Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Lioe Hesseling
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Hukum vs. FPI: Mana yang Menang?

Diterbitkan : 27 Agustus 2010 - 3:31pm | Oleh Lioe Hesseling (Foto: blog FPI online)
Diarsip dalam:

Penegakan hukum di Indonesia semakin terpuruk gara-gara polisi berkonspirasi dengan FPI. Keadaan ini akan bertambah parah jika SBY tetap lelet, tidak berani bertindak tegas dan mencopot pimpinan-pimpinan yang munafik.

Menurut pakar hukum Johnson Panjaitan, kita hanya menunggu saja sampai kelompok-kelompok berkedok agama ini menggunakan senjata api. Dalam pelbagai hal Indonesia sudah kehilangan tata krama.

FPI, Front Pembela Islam, sekarang ini diberi kesempatan bertindak sewenang-wenang. Dan ini menjatuhkan wibawa polisi, yang citranya semakin terpuruk saja, dan wibawa aparat penegak hukum lainnya. Selama SBY sebagai pemimpin penegak hukum tidak bertindak tegas dan tetap lelet, tidak berani menanggung resiko, tidak berani mengganti pimpinan polri yang lebih tegas dan berwibawa, maka preman-preman yang berkedok agama akan berani dan merasa seolah-olah dialah penegak hukum dan bertindak sewenang-wenang.

Menurut Johnson Panjaitan justru kelompok-kelompok seperti itulah yang harus ditindak, apalagi aparat hukum Indonesia berkonspirasi dengan FPI. Ini menghancurkan masa depan kita semua dan Indonesia akan lebih kacau karena kelompok-kelompok seperti FPI menjadi semakin kuat. |

FPI menjadi semakin kasar dan tidak sopan karena merasa dirinya didukung. Rakyat tidak bisa diam soal penegakan hukum, bila perlu presiden harus dilengserkan. Demikian Johnson Panjaitan.

Klik tanda panah di bawah untuk mendengarkan wawancara lengkap:
 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET