIVAnews - Polres Dharmasraya telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Alexander, Calon Pegawai Negeri Sipil di kabupaten setempat. Kapolres Dharmasraya AKBP Khairul Azis mengaku pemeriksaan terhadap tersangka berjalan lancar.

"Tersangka kooperatif. Dia mengakui pada penyidik sebagai ateis, tidak mempercayai adanya Tuhan," kata AKBP Khairul Azis pada VIVAnews, 21 Januari 2011.

Hingga kini, penyidik di Polres Sijunjung terus melakukan pendalaman terhadap saksi pelapor maupun tersangka. Sejumlah bukti-bukti yang memperkuat pembuktian kasus tersebut terus dikumpulkan penyidik.

"Pelapor juga telah menyerahkan sejumlah bukti terkait tulisan terkait penodaan agama yang dimuat tersangka di akun Facebook-nya," tambah Kapolres.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pandan tercatat sebagai pelapor dalam
kasus ini. Selain diancam dengan pasal penodaan agama, alumnus Universitas Padjajaran jurusan Statistik ini juga diancam dengan UU Informasi dan Teknologi Elektronik.

Tersangka juga diancam dengan pasal pemalsuan surat keterangan. "Saat mengisi surat keterangan CPNS, tersangka mengaku sebagai muslim," katanya.

Pengakuan pemilik akun Facebook Alexander Aan pada penyidik, ia sengaja melakukan itu untuk menghindari polemik. Alexander diamankan polisi lusa setelah mendapat kecaman dari masyarakat karena mengumbar keyakinan sebagai ateis di akun Facebook-nya.

Alexander juga sempat memposting tulisan yang menyudutkan salah satu agama tertentu. Majelis Ulama Indonesia cabang Sumbar menyayangkan sikap Alexander yang membawa suku dalam menyatakan keyakinannya.

Ketua MUI Sumbar Syamsul Bahri Khatib bahkan menilai Alexander tidak bisa menetap di Inonesia karena keyakinannya. "Dasar negara kita kan Pancasila, sila pertamanya menandakan negara ini berketuhanan," kata Buya Syamsul.

http://nasional.vivanews.com/news/read/281885-alexander-mengaku-ateis-ke...

diyah 20 Agustus 2012 - 6:09pm / indonesia

Agama asli Nusantara adalah agama-agama tradisional yang telah ada sebelum agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu masuk ke Nusantara (Indonesia).
Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama "resmi" (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten; Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat; agama Buhun di Jawa Barat; Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur; agama Parmalim, agama asli Batak; agama Kaharingan di Kalimantan; kepercayaan Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara; Tolottang di Sulawesi Selatan; Wetu Telu di Lombok; Naurus di Pulau Seram di Propinsi Maluku, dll. Didalam Negara Republik Indonesia, agama-agama asli Nusantara tersebut didegradasi sebagai ajaran animisme, penyembah berhala / batu atau hanya sebagai aliran kepercayaan.
Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Republik Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil ,dsb. Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada didaerah pedalaman seperti contohnya pedalaman Sumatera dan pedalaman Irian Jaya.
Di Indonesia, aliran kepercayaan yang paling banyak penganutnya adalah Agama Buhun. Data yang terekam oleh peneliti Abdul Rozak, penulis Teologi Kebatinan Sunda, menunjukkan jumlah pemeluk agama ini 100 ribu orang. Jika angka ini benar, Agama Buhun jelas salah satu aliran kepercayaan terbesar di Indonesia, yaitu 25 persen dari seluruh penghayat aliran kepercayaan. Data Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003 mengungkapkan, dari 245 aliran kepercayaan yang terdaftar, sementara keseluruhan penghayat mencapai 400 ribu jiwa lebih.
Daftar Agama Asli Nusantara (kepercayaan)
• Agama Bali (lebih sering disebut sebagai Hindu Bali atau Hindu Dharma)
• Sunda Wiwitan (Kanekes, Banten)
• Agama Djawa Sunda (Kuningan, Jawa Barat)
• Buhun (Jawa Barat)
• Kejawen (Jawa Tengah dan Jawa Timur)
• Parmalim (Sumatera Utara)
• Kaharingan (Kalimantan)
• Tonaas Walian (Minahasa, Sulawesi Utara)
• Tolottang (Sulawesi Selatan)
• Wetu Telu (Lombok)
• Naurus (pulau Seram, Maluku)
• Aliran Mulajadi Nabolon
• Marapu (Sumba)
• Purwoduksino
• Budi Luhur
• Pahkampetan
• Bolim
• Basora
• Samawi

diyah 20 Agustus 2012 - 5:25pm / indonesia

Sebelum ada 5 agama remi di Indonesia, sebelumnya sudah banyak agama asli indonesia. Kok agama pendatang malah mau menggeser, aneh khan?

diyah 20 Agustus 2012 - 5:22pm / indonesia

Di indonesia masih banyak yang memeluk agama selain 5 agama resmi. salah satunya kejawen dan lain-lain. Biarkan mereka beragama dengan agamanya sendiri. Seharusnya negara tak memaksa mereka untuk mengambil salah satu dari 5 agama resmi tsb, untuk membuat KTP.

Anjar 20 Januari 2012 - 1:06pm / Indonesia

Atheis adalah sikap maha tahu bhw Tuhan itu pasti tidak ada ..
Kalo didebat terus dan terpojok mereka akan bilang tidak tahu pasti apakah Tuhan itu tidak ada ... sehingga paling banter mereka itu agnostic bukan atheis ..
Richard Dawkins sendiri berasumsi bhw mahluk hidup dimuka bumi ini berasal dari sel hidup /DNA yg didrop oleh alien/UFO ... dg kata lain dia menyadari bhw sangat sulit dipahami bagaimana bisa sel hidup bisa terbentuk karena faktor kebetulan/proses random..
Kesimpulannya : atheis = orang yg merasa yg paling tahu.

Heath 7 Juli 2012 - 8:17am

Dari post ini jelas anda yang punya sikap sok maha tahu. Berani-beraninya bilang ateis seperti itu.

Ateis itu TIDAK PERCAYA sama tuhan. Sama kayak anda tidak percaya Doraemon. Apakah anda sok maha tahu kalo Doraemon itu pasti tidak ada?

Teis itu selama hidupnya adalah orang yang sok tahu. Merasa tahu kalo tuhan ada, merasa tahu kalo nenek moyangnya Adam tanpa bukti secuil pun (kitab suci bukan bukti masbro), merasa paling tau tentang evolusi padahal cuma belajar dari situs Harun Yahya ato dari Pak Ustad.

[[ dia menyadari bhw sangat sulit dipahami bagaimana bisa sel hidup bisa terbentuk karena faktor kebetulan/proses random.. ]]

Emang sulit, makanya BELAJAR. Sulit dipahami itu artinya terjadi, tapi harus dipelajari biar paham, bukan malah sok tahu.

Ndebat ateis? Gak salah??? Pernah gitu??? Coba kalo anda cukup pengetahuan, saya welcome anda di www.facebook.com/ateis.menjawab

hardi 25 November 2011 - 4:55pm / Indonesia

saya menunggu grup begini sudah bertahun tahun, akhirnya saya menemukan juga, bagaimana cara bergabung ?

blitzkrieg 20 November 2011 - 3:24am / indonesia

kepercayaan buta telah menggiiring banyak orang untuk membela agamanya mati-matian.

pengajian atheist 30 Oktober 2011 - 11:08pm / indonesia

http://www.facebook.com/#!/groups/158923574180670/

gabung ke pengajian atheist

Joseph Leandro 12 Oktober 2011 - 3:22pm / Indonesia

I've been looking for this kind of place for so long. :)

Nordeen Abdellah 29 Juli 2011 - 4:11am / Indonesia

Excellent! Saya dukung sepenuhnya. Saya tunggu perkembangan lebih lanjut.

Anonymous 18 Maret 2011 - 3:35pm / atheis

anda yang salah,komunitas atheis tidak membunuh agama,kami tidak mengajak dan menghasut,kami hanya bicara fakta tidak seperti agama yang fiksi,kami tidak kurang ilmu kami bicara berdasar fakta dan logika,dan tidak semua dari kami adalah jahat,di luar sana jauh dari tatapan anda banyak umat beragama membawa senjata,membunuh dengan kedok agama,lihat tragedi sara di negeri kita semua berkedok agama,di negara bebas yang lain agama tidak menjadi persoalan utama,atheis mendapat hak yang sama,di negara ini kita ditekan peraturan agama yang berasal dari buku buku dengan segudang kebohongan,itu adalah salah satu alasan negara kita tertinggal,ingat ateis indonesia adalah kelompok bebas,kami tidak mengajak maupun menghasut

lovepassword 11 Januari 2011 - 3:47am

Yang harus dilakukan itu menciptakan suasana yang lebih baik untuk semua rakyat Indonesia.. Kalo masalah buka topeng atau tari topeng ya suka-suka orangnya. Lingkungannya dibuat dulu jadi baik...Gicu

SALAM

lovepassword 11 Januari 2011 - 3:46am / http://filosofiagama.blogspot.com

Yang harus dilakukan itu menciptakan suasana yang lebih baik untuk semua rakyat Indonesia.. Kalo masalah buka topeng atau tari topeng ya suka-suka orangnya. Lingkungannya dibuat dulu jadi baik...Gicu

Anonymous 29 Desember 2010 - 2:06am / indonesia

lantas yang anda yakini tentang keberadaan kita di dunia beserta dunia sendiri itu apa?

Anonymous 28 Desember 2010 - 9:48am

ada yang mengaku beragama melakukan kekerasan
ada yang mengaku atheis (komunis) melakukan kekerasan

jadi kekerasan tidak selalu berkaitan dengan agama..

tetapi yang melakukan kekerasan jelas mahluk hidup....jadi kekerasan dilakukan oleh mahluk hidup....kalau tidak mau kekerasan jangan jadi mahluk hidup ... :-p

Anonymous 28 Desember 2010 - 4:38am / Indonesia

Kalau di Indonesia peraturan soal beragama membuat orang harus munafik. Kolom Agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) harus diisi sesuai dengan agama-agama yang diakui negara. Tidak ada kolom untuk Kepercayaan Asli atau Tidak Agama. Pengertian Atheis yang selama ini dipompakan kepada rakyat Indonesia, terlebih masa Orde baru, adalah PKI (Partai Komunis Indonesia). Partai Komunis dengan ideologi menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Sedang Atheis percaya Tuhan tidak punya pengaruh terhadap usaha memakmurkan manusia. Tetapi Atheis menghargai orang beragama yang percaya kepada Tuhan.Orang Atheis berpedoman pada Golden Rule yang intinya mengajarkan, kalau dirimu tidak mau disakiti jangan menyakiti orang lain. Bahkan orang Atheis lebih humanis daripada orang yang mengaku beragama. Di Indonesia dan bahkan di banyak tempat didunia mudah dijumpai orang beragama justru tidak tolerans kepada umat beragama lain. Atas nama Tuhan mereka meneror, mengganggu umat lain dan menentukan moralitas tunggal kepada masyarakat yang pluralis. Pengertian pluralisme didefinisikan menurut kemauannya dan bukan pengertian universal.

Syafiq 8 Januari 2011 - 9:32am

Inilah akibat kurang berilmu. Tepat sekali apa yg dikatakan oleh Axeander Pope A little Learning is a dangerous thing atau A Little Knowledge is A Dangerous Thing. Beragama tanpa ilmu bisa macam-macam akibatnya. Apalagi tidak beragama. Atas nama Tuhan tapi mengganggu orang lain berarti itu cuma topeng. Semua agama aturan hidupnya sangat jelas. Untuk apa agama diciptakan? untuk harmonisasi kehidupan.Ada batas-batas yang tidak boleh dilakukan seperti membunuh, sex bebas/berzina,korupsi, merusak lingkungan dll. Terbukti kita perlu aturan yang universal untuk hidup dan kehidupan. Kita perlu hukum pernikahan spy kita berbeda dg binatang, kita perlu hukum waris spy terjadi keadilan, dll itu semua hanya ada pada agama. Mana ada ateist yang mempunyai aturan harmonisasi hidup dan kehidupan. Hak asasi harus dijunjung tinggi tapi etika moralitas harus juga dijaga. Mana ada seorang ateist yang melarang zina/sex bebas. Spt Satre dan De Bovoir selama hidupnya layak disamakan dg binatang, semen leven, hidup bersama tanpa pernikahan. Humanisme penuh toleransi itu pada dasarnya bagian dari sifat-sifat agama. Orang beragama yang tidak humanis berarti ilmu agamanya kurang. Jadi orang ateist itu adalah kelompok orang-orang yang romantis cara berfikirnya. saya yakin mereka sebagian besar dibesarkan dari keluarga yang memang pendidikan agamanya sangat kurang alias asal lahir aja. Sejarah membuktikan betapa banyak juga komnunitas ateis membunuhi orang-orang beragama. Anda sendiri anonimous, kalau anda benar jangan gitu dong !

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...