Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Sabtu 25 Mei  
Avatar Bari Muchtar
Map
Zoetermeer, Belanda
Zoetermeer, Belanda

Indonesia Ikut Arung Jeram di Belanda

Diterbitkan : 14 Juli 2010 - 1:20pm | Oleh Bari Muchtar (foto: © Wikimedia Commons)
Diarsip dalam:

Kamis (15 Juli) di Zoetermeer, Belanda, dimulai pertandingan arung jeram internasional atau rafting. Event yang berlangsung sampai tanggal 17 Juli ini diselenggarakan oleh International Rafting Federation atau Federasi Arung Jeram Internasional.

Yang hadir hampir 23 negara, termasuk Indonesia. Menurut Tony Dumalang, manajer dan pelatih Arus Liar, tim atlet arung jeram yang mewakili Indonesia di lomba tersebut, ini bukan kali pertama tim Indonesia ikut lomba internasional.

Memperkenalkan Indonesia
Sebelumnya tim ini  pernah ikut pertandingan di Korea, Jepang dan Cina. Tony Dumalang mengatakan,  keikutsertaan Indonesia dalam event internasional ini merupakan sebuah kesempatan bagus untuk mengembangkan diri dan belajar banyak. "Dan sekaligus tantangan untuk memperlihat bahwa Indonesia eksis dan juga bisa diperhitungkan," tandasnya.

Waktu di Korea, jelas Tony, tim Indonesia berhasil mencapai ranking 12 dari 28 negara peserta. Dan di Jepang, para atlet Indonesia mampu meraih posisi runner-up sedangkan di Cina menduduki posisi kedelapan. Di Belanda ini ambisinya menjadi juara ketiga, tapi target realistisnya posisi kelima, jelas Tony.

Para atlet dari Indonesia  ikut serta dalam berbagai kategori: R-2, R-4 dan R-6. Sejak Rabu, 14 Juli, mereka sudah sibuk berlatih. "Sebetulnya kita latihan itu sejak awal. Hanya occasional training yang disediakan mereka itu, mulai tanggal 13," katanya.

Sungai Artifisial
Di Indonesia banyak sungai yang secara alami memang deras dan cocok untuk arung jeram. Sementara di Belanda tidak ada sungai seperti itu. Jadi sepertinya lomba di Belanda ini akan lebih gampang bagi atlet Indonesia.

Namun menurut Tony Dumalang berarung jeram di  sungai artifisial (buatan) di Zoetermeer itu bisa lebih sukar ketimbang di Indonesia. "Jeramnya itu sangat berbeda dengan yang di alam dan susah ditemui bentukannya," katanya.

Peserta ajang lomba arung jeram di negeri kincir angin ini sebagian besar dari Eropa. Misalnya Austria, Belgia, Bosnia Herzegovina, Ceko, Jerman, Swedia, Inggris, Italia dan tentu saja Belanda. Selain itu ada Kanada, Australia,  Amerika dan Brasil.

Jepang dan Indonesia
Dari Asia yang ikut serta hanya Jepang dan Indonesia. Menurut Tony Dumalang, hal ini disebabkan karena Indonesia bersaing prestasi dengan negeri Sakura itu. Sehingga, tambah Tony Dumalang, Jepang merupakan tauladan bagi Indonesia. Karena Jepang pernah meraih juara dua dalam kejuaraan arung jeram kategori R6. Tony berharap wakil dari Asia ini bisa memiliki peran penting dalam laga arung jeram di Belanda ini.

Klik tanda panah di bawah untuk mendengarkan wawancara lengkap:

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...