Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Istana Merdeka - Jakarta
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Indonesia: Perlukah Reshuffle Kabinet

Diterbitkan : 8 Februari 2010 - 3:04pm | Oleh Redaksi Indonesia (Foto: Flickr - CC - superciliousness)
Diarsip dalam:

Dengan semakin dekatnya Pansus Bank Century mengeluarkan kesimpulan dan rekomendasi, wacana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II semakin santer.

Perlukah kabinet yang baru saja melaksanakan tugasnya selama seratus hari ini direshuffle?  Menurut direktur Reform Institute Yudi Latif, isu reshuffle ini muatan politisnya sangatlah tinggi. Berikut penjelasannya kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Partai Demokrat
Isu reshuffle itu justru digelindingkan oleh orang-orang dari lingkaran Demokrat. Tapi jurubicara kepresidenan sendiri selalu membantah. Ini nampaknya merupakan strategi untuk menekan anggota Pansus, terutama dari lingkaran koalisi, untuk lebih pro pemerintah dan menghindari kemungkinan pengambilan keputusan yang bisa berimplikasi besar terhadap pemerintahan.

Meskipun para menteri itu adalah hak prerogatif presiden, tapi sebenarnya mereka bukanlah pejabat tinggi biasa. Tapi pejabat yang punya kedudukan penting karena mereka menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Apabila menteri-menteri diganti, maka seyognyanya pertimbangannya bukanlah hubungan presiden dengan parlemen, tapi atas dasar kinerja menteri dalam mengemban tugas kenegaraan.

Tampaknya saat ini, reshuffle justru lebih mengandung bobot politik katimbang evaluasi atas kinerja menteri. Jadi pertanyaannya apakah reshuffle itu untuk memperbaiki kinerja atau semata-mata untuk menyelamatkan kabinet dalam menghadapi kesimpulan akhir dari Pansus Century.

Resiko
Menurut Yudi Latif dalam situasi di mana presiden diberi input yang benar, presiden tidak akan mengambil resiko terlalu jauh dengan mereshuffle menteri-menteri dari partai-partai koalisi. Karena ini akan semakin memperparah situasi keseimbangan dalam pemerintahan. Kalaupun akan direshuffle, maka penggantinya harus didatangkan dari partai-partai yang tergabung dalam koalisi.

Di balik reshuffle ini ada kepentingan-kepentingan internal dalam Partai Demokrat. Fragmentasi dalam Partai Demokrat juga luar biasa. Ada orang-orang yang merasa punya jasa besar tapi tidak diakomodasi baik dalam lingkungan parlemen maupun dalam kementerian yang mencoba memanfaatkan momentum reshuffle ini untuk memungkinkan presiden bisa mengakomodasinya.

Tapi menurut Yudi Latif lagi, kalau presiden berani menggunting representasi partai-partai tertentu, hal ini justru akan semakin merepotkan posisinya dalam berhadapan dengan kasus Bank Century ini. SBY diduga tidak akan berani mengambil langkah yang terlalu beresiko seperti ini, demikian Yudi Latif.

Klik tanda panah di bawah ini untuk mengikuti wawancara selengkapnya:

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET