Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar John Tyler
Map
Den Haag, Belanda
Den Haag, Belanda

Homoseksualitas Bukan Isyu di Belanda

Diterbitkan : 19 Maret 2010 - 3:53pm | Oleh John Tyler (Foto: Sambrook/Flickr)
Diarsip dalam:

Memang ada satu hal yang benar dari penjelasan jenderal purnawirawan Amerika Serikat John Sheehan di depan Kongres di Washington: ada banyak kaum homoseksual yang menjadi tentara di Belanda.

Tapi hanya seorang asing saja yang mengangkat tema tersebut. Di Belanda sendiri, kaum homoseksual sudah bertugas sebagai tentara selama beberapa dekade.

Jenderal Sheehan menyatakan jatuhnya wilayah kantong PBB di Srebrenica tahun 1995, yang menyebabkan pembunuhan massal ribuan warga msulim Bosnia, sebagian disebabkan oleh tentara Belanda yang gay.

"Itu adalah pembunuhan massal terbesar di Eropa setelah Perang Dunia II. Angkatan bersenjata Belanda memperbolehkan tentara yang homoseksual dan Anda tahu apa yang terjadi di sana."

Jenderal purnawirawan itu melontarkan pendapatnya sewaktu tanya-jawab komisi Senat yang harus mempertimbangkan apakah akan mencabut kebijakan pemerintah Amerika 'don't ask, don't tell', yang memperbolehkan kaum homoseksual untuk bertugas sebagai tentara dengan syarat tidak menceritakan hal ini kepada orang lain.

Reaksi
Reaksi di Belanda boleh dibilang hampir sama, mereka sama sekali tidak mengerti mengapa jenderal Amerika ini menyinggung hal tersebut. Mulai dari menteri luar negeri Maxime Verhagen sampai ke menteri pertahanan sewaktu pembunuhan Srebrenica. Dari ketua serikat buruh militer hingga ke mantan komandan tentara; semuanya mengatakan bahwa pernyataan Sheehan itu tidak punya dasar sama sekali.

Menteri luar negeri demisioner Belanda Maxime Verhagen menyatakan lewat jejaring sosial Twitter bahwa ia tercengang akan komentar sang jenderal. Komentar itu menggambarkan diskusi yang sedang berkecamuk mengenai homoseksual di angkatan bersenjata Amerika Serikat, kata Verhagen.

Menteri pertahanan Eimert van Middelkoop lewat Twitter juga mencap komentar Sheehan "memalukan dan tidak pantas dilontarkan seorang jenderal'. Sementara duta besar Belanda untuk Amerika Serikat, Renee Jones-Bos menambahkan keterangan di halaman situs kedubes bahwa ia 'sangat tidak sependapat' dengan pernyataan Sheehan.

Isu sensitif
Jatuhnya daerah kantung merupakan isu yang sensitif di sini. Hal itu menjadi sasaran studi mendalam yang dilakukan baik oleh pihak komisi militer maupun sipil. Salah satu studi semacam itu pernah menjatuhkan pemerintahan mantan Perdana Menteri Wim Kok.

Bahwa pembunuhan massal terjadi di kawasan yang menjadi tanggung jawab tentara Belanda itu, menyebabkan dampak mendalam bagi tentara Belanda dan kebijaksanaan sipil Belanda, dan akan selalu diingat sebagai luka dalam mental negeri Belanda.

Tapi dalam semua pemeriksaan diri dan penilaian yang dibuat dalam kasus Srebrenica, tidak pernah muncul isu homoseksualitas.

Hanya sekarang, setelah pernyataan Jenderal Sheehan, muncul sejumlah spekulasi yang mungkin diambilnya secara berlebihan dan sembrono dari seorang komandan Belanda, mungkin menggunakan istilah 'gay' atau 'homo' untuk melecehkan kegagalan militer dalam melindungi umat muslim di Srebrenica.

Jenderal Sheehan menganggap komandan itu, mungkin dalam hal ini Jenderal Henk van den Breemen, sebagai narasumbernya, bahwa hadirnya kaum homo di dalam tentara Belanda, sebagian merupakan sebab jatuhnya Srebrenica. Di dalam pernyataan tertulisnya, jenderal purnawirawan van den Breemen mengatakan hal itu adalah bohong.

Tentara homo
Kaum homo diperkenankan mengabdi dalam tentara Belanda sudah sejak 1974. Sebelumnya juga ada kaum homo yang berada di dalam tentara dengan lindungan kebijakan 'jangan tanya, jangan bilang'.

Sekarang, sekitar tujuh sampai sepuluh persen tentara yang mengabdi Angkatan Bersenjata Belanda adalah homoseksual (tidak ada data spesifik).

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET