Israel tetap melanjutkan rencananya membangun pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur.
Demikian perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Dengan demikian dia tidak menggubris ancaman pemerintah Amerika yang mengatakan hubungan bilateral kedua negara akan terancam jika Israel meneruskan rencananya. Menurut Netanyahu sejak aneksasi wilayah Yerusalem Timur yang Arab tahun 1967 sudah banyak pemukiman yang dibuat di sana, jadi tidak ada alasan untuk menghentikan pembangunan sekarang.
Menurut Amerika Serikat pembangunan pemukiman itu akan berakibat buruk untuk proses perdamaian Israel Palestina. Pihak Palestina pun mengancam akan memboikot jika rencana itu diteruskan. Pengumuman pembangunan pemukiman ini muncul kepermukaan ketika wapres Amerika Serikat, Joe Biden berkunjung ke Israel minggu lalu.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.