Dugaan pencinta sepakbola Indonesia tentang Johnny Heitinga ternyata benar. Bek tangguh timnas Belanda dan Everton FC itu membenarkan dirinya keturunan Indonesia.
John Heitinga menyampaikan kepada Radio Nederland bahwa dirinya benar punya darah Indonesia. "Ayah saya benar berasal dari Indonesia. Dan lahir di Jakarta." Jawaban ini menghapuskan segala keraguan dan simpang siur tentang status keturunan pemain nasional Belanda yang aktif di Everton FC Inggris itu.
Belitung-Jakarta
Ronald Heitinga, paman Johnny dalam bincang telepon dengan Radio Nederland membenarkan ke-Indonesiaan ini. Gijsbert Johannes Heitinga kakek John berasal dari Pulau Belitung. Rob ayah John lahir di Jakarta. Keluarga besar Heitinga hijrah ke Belanda akhir tahun 1950an. "Kami enam bersaudara semuanya laki-laki. Empat lahir di Jakarta dan dua di Belanda. Kami pindah ke Belanda tahun 1959."
Ingin ke Indonesia
John adalah satu-satunya, keturunan ke tiga Heitinga yang menjadi pemain sepak bola. John Gijsbert Alan Heitinga itu menyadari dirinya tidak bisa bahasa Indonesia tapi secara bathin punya hubungan dengan negara kelahiran ayahnya, Rob. "Saya kadang mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, publik di sana sangat antusias sekali ya," tuturnya kepada Radio Nederland.
Defender kelahiran 15 November 1983 itu mengatakan dapat masukan dari keluarga dan juga info tentang sepakbola Indonesia dari Giovanni van Bronckhorst yang tahun ini baru melawat ke Indonesia. Tampaknya latar belakang garis keturunan dan perkembangan sepakbola Indonesia mendorong pria kelahiran Alphen aan den Rijn itu untuk mengunjungi tanah leluhur.
Awal tahun 2011 kakeknya Joop Heitinga sempat berkunjung ke Indonesia bersama putra bungsunya Andy. Mereka mendapat kesan sangat baik tentang Indonesia. Andy menuliskan perjalanan di website biro perjalanan. "Sayang sekali pemandu wisata ke Bandung kurang mengenal tempat-tempat zaman Hindia Belanda. Buat ayah saya (Joop) juga sulit mengenali kembali tempat-tempat lama, karena sudah berubah setelah 53 tahun. Tapi kami sangat puas..."
Musim Dingin
Sementara bagi John, kunjungan ke Indonesia menjadi yang pertama kali. Ayah dua anak yang akrab dipanggil "Jhonny" ini kepada RNW mengatakan akan secepatnya berkunjung ke Indonesia. "Saya akan ke Indonesia dalam waktu dekat ini." Ia masih akan melihat celah di tengah kesibukan timnas Oranje dan kompetisi Inggris. Kemungkinan pada akhir tahun, saat jeda kompetisi musim dingin Eropa.






















Salu dech buat om Djenol yang disana...mugo2x om bisa jadi pemandu bakatnya PSSI di Eropa untuk memantau para pemain bola yg masih keturunan Indonesia..atau bikin yayasan seperti Giovanni v Bronckhorst yang peduli dengan sepakbola di tanah leluhur....maju terus om..
Salu dech buat om Djenol yang disana...mugo2x om bisa jadi pemandu bakatnya PSSI di Eropa untuk memantau para pemain bola yg masih keturunan Indonesia..atau bikin yayasan seperti Giovanni v Bronckhorst yang peduli dengan sepakbola di tanah leluhur....maju terus om..
Ayah kakek saya serdadu knil.. Dlu tinggal di "kota serdadu" 'N' emang susah terlanj0r jadi kturunan knil... Sampai kakek saya rela meninggalkn rumah mewah'x demi cemooh orng yang menyudutkn'x. Dan bergabung dengan TKR.. Dia rela mengorbankan anak dalan menentang sekutu.. Belun lagi hampir 2 truck anak buahnya sampai habis di fron Porong pandaan... Tapi orang masih anggap.. Belanda knil.. Yah.. Memang susah.. ! Buat apa orang holand pingi jadi indies.. Tiada guna.. Bangsa ini telah kehilangan arah pemikirannya.. Dan akal sehatnya..
Bangsa Indonesia, benar benar adalah bangsa serakah. Tidak pandang bulu, apakah itu president, walikota, sampai kepada pemein bola sekalipun, semuanya digoce dengan memberikan Pasport, bahkan harga diripun bisa terjual hanya karena serakah. Semuanya senang bermain goce goce yang penting jadi warga Indonesia. Aku berpesan kepada semua, janganlah mau dibodohkan untuk menjadi warga Indonesia, sebaiknya Taliban saja agar sekaligus orangpun tau siapa anda sesungguhnya. Karena apa? Indonesia itu negara yang tidak mempunyai nilai sejarah yang pasti. Semuanya adalah certra di Jawa dan sedikit di Sumatera, tapi itu bukan Indonesia, itu semua dipaksa untuk semua orang mengakui saja itu Indonesia. Indonesia dan pemerintahnya itu konyol.
sebetulnya banyak warga indonesia sgt mencintai pemain belanda, terutama warga Ambon, saya punya pengalaman dititip seorang anak teman yg dtg dari Ambon usia 11 thn saya ajak jalan ke Plaza senayan, tiba-tiba sandalnya putus, dan saya mau belikan utk gantinya, pas saat itu musim liga eropa, semua toko jual sandal jepit berbendera negara eropa, anak tsb tdk mau pakai sandal bendera negara lain, selain Belanda, pas saat itu no sandal utk dia habis, anak tsb rela jalan tanpa sandal di Mall tsb daripada harus pakai sandal berbendera negara lain.
Bung LH,
Wuihh luar biasa tuh anak. Fans berat itu namanya. Kalau para pemain Oranje mendengar penuturan itu pasti kagum dan senang. Kalau ada kesempatan akan saya sampaikan itu.
Terimakasih Bang Tanjung atas informasinya... Sejak lama saya memang penasaran dengan Heitinga ini...
Sama-sama bung Denny.
Hmm, sebenarnya berat juga ya untuk nentuin dia keturunan Indonesia ato bukan. Kalo keturunan mantan Hindia-Belanda, ya mungkin bisa.
Sebab opanya John itu aja sendiri khan adalah penjaga gawang (kiper) di kesebelasan KNIL Belanda, pada masa penjajahan Belanda (Hindia-Belanda). Yang artinya, kalau dirunut ke masa lampau ya gak mungkinlah bisa disebut keturunan Indonesia.
Beliau sendiri (opanya John)juga mungkin gak mau disebut sebagai Indonesier (orang Indonesia), kecuali disebut sebagai Indische man, atau orang Indo. Secara politik, Indonesia khan nama negara yang tidak mungkin diwakili oleh tentara KNIL, dong? Jadi yang benarnya mungkin keturunan campuran Hindia-Belanda, yakni antara orang Belanda dan suku bangsa nusantara, wah ribet nih.
Maka dari itu untuk menghindar dari keribetan ini, kadang kita langsung hantam saja kalo Indisch itu Indonesia. Saya tidak tau, waktu wawancara, pamannya itu bilang mereka sebagai keturunan Indonesie atau Indisch. Mungkin kalo Irfan Bachdim itu yang baru cocok dibilang Indonesia, bukan Indisch. Atau aku yang salah? Maafkan daku, deh. Sebab, di beberapa forumnya orang Indo (yang keturunan Hindia-Belanda itu lho), mereka pada nolak kalo disebut sebagai keturunan Indonesia, bagi mereka, Indo ya Indo, artinya keturunan Hindia-Belanda, bukan Indonesia.
Waduh ribet juga, nih, sorry yach?
Fans Berat Bung Djenol
Baca dulu sejarah Indonesia berkali-kali biar hafal bung,biar tahu apa itu Hindia Belanda,Belanda,Indonesia,India,Netherland,nusantara,RIS,NKRI,RI,PDRI supaya komentar anda tidak ngawur.Saya tahu pasti anda ini orangnya yang dia lagi dia lagi si JH Weinussa yg langganan kasih komentar ngawur melulu di sini
Bung Fans Berat,
Anda memahami betul sejarah dan kepekaan tentang istilah Indonesia dan Hindia Belanda. Itu memang bagian dari sejarah yang tidak boleh dilupakan. Namun dalam wawancara dengan John saya bertanya. 'Apakah kamu punya roots di Indonesia?' Dia jawab ada dan ayahnya dari Jakarta dan lahir disana.
Nah berangkat dari jawaban itu maka ditulis, dia keturunan Indonesia. Dan sengaja tidak ditulis dia orang Indonesia. Tapi karena ayahnya itu lahir tahun 1952 atau 54 saya tidak yakin, tapi yang jelas setelah 1945 dan juga setelah 1949, maka logis kalau itu adalah Indonesia. Belanda dan Indonesia sudah sepakat bahwa wilayah itu namanya sudah Indonesia kan?
Sebenarnya sebelum kakeknya menjadi Indisch (campuran), ibu beliau atau kakek beliau kan juga orang Jawa atau Sumatra, atau Bali tulen. Mungkin kakeknya tetap tidak akan mau disebut sebagai Indonesier, dan saya juga tidak menyebut dalam tulisan itu dia adalah Indonesier.
Lebih dari itu dalam istilah sepak bola, dan juga banyak olah ragawan Belanda keturunan Maluku atau Indisch atau Jawa Suriname yang menggunakan logika prestasi dan tidak memusingkan lagi sejarah perang dunia ke II. Undang-udanng Indonesia memberi pengecualian bagi olah ragawan keturunan untuk maju ke ajang piala dunia, kalau bisa membuktikan ada salah satu dari orang tua atau moyangnya lahir di wilayah Indonesia, silakan menjadi warga Indonesia.
Dan sudah ada beberapa yang mulai melirik dan mau main untuk timnas Garuda. Ada Ruben Wuarbanaran (Maluku Tenggara) dan Diego Michiels (Indisch) untuk timnas U-23. Trims, Eka
Terimakasih bung Djenol atas penjelasannya.
Fans Berat Anda
Yang saya tidak pahami, apakah mutu persepakbolaan Indonesia akan meningkat bila kita bisa memastikan darah yang mengalir di tubuh John Heitinga? Setahu saya, sepakbola Belanda bisa menjadi runner up dunia sampai 3 kali itu berkat KERINGAT, KERINGAT dan KERINGAT. KNVB (PSSI-nya Belanda) sibuk membantu fasilitas desa/kota di Belanda mendirikan club sepakbola, mempersiapkan wasit, mengkoordinir kompetisi dll. Hasilnya nyata? Rata-rata pemain nasional Belanda punya 'jam terbang' minimal 13 tahun, dus hebat, benar-benar hebat. Apalagi 13 tahun itu bukan berarti santai, tapi setiap weekend berlatih/bertanding sepakbola di club-nya, belajar bagaimana men-drible bola, menggocek lawan, berlatih menjebak lawan off side, dll. Sekali lagi, menyusuri darah John Heitinga? Upaya semacam itu tidak pernah saya dengar lho di Belanda sini.
Sekarang begini saja: bila subsidi jutaan euro yang diberikan oleh Pemerintah Belanda hanya dipakai untuk menyusuri darah keturunan John Heitinga, apa tidak sebaiknya subsidi itu distop sama sekali atau dipangkas lagi sampai mendekati nol? Dengan demikian jurnalis Ranesi mau tak mau akan tergugah memproduksi reportase berbobot, misalnya 'Lima tantangan untuk PSSI dan Menteri Olahraga RI' dengan mengambil contoh kinerja KNVB di Belanda sini. Bagaimana Eka Tanjung, setuju?
Pak Danny, apa hubungan subsidi dengan artikel ini.yg menentukan subsidi distop atau tidak, itu urusan pemerintah belanda. kan aku nggak bisa bilang lebih baik uitkering pak danny distop saja oleh intstansi pembayar uitkering koi. gimana si danny ini. udah urusis aja situs kincir angin lo yang nggak bermutu dan kodian. bagaimana pak danny, setuju?
Bung Anon,
Anda ini kok jadi ingin menyengsarakan Pak Danny. Kami disini sedang berdiskusi secara fokus. Kok Anda menyerang tentang tunjangan pengangguran segala! Itu urusan pribadi jangan disentuh, kalau Pak Danny sebutkan subsidi RNW dicabut aja itu menurut saya hanya main-main saja. Beliau tahu itu tidak bisa. Kalau soal situs Kincirangin memang sih saya tidak menyangkal, bisa lebih baik. ..oki doki!
Begok lho danny kalau nggak faham. capek deh baca komentar si danny yang pengangguran ini. udahlah. daripada nulis yg nggak karuan urusin saja website koi yg juga kodian. Bagaimana, setuju?
Bung Anon,
Kok ada dua yang Anon di sini?! Apakah Anda orang yang sama dengan yang di atas! Soalnya sama-sama tinggal di Wassenaar. Jangan permalukan dengan menyebut dia pengangguran, Anda tahu dari mana? Anda pakai kata koi-koi itu artinya apa? Mohon diskusinya fokus tentang artikel yang ditulis. Kepada pak Danny juga kami mohon fokus.
Jhon heitinga ternyata orangnya baik ya om tanjung, moga2x selalu menjadi pemain inti Belanda yg selalu tidak lupa tanah leluhurnya, dan saya doakan menjadi pemain termahal,terbaik dunia dan saya menjadi fans baru nya....amien
Rudiantanto yang baik,
Kesan saya memang John sangat ramah. Di Oranje sekarang menjadi pemain pilar dan juga kapten kedua setelah Marc van Bommel. Dia pasti akan senang mendapatkan fans baru di Indonesia.
Walau John Heitinga tak memperkuat Timnas negara leluhur, tapi setidaknya orang Indonesia harus bangga bahwa sebenarnya keturunan Indonesia bisa menjadi pemain bola yang baik.
Semoga John bisa menginspirasi pemain-pemain sepakbola Indonesia bahwa mereka sebenarnya punya potensi untuk menjadi pemain yang handal.
Bung Sumartono,
Dia sudah tidak bisa lagi memperkuat timnas selain Belanda. Terbentur aturan FIFA. Tapi mungkin nanti dia tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia sebagai pelatih atau seperti yang Anda katanya, menginspirasi generasi muda agar mau bekerja keras supaya bisa meraih sukses.
kami salut keja keras anda GBU
Bung Maslihan,
Terima kasih bung, juga atas nama John Heitinga.
We zijn blij als John Heitinga was bereid om Indonesië te bezoeken.
Adalah sebuah kehormatan bisa menyambut mas Sonny di tempat ini.
Sering-sering mampir ke lapak ini ya mas. Semakin marak pengunjung semakin banyak sajian semacam ini. Lho kok Anda berbahasa Belanda? Spreekt u echt Nederlands of is dat een vertaling van Mr. Google? eh.. eh.. eh.. *mas Sonny mode-on*
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.