Serdadu Israel menembak mati dua warga Palestina, di pos perbatasan dekat Nablus. Sebelumnya, pada akhir pekan ini, serdadu Israel juga telah menembak mati dua warga Palestina lain, di Tepi Barat Sungai Yordan.
Dengan demikian hubungan buruk antara Israel dan Palestina menjadi semakin parah. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengecam keras rencana pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, akan membangun 1.600 rumah, di wilayah pendudukan Jerusalem Timur.
Selama Israel tidak bersedia menghentikan pembangunan wilayah pemukiman baru, Palestina menolak hadir dalam suatu pembicaraan damai apa pun.
Sementara itu, untuk memperbaiki hubungan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersedia memberi beberapa kelonggaran. Ia berjanji akan memperlunak blokade terhadap Jalur Gaza. Selanjutnya, ia bersedia membebaskan beberapa tahanan anggota kelompok Al Fatah.
Dengan uluran tangan seperti itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, berusaha menunjukkan niat baiknya, pada pemerintah Amerika. Washington menentang pembangunan wilayah pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur.

Flickr, World Economic Forum_2.jpg)
















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.