Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Klaas den Tek
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Kabinet Belanda Ingin Pertajam Sanksi Iran

Diterbitkan : 10 November 2011 - 11:37am | Oleh Klaas den Tek (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal ingin mempertajam sanksi terhadap Iran. Tapi ia tidak mau menjawab pertanyaan apakah Belanda juga harus mendukung kemungkinan serangan Israel terhadap negeri tersebut. Menurut Rosenthal, ini bukan saat yang tepat untuk berspekulasi tentang hal itu.

Rosenthal sangat cemas melihat penemuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang Iran. Laporan IAEA yang terbit pekan ini menunjukkan Iran melakukan eskperimen rahasia, bertujuan membuat bom atom. Rosenthal menuntut sanksi lebih keras terhadap Iran. Sanksi itu harus diterapkan Dewan Keamanan PBB. Jika gagal, Uni Eropa dan Amerika Serikat lah yang harus menerapkannya.

Israel
Media Israel ramai-ramai berspekulasi tentang serangan terhadap Iran. Presiden Israel Shimon Peres sebelumnya menyatakan kemungkinan serangan itu semakin nyata. Menurut Peres aksi militer lebih mungkin ketimbang jalan keluar diplomatik.

Belanda dikenal sebagai mitra setia Israel. Harian pagi De Volkskrant melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Belanda pekan depan. Masih belum jelas apa yang akan dibicarakan perdana menteri Israel.

Sewaktu debat dalam parlemen Belanda, partai-partai oposisi ingin tahu apakah Rosenthal mendukung serangan militer Israel. Tapi Menlu tidak mau memberikan tanggapan:

"Kami berspekulasi tentang kemungkinan aksi militer. Itu tidak efektif, melihat pengetahuan yang kami miliki saat ini. Kami harus berusaha keras meyakinkan Iran untuk melakukan apa yang diminta masyarakat internasional. Dan itu harus dilakukan melalui sanksi."

Konflik bersenjata
Kebanyakan partai dalam parlemen Belanda menolak serangan militer oleh Israel. Mereka cemas konflik bersenjata berdampak fatal untuk kawasan. Ini bisa menimbulkan perlombaan senjata dan malah menguntungkan Iran sendiri.

Jika Iran diserbu, banyak orang Iran akan mendukung rezim, meskipun rezim itu tidak populer. Menurut Frans Timmermans dari partai sosial demokrat PvdA, Uni Eropa masih bisa melakukan banyak cara lain untuk menekan Iran.

"Beberapa negara Eropa masih terus berbisnis dengan Iran. Uni Eropa harus bersama-sama menerapkan sanksi lebih keras terhadap negeri tersebut. Uni Eropa harus lebih kuat, sehingga Belanda dan beberapa negara lain tidak lagi berdiri sendiri."

Shirin Ebadi
Shirin Ebadi, pengacara Iran sekaligus aktivis hak azasi manusia mendukung tindakan keras rezim Iran. Tahun 2003 Ebadi mendapat Hadiah Nobel untuk Perdamaian karena memperjuangkan hak azasi perempuan dan anak-anak di Iran. Aktivis hak azasi manusia ini berkunjung di Belanda pekan ini. 

Ia berceramah di suatu pertemuan tertutup yang diselenggarakan universitas Amsterdam, Universiteit van Amsterdam, UvA.

Menurut Ebadi Uni Eropa tidak konsekuen soal Iran. Uni Eropa misalnya menyusun daftar hitam warga Iran. Tapi ketika rezim Iran mengangkat tiga orang dari daftar itu menjadi menteri, mereka langsung dihapus dari daftar tersebut.

Debat di Majelis Rendah Belanda, de Tweede Kamer, membahas pelbagai pilihan. Sejumlah partai ingin memperluas larangan pergi bagi anggota rezim Iran. Penjualan sarana telkom yang dipakai untuk menyadap juga harus dibatasi.

Partai untuk Kebebasan, PVV, pimpinan Geert Wilders ingin agar hubungan diplomatik dengan Iran dibekukan saja. Di samping itu PVV berpendapat peringatan perjalanan bagi Iran harus dipertajam.

Anggota PVV Wim Kortenoeven mengatakan: “Pemilik paspor Belanda terancam disandera di Iran. Mereka dipakai untuk menyandera menteri Luar Negeri secara politik dan melumpuhkannya dalam masalah nuklir. Semuanya itu harus secepatnya dihentikan.”

Hak azasi manusia
Debat di Majelis Rendah Belanda juga mengangkat masalah hak azasi manusia Iran. Partai-partai cemas atas keadaan kelompok minoritas religius di Iran. Pekan ini seorang juru bicara umat Bahai di Belanda mengatakan penganutnya disadap oleh rezim Iran. Ia diperingatkan oleh pemerintah Belanda akan hal itu.  

Hubungan Iran-Belanda seret dalam hal hak azasi manusia.

Awal tahun ini perempuan Iran-Belanda, Zahra Bahrami, digantung di Iran. Akibatnya, Belanda membekukan hubungan diplomatik dengan Iran. Akhir September lalu, Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal, dalam sepucuk surat menyatakan menghentikan pembekuan relasi.

Saat ini tiga warga Belanda masih meringkuk di penjara di Iran.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET