Jalan raya di Belanda makin menghilang ke bawah tanah. Pengendara mobil tidak bisa menghindari proyek besar pembangunan terowongan baru. Alasan utama 'menyembunyikan' jalan raya adalah lingkungan.
Di Belanda, terdapat sekitar 25 lima terowongan besar. Sebagian besar dibangun di bawah sungai, baik sungai besar maupun kecil. Namun beberapa tahun terakhir jumlah terowongan bawah tanah - tempat sebagian jalan 'disembunyikan' - bertambah pesat.
Ir. Stephan Lezwijn bekerja untuk COB, Pusat Pembangunan Bawah Tanah. Ia menerangkan mengapa justru terowongan bawah tanah tiba-tiba begitu populer.
"Ekonomi dan kemakmuran berkembang sampai saat ini. Secara otomatis dampaknya adalah pertambahan mobilitas dan juga pertumbuhan infrastruktur. Dulu masih bisa diterima kalau dibangun jalan di samping rumah atau kebun, namun sekarang itu sama sekali tidak mungkin. Jadi, lebih sering solusi di bawah tanah yang dipilih. Juga di daerah hutan atau cagar alam, orang tidak akan terima dibangun jalan yang mengganggu lingkungan."
Taman Indah
Contoh yang bagus adalah terowongan baru Huberustunnel di kota Den Haag. Panjangnya 1600 meter. Di atasnya taman indah yang sama sekali tidak terganggu waktu terowongan digali dengan bor raksasa di bawah tanah. Jalan 'tersembunyi' yang sangat ramai ini tidak mengganggu rumah-rumah dan kantor yang ada di atasnya.
Terowongan di bawah tanah itu dapat dilihat sebagai tindakan perlindungan lingkungan yang mahal. Namun, masih ada segi lain. Dengan bertambahnya jumlah jalan, sudah pasti penggunaan mobil juga akan bertambah. Proses itu secara otomatis terjadi, sampai mengurangi efek perlindungan lingkungan. Di ujung terowongan keluar pula udara yang tercemar. Menurut Lezwijn, hal itu mengkhawatirkan dan perlu diperhitungkan oleh pembuat jalan.
"Sudah tentu perlu tindakan pencegahan. Misalnya cerobong asap. Filter juga bisa membantu, tetapi yang paling penting adalah, sewaktu merencanakan penempatan ujung terowongan, rumah dan kantor di sekitar juga perlu diperhitungkan. Jadi harus diperhitungkan sejak awal rancangan."
Kotak sepatu dari beton
Terwongan di bawah tanah kebanyakan tidak lebih dari kotak sepatu dari beton dengan lapisan tanah tipis. Tidak lama lagi ada sejumlah terowongan baru yang akan dibuka. Atau yang sudah dalam perencanaan. Misalnya, terowongan terpanjang di dunia yang akan dibangun di jalan raya A9 dan akan menghubungi bandara Schiphol, Amsterdam dan Almere. Panjang terowongan 3,5 kilometer.
Terowongan A9 tersebut jelas sekali kompromi lingkungan. Ini merupakan alternatif: rencana semula untuk membangun jalan di bawah cagar alam Naardermeer gagal setelah serangan protes. Perencanaan jalur di terowongan A9 yang berjumlah 8 membuat orang mempertanyakan nasib lingkungan. Akhirnya cagar alam Naardermeer diselamatkan.
Anggaran
Terowongan di bawah tanah mahal, sangat mahal, tergantung kasusnya. Namun, menurut Lezwijn, biayanya selalu beberapa kali lipat dibandingkan ongkos jalan biasa. Karena unsur politik dan keamanan masyarakat sangat penting, maka aturan di bidang itu sangat ketat:
"Yang paling penting, aturan yang menjamin orang agar dapat menyelamatkan diri dan keluar dari terowongan dengan selamat. Misalnya dengan sistem alarm dan pintu darurat. Biasanya di Belanda ada 10 pintu darurat per kilometer. Di belakang pintu darurat itu setidaknya ada ruangan yang aman dan tahan api dalam waktu lama, sampai regu bantuan tiba. Namun, di kebanyakan terowongan ada terowongan darurat khusus, tempat orang dapat melarikan diri keluar."
Hanya satu hal tidak dapat dihindari oleh aturan keselamatan apa pun: rasa tidak nyaman yang banyak dialami saat masuk terowongan. Toh kita harus menyesuaikan diri: "Jalan raya makin banyak di bawah tanah. Ini sesuatu yang tidak bisa dihindari."






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.