Penegakan hukum di Indonesia semakin terpuruk gara-gara polisi berkonspirasi dengan FPI. Keadaan ini akan bertambah parah jika SBY tetap lelet, tidak berani bertindak tegas dan mencopot pimpinan-pimpinan yang munafik.
Menurut pakar hukum Johnson Panjaitan, kita hanya menunggu saja sampai kelompok-kelompok berkedok agama ini menggunakan senjata api. Dalam pelbagai hal Indonesia sudah kehilangan tata krama.
FPI, Front Pembela Islam, sekarang ini diberi kesempatan bertindak sewenang-wenang. Dan ini menjatuhkan wibawa polisi, yang citranya semakin terpuruk saja, dan wibawa aparat penegak hukum lainnya. Selama SBY sebagai pemimpin penegak hukum tidak bertindak tegas dan tetap lelet, tidak berani menanggung resiko, tidak berani mengganti pimpinan polri yang lebih tegas dan berwibawa, maka preman-preman yang berkedok agama akan berani dan merasa seolah-olah dialah penegak hukum dan bertindak sewenang-wenang.
Menurut Johnson Panjaitan justru kelompok-kelompok seperti itulah yang harus ditindak, apalagi aparat hukum Indonesia berkonspirasi dengan FPI. Ini menghancurkan masa depan kita semua dan Indonesia akan lebih kacau karena kelompok-kelompok seperti FPI menjadi semakin kuat. |
FPI menjadi semakin kasar dan tidak sopan karena merasa dirinya didukung. Rakyat tidak bisa diam soal penegakan hukum, bila perlu presiden harus dilengserkan. Demikian Johnson Panjaitan.
Klik tanda panah di bawah untuk mendengarkan wawancara lengkap:






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.