Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Selasa 21 Mei  
Avatar hendrawan
Map
Amsterdam, Belanda
Amsterdam, Belanda

Homoseksualitas Identitas Bangsa Belanda?

Diterbitkan : 11 Februari 2011 - 4:08pm | Oleh Bram Hendrawan (RNW)
Diarsip dalam:

"Homoseksualitas adalah bagian dari identitas Belanda. Apabila anda ingin menjadi bagian dari masyarakat Belanda, anda harus menerima keberadaan kaum homoseksual." Pernyataan semacam ini dalam tahun-tahun terakhir sering dilontarkan oleh para politisi Belanda. Homoseksualtias sekarang dianggap sebagai simbol identitas negara kincir angin.

Akhir-akhir ini di Belanda sering terjadi insiden kekerasan terhadap kaum homoseksual. Di Amsterdam misalnya, terjadi berbagai insiden penyerangan terhadap pria homoseksual, pasangan lesbian juga ada yang diteror hingga  mereka harus pindah rumah. Walau berbagai kekerasan ini juga dilakukan oleh warga asli Belanda, tapi terutama pendatang yang beragama Islam, sering dianggap sebagai biang keladi.

Para politisi sayap kanan, seperti Partai PVV pimpinan Geert Wilders misalnya, sering memakai pendapat ini untuk mengkritik warga pendatang, terutama yang berlatar belakang Islam. Menurut Wilders, para imigran yang tidak bisa menerima homoseksualitas harus pergi dari Belanda. Pendapat Wilders ini dianggap ekstrim dan menimbulkan berbagai reaksi.

Agenda politik
Gert Hekma, sejarawan Belanda yang meneliti perkembangan homoseksualitas, berpendapat ada baiknya juga homoseksualitas dimasukkan sebagai bagian dari identitas Belanda.

"Menurut saya itu bagus sekali. Banyak orang yang kaget dengan pendapat Wilders yang membawa masalah homoseksualitas sebagai bagian dari identitas nasional Belanda. Banyak yang tidak setuju karena mereka memang tidak suka dengan Wilders saja. Tapi, dengan pendirian Wilders itu sekarang kita masuk stadium baru. Semua partai politik harus mengakui bahwa homo adalah bagian dari masyarakat, bagian dari Bangsa Belanda. Itu adalah elemen yang bagus."

Menurut Hekma, walau hukum di Belanda sudah mengakui hak kaum pecinta sejenis misalnya dengan memperbolehkan perkawinan sejenis, namun penerimaan terhadap kaum homoseksual di Belanda masih menjadi masalah.

"Masih banyak yang harus dilakukan. Homo sudah tidak didiskriminasi, hak mereka dilindungi hukum. Tapi, kalau kita lihat penerimaan masyarakat situasinya berbeda. Banyak penelitian yang menunjukkan itu. 90-95 persen warga Belanda menyatakan menerima homo. Tapi, pada saat yang sama 45 persen warga bilang mereka tidak ingin melihat dua pria berciuman di tempat umum. Padalah kalau yang berciuman itu pasangan hetero mereka bisa menerima. Jadi, masih banyak masalah."

Dengan diakuinya homoseksualitas sebagai bagian dari identitas Belanda, menurut Hekma, ini akan bisa menjadi amunisi untuk menekan para politisi agar memasukkan masalah penerimaan homoseksualitas dalam agenda politik mereka.

Retorik

Banyak yang tidak sependapat dengan Geert Wilders yang memakai homoseksualitas untuk mengucilkan kelompok pendatang muslim. Salah satu kritik yang muncul adalah pernyataan yang dikeluarkan para politisi sayap kanan hanyalah retoris semata.

Natalia Walenkamp adalah ketua LSM Malaica, sebuah LSM di Belanda yang berupaya meningkatkan penerimaan homoseksualitas di kalangan pendatang dan juga kelompok beragama. Ia berpendapat politisi seperti Wilders hanya memakai homoseksualitas sebagai alat politik saja.

"Saya sangat setuju diberikannya perhatian terhadap homoseksualitas sebagai bagian dari identitas individu. Tapi, saya menyayangkan dipakainya homoseksualitas untuk mengucilkan kelompok tertentu di masyarakat, terutama kaum pendatang. Ini adalah sebuah bentuk penyalahgunaan terhadap kelompok minoritas, baik kaum homoseksual maupun kelompok pendatang muslim. Pembelaan terhadap gay dan lesbian hanya dipakai untuk mendukung pendirian politik mereka saja tanpa benar-benar melakukan tindakan konkrit. Mereka tidak perduli masalah apa yang sebenarnya dihadapi para kaum pendatang, apakah mereka benar-benar punya masalah dengan homoseksualitas dan dalam bentuk apa. Selain itu mereka juga tidak melindungi para homoseksual. Ini hanya dipakai untuk permainan politik saja tanpa benar-benar memberikan solusi terhadap masalah yang ada. Ini adalah bentuk penyalahgunaan."

Tidak hitam putih
Kritik lain terhadap pemakaian isu homoseksualitas untuk mengucilkan kelompok pendatang adalah pemakaian asumsi yang salah. Dengan menyatakan bahwa homoseksualitas adalah bagian dari identitas Belanda, secara tidak langsung disampaikan bahwa semua orang Belanda menerima homoseksualitas. Hal ini tentu saja tidak benar, seperti disampaikan oleh Gert Hekma, masih banyak masalah yang dihadapi kaum gay di Belanda.

"Kita terlalu menekankan bahwa yang menjadi masalah adalah pendatang: orang Maroko, Turki atau Suriname. Tapi, penelitian terhadap remaja homoseksual menunjukkan, mereka masih harus bergulat selama setidaknya tiga tahun dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: saya homo atau bukan, diterima atau bukan. Ini masih sesuatu hal yang sangat sulit untuk para remaja, tidak perduli apakah mereka muslim atau kulit putih, liberal atau sosialis."

Selain itu, pendapat yang menyatakan bahwa semua pendatang tidak bisa menerima homoseksualitas juga tidak benar. Emir Belatoui adalah ketua LSM Secret Garden, lembaga swadaya masyarakat yang ingin meningkatkan penerimaan homoseksualitas di kalangan muslim. Ia menyatakan banyak organisasi muslim di Belanda yang berupaya untuk meningkatkan penerimaan terhadap kaum homoseksual.

"Orang kalau bicara tentang muslim, langsung disambungkan dengan Islam. Tapi, Islam dan muslim adalah dua hal yang berbeda. Tidak semua muslim punya pandangan yang sama tentang apa itu ajaran Islam. Tidak semua orang Islam homofobi. Saya kenal banyak muslim yang bisa menerima homoseksualitas."

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...