Pemogokan, aksi blokade dan unjuk rasa: Prancis hampir lumpuh total. Bahkan pelajar sekolah menengah pun ikut serta dalam aksi yang menentang kenaikan usia pensiun ini. Apa pendapat orang Belanda yang tinggal di Prancis soal hal ini? Mereka terkejut, namun menyatakan - hampir dengan kekaguman - "Orang Prancis berani mempertahankan pendapat."
Tara de Geus, mahasiswa Belanda yang sedang berkuliah di Universitas Sorbonne di Paris mengisahkan: "Saya menerima SMS dari dosen saya: tidak usah keluar rumah, universitas ditutup. Kuliah dibatalkan dan sepertinya situasi masih akan sama sampai beberapa waktu ke depan," katanya.
Sejumlah universitas sudah diblokade sekarang, dengan kata lain, aksi diperkirakan akan berlangsung di sana.
Bukan itu saja yang menarik perhatian Tara: "Bus jadi jarang, metro juga tidak teratur. Pacar saya bekerja di luar Paris dan bergantung pada kereta api. Padahal sekarang hampir tidak ada kereta yang beroperasi."
Tara mengaku terkejut melihat besarnya aksi itu.
"Sebagai orang Belanda yang logis, saya bakal bilang, 'Apa sih, yang kalian ributkan? Bekerja sampai usia 62? Di Belanda kami bekerja sampai umur 65!' Tapi di sisi lain, saya menghormati mereka. Orang-orang ini berani mempertahankan pendapat, dan hal macam itu tidak terjadi di Belanda. Dan mereka didengarkan pula! Sering sekali di Prancis, aksi macam ini berhasil mengubah keputusan pemerintah."
Aksi Supir Truk
Dan memang itulah alasan Prancis melakukan pemogokan. Sekarang, akibat blokade di berbagai tempat penyulingan minyak dan gudang bahan bakar, hanya satu dari tiga SPBU di negeri itu yang punya bensin.
Pemogokan juga terjadi di jawatan kereta api. Para supir truk mengadakan aksi di jalan-jalan bebas hambatan. Siswa-siswa sekolah menengah, dari usia 16 sampai 18 tahun, juga ikut-ikutan. Di seluruh Prancis sekolah-sekolah diblokade dan para ABG turun ke jalan.
Serikat buruh Prancis berharap bisa menekan Presiden Sarkozy supaya mengubah sikap. Mereka ingin presiden membatalkan rencana menaikkan usia pensiun dari 60 ke 62 tahun. Namun Sarkozy tetap berpegang pada pendiriannya. Ia mengerahkan polisi anti huru-hara untuk membuka kembali gudang-gudang bahan bakar dan memasok bensin di SPBU.
Toh tindakan itu tidak berhasil. Ekonomi tak akan kembali normal dengan cepat.
Citra
"Unjuk rasa ini tidak baik bagi citra Prancis," kata Hans Gunning, ketua Persatuan Perdagangan Prancis-Belanda. "Orang Prancis punya reputasi buruk soal mogok kerja, dan ini merusak nama baik mereka. Tentu saja, banyak kekacauan terjadi, juga untuk ekonomi: gangguan transportasi terjadi di jalan, rel dan udara."
Namun kekacauan tersebut juga tidak perlu dibesar-besarkan, kata Gunning. Di televisi banyak berita soal mobil-mobil yang terbakar, rombongan pengunjuk rasa Prancis dan blokade kilang minyak. Namun kenyataannya tidak sedramatis itu. "Saya sudah beberapa hari di Paris, dan kekacauan hampir tidak terlihat." Toh, tindakan pencegahan sudah diambil. "Ketika menyetir ke Prancis dari Belanda, saya sudah beli bensin dan memenuhi tanki mobil saya di Belgia."






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.