Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Lia van Bekhoven
Map
London, Inggris
London, Inggris

Kamera Lalin: Musuh Besar!

Diterbitkan : 29 Juli 2010 - 2:41pm | Oleh Lia van Bekhoven (© RNW)
Diarsip dalam:

Britania Raya sudah muak dengan keberadaan tiang kamera lalu lintas yang bisa mengukur kecepatan kendaraan. Tiang ini membuat para pengebut Inggris kena denda besar. Di Oxfordshire, tiang-tiang kamera itu dicabuti. Aksi ini tampaknya akan segera diikuti kota-kota lain.

Murah dan efektif. Tiang-tiang kamera itu mampu mengurangi jumlah kecelakaan lalin sejak dipasang pada 1992 di Britania. Tapi tiang-tiang ini juga kontroversial. Sejumlah kalangan tertentu bahkan sangat muak dan benci terhadap kotak-kotak kuning itu. Pengendara mobil dan pers kanan bahkan menyebutnya 'musuh negara nomor satu.' Tiang-tiang kamera itu tidak dianggap sebagai metode teruji supaya pengemudi mematuhi batas kecepatan maksimum, tapi sebagai alat memeras mereka: semacam pajak gelap terhadap pengemudi.

Tambang emas
Sebanyak 6000 kamera yang dipasang itu merupakan sumber pendapatan yang lumayan. Kas negara meningkat sebanyak 120 juta euro berkat mereka. Salah satu yang paling dikecam ada di jalan A350 di Dorset. Setiap tahunnya, tiang kamera di sana mampu memberi pemasukan sebesar satu setengah juta euro. Sedangkan menurut mereka yang menentangnya, di jalan itu tidak pernah ada kecelakaan selama puluhan tahun.

Tiang kamera lain yang sering dikecam ada di Stasiun Victoria, pusat kota London. Kamera ini mendenda 5000 pengendara setiap bulannya. Sebagian karena ngebut, sebagian lagi karena nyasar ke jalan bis karena rambu lalu lintas yang membingungkan. Bagaimanapun juga, kedua kamera itu bikin geram masyarakat. Tidak ada bukti bahwa kecelakaan berkurang akibat tiang kamera. Demikian alasan yang dikemukakan, tapi yang sudah bisa dipastikan adalah kas pemerintah yang semakin gemuk serta pengemudi yang diawasi oleh kamera.

Dicabut
Kampanye anti tiang kamera ini sejalan dengan partai konservatif. Dalam manifesto kampanye, partai tersebut berjanji untuk mengakhiri 'perang terhadap pengendara'. 'Subsidi untuk lalin aman' bagi pemerintahan lokal telah dipangkas sebesar 40%. Oxfordshire menjadi kota pertama yang menarik kesimpulan. Mereka memutuskan untuk mencabuti seluruh tiang kamera berjumlah 72 buah. Mereka tidaklah satu-satunya. Buckinghamshire telah menyatakan akan mencabut steker tiang-tiang kamera di tempat mereka.

Tempat-tempat lain juga mempertimbangkan sejumlah pilihan. Mungkin saja petugas polisi akan dikirim kembali ke jalan untuk mengawasi apakah para pengendara mematuhi peraturan kecepatan. Atau warga diminta menyumbang sukarela untuk mempertahankan tiang kamera di pemukiman mereka (biayanya 7000 euro setiap tiang per tahunnya). Atau tiang-tiang itu tidak diganti sama sekali.

Salah besar
Bagi mantan menteri lalu lintas Alan Johnson, yang di bawah kepemimpinannya banyak tiang-tiang kamera dipasang, menghilangkan tiang-tiang kamera itu 'tidaklah bertanggung jawab' dan 'salah besar'. 'Setiap orang yang telah menganalisanya, mengatakan tiang-tiang kamera merupakan bagian penting membaiknya situasi di jalan-jalan kita'.  Jumlah kematian akibat lalin di Britania saat ini seperempat dari jumlah kematian lalin di tahun 60an.

Namun Claire Armstrong dari kelompok lobby Safe Speed  'gembira' dengan rencana pemerintah. Semakin cepat tiang-tiang kamera menghilang, semakin baik. 'Orang diperas untuk sesuatu yang tidak perlu. Di samping itu, kamera pengukur kecepatan ini justru berdampak sebaliknya. Apabila anda terus menerus harus mencermati ada tidaknya tiang kamera, maka perhatian anda ke hal-hal lain akan berkurang. Gara-gara tiang kamera, pengendara tidak bisa mengantisipasi masalah lalin lainnya'.

Tiang-tiang kamera di Britania sudah dipasang kembali. Mereka tidak akan benar-benar hilang. Sebagian akan tetap berdiri hanya saja tidak ada isinya.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET