Naomi Campbell sangat menyadari bahwa berlian mereka terima pada tahun 1997 di Afrika Selatan adalah hadiah oleh mantan Presiden Liberia Charles Taylor. Aktris Amerika Mia Farrow mengatakan Senin(09/08), saat memberi kesaksian pada Pengadilan Khusus untuk Sierra Leone di Leidschendam, Belanda.
Menurut Farrow, Campbel waktu itu mengatakan, orang-orang yang dikirim Charles Taylor membawa intan yang besar. Padahal supermodel Inggris telah bersaksi pekan lalu, bahwa dia tidak tahu siapa orang-orang yang malam itu datang.
"Bahkan Naomi Campbell sudah cerita soal intan tersebut sebelum sarapan," kata Farrow(65 tahun). Kedua bintang tersebut, pada tahun 1997, bertamu di kediaman Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Mereka berada di sana sebelum menghadiri acara malam amal untuk Dana Anak-anak Mandela. Charles Taylor yang sedang diadili melakukan kejahatan perang juga turut hadir.
Farrow bahkan masih diingatkan oleh Graça Machel, istri Nelson Mandela. "Anda jangan mau difoto dengan orang itu."
Naomi tahu
Jaksa penuntut asal Amerika untuk Pengadilan Khusus Sierra Leone, Brenda Hollis ingin mendengar keterangan dari Naomi Campbell dan Mia Farrow yang menunjukkan Taylor menerima "intan berdarah" dari pemberontak negara tetangga Sierra Leone, yang kemudian diserahkan ke Campbell.
Intan berdarah berperan kunci dalam perang yang mengerikan di Afrika Barat pada tahun sembilan puluhan. Taylor memperoleh intan tersebut sebagai ganti pelatihan dan senjata untuk pemberontak di Sierra Leone. Mantan presiden Liberia tersebut bersumpah dia tidak pernah ada hubungannya dengan intan berdarah.
Naomi Campbell masih jauh dari selesai dengan skandal ini. Polisi di Afrika Selatan sedang mempertimbangkan lebih lanjut untuk memperjelas pertanyaan asal-usul berlian. Intan yang disumbangkan kepada Yayasan Dana Nelson Mandela Anak-anak kini ada di tangan polisi Afrika Selatan.
Pers internasional Senin pagi(09/08) ini tidak sebanyak minggu lalu. Pekan lalu ratusan jurnalis meliput kesaksian. Kesaksian Mia Farrow cuma menarik wartawan beberapa saja untuk datang ke bekas gedung layanan rahasia Belanda AIVD, di mana Charles Taylor diadili.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.