Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Irfan Gaston di Gajayana
Avatar tanjung
Map
Malang, Indonesia
Malang, Indonesia

Irfan Bachdim Menyesal Tidak Bisa Main

Diterbitkan : 28 Maret 2011 - 2:00pm | Oleh Eka Tanjung (RNW)
Diarsip dalam:

Cedera urungkan duel Irfan Bachdim lawan Gaston Salasiwa. Rekan setim di junior Ajax, 12 tahun silam itu sekarang membela dua klub berbeda, Persema dan Bintang Medan.

Pertarung di Stadion Gajayana, antara Persema yang menjamu Bintang Medan 26 Maret itu bisa sangat menarik seandainya Irfan Bachdim bisa bermain. Selain karena keduanya berlatar pendidikan bola di akademi Ajax, juga karena mereka sekarang berkiprah di Liga Primer Indonesia. Dua tahun lalu, tidak ada yang menyana terjadi reuni di Indonesia.

Luar Lapangan
Kepada Radio Nederland, Irfan menyatakan kecewa. “Sayang sekali saya tidak bisa main, karena cedera pergelangan kaki. Tapi saya sudah sempat ngobrol dan bergurau sehari sebelum pertandingan.”

Gaston juga serasa dengan Irfan, kepada RNW, gelandang Bintang Medan itu menyayangkan mantan rekannya di Belanda itu cedera. Tapi ia masih punya harapan pada pertandingan kandang di Medan. “Masih ada kesempatan di pertandingan berikutnya kalau Persema ke Medan. Semoga saja kami bisa main dua-duanya.”

Ganjalan Timnas
Sebenarnya kedua juga bisa bermain dalam satu tim, di tim nasional Indonesia. Sebab baik Gaston maupun Irfan  punya impian yang sama  bermain di timnas Indonesia.  Merekapun sadar saat ini masih terlalu sulit merealisasikan impian itu karena PSSI masih tidak mengakui LPI.

Soal main di timnas Irfan kepada Radio Nederland mengatakan kecewa tidak bisa bermain untuk timnas karena alasan konflik LPI dan PSSI. Padahal secara kewarganegaraan sudah memenuhi syarat.

Sementara Gaston yang tampil bagus pada  laga lawan Persema, walaupun kalah 4-1, juga terbuka untuk berpartisipasi dalam memperkuat lini tengah tim Garuda. 

Pilar Bintang
Dari permainan yang dipertontonkan lawan Persema, 26 Maret itu Gaston banyak melakukan umpan-umpan yang sangat menjanjikan. “Permainannya bagus dan cerdik. Sentuhan “satu-dua”, khas Ajax.” Seloroh seorang pengamat yang menyaksikan pertandingan itu. Sayang sekali passing itu tidak bersambut.

Selama musim ini Gaston tidak pernah absen bersama Bintang Medan. “Sejauh ini saya bersyukur tidak pernah absen di kompetisi, selalu dipasang.”  Bek Dody menyatakan Gaston berperan penting di tim karena bisa membatu pertahanan dan menyerang. Pada laga lawan Persema, Gaston berhasil mematikan permainan striker Ngon Mamoun. Walaupun Gaston tidak bisa menghalangi Ngon Mamoun mencetak gol lewat tendangan bebas.

Masa Depan
Hambatan bagi Gaston adalah paspornya yang belum Indonesia. Tapi dia tetap terbuka melihat kedepan baik untuk timnas maupun klub. “Lihat saja, sekarang saya main maksimal dan berkembang di Bintang Medan, dan kedepannya kita lihat saja.”

Impian untuk bersama-sama di lapangan baik sebagai rekan maupun lawan, belum bisa terrealisasi, tapi keduanya punya harapan yang sama untuk bermain lebih baik dan melangkah ke tahapan yang lebih tinggi.

Terkait:

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET