Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar KBR 68H
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Hikayat Melayu, Hikayat Indonesia Kita

Diterbitkan : 25 Agustus 2011 - 3:47pm | Oleh KBR 68H (Foto: Wana Darma/Flickr)
Diarsip dalam:

Genap 66 tahun usia negeri ini. Korupsi, kekerasan dan ancaman terhadap pluralisme, menjadi tampilan wajah Indonesia saat ini. Bulan lalu, budayawan Butet Kartarajasa mengemas pentas tari dan teater dalam Program Indonesia Kita. Pentas ini menampilkan wajah Indonesia dari sisi budaya, berusaha membangkitkan nasionalisme dan ke-Indonesia-an. Reporter KBR68H Rony Rahmata merekam pementasan tersebut.

Hikayat atau cerita dari tanah Melayu ditampilkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Hikayat tentang Mak Jogi.

Teater
Mak Jogi adalah karakter yang kerap digunakan dalam ribuan Hikayat Melayu. Kali ini tokoh Mak Jogi diperankan oleh Tom Ibnur, penari kondang asal Pekanbaru, Riau.

Dalam cerita rakyat Melayu, Mak Jogi itu adalah seorang yang sangat terkenal. Mak jogi itu adalah laki-laki yang berperan sebagai perempuan di dalam berbagai cerita dalam berbagai pertunjukkan tari.

Inti pementasan ini adalah upaya Mak Jogi menjalankan perintah Raja untuk mencari air dari tujuh muara di seluruh negeri. Air itu untuk kesembuhan putra mahkota. Selama mencari sumber mata air inilah, Mak Jogi mewarnai setiap daerah yang dikunjunginya dengan kebudayaan dan kesenian Melayu. Merangkul kesatuan negeri ini.

Konsep
Kisah Mak Jogi dikemas dalam bentuk sindiran dan humor. Pakar Komunikasi Effendi Ghazali pun turut memainkan satu peran. Ia ditasbih sebagai Penasehat Kerajaan.

Efendi Gozali mempunyai alasan sehingga terlibat dalam pementasan Mak Jogi, "Saya tertarik, konsepnya adalah kita melihat budaya, ada hikayat-hikayat dari seluruh Indonesia. Kemudian di sana-sini dicampur, ada beberapa hal yang terkini. Tapi dengan tidak melupakan, bahwa sebetulnya Indonesia kita itu tidak hanya Jakarta sebagai pusat tarik menarik politik, kepentingan dagang dan lain-lain. Jadi bagaimana di daerah-daerah itu, apa yang sedang terjadi, paling tidak inilah ekplorasi awallah mengenai itu."

Pentas Keempat
Hikayat Mak Jogi adalah pentas keempat dari rangkaian Program ”Indonesia Kita.” Pentas perdana mengangkat kesenian Yogyakarta yang dinilai memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Kemudian pentas Beta Maluku untuk Indonesia Damai yang menampilkan seniman-seniman Maluku. Ketiga adalah Ludruk Surabaya dengan lakon Kartolo Mbalelo alias memandang Indonesia secara jenaka.

Apa pesan utama pementasan ini bagi ke-Indonesia-an kita? Hikayat Melayu tak terhitung banyak jumlahnya. Isi ceritanya pun mudah diadopsi dengan konteks kekinian. Karena itulah Indonesia Kita kali ini mengangkat hikayat dari tanah Melayu.

Sang sutradara, Butet Kartarajasa:
"Bagi saya itu sesuatu kekuatan kesenian tradisional. Membuktikan bahwa kesenian tradisional itu tetap bisa didaur ulang untuk menampilkan aktualitas kontemporer. Jadi cerita-cerita yang bersumber dari hikayat Melayu yang jumlahnya ribuan itu, itu merupakan satu mata air, sumber inspirasi yang bisa kita cari, kita gali untuk ngomong masalah Negara hari ini."

"Karena ternyata persoalan-persoalan di wilayah kontemporer hari ini, itu hanya mengulang dari apa yang terjadi dari masa lalu. Seluruh kejahatan, kebaikan itu hanya satu rotasi yang terjadi dan itu dibuktikan oleh kekuatan seni tradisional," tambah Butet.

Masih penasaran? Dengarkan laporannya!

Laporan KBR68H

Diskusi

Nurdin Nasakom 27 Agustus 2011 - 9:25am / Indonesiakah

Aku bukan pengertik dan bukan juga pembela. Aku adalah aku seorang yang senang berada dalam lingkungan kebenaran dan pembenaran, apapun itu ceritranya. Segala ceritra atau kisah yang hendaknya ceritrakan atau dipentaskan, adalah juga mempunyai alasan demensi. Aku terasa terkesan setelah membaca tema Butet tentang Hikayat Melayu dan Indonesia hari ini. Apa hubungannya antara Melayu, Jawa dan Indonesia? Kisah yang dipentaskan adalah semata berorientas ditanah Jawa, lalu bagaimana sampai tanah Melayu dan bangsa Melayu ada di Jawa dan Indonesia? Apakah Jawa itu induk dari Melayu dan Indonesia? Rupanya mas Butet harus juga membaca Biografi Soekarno agar lebih jelas tentang munculnya bangsa bangsa dan apa itu Indonesia sesungguhnya. Terimakasih aku Nurdin N.

Nurdin Nasakom 27 Agustus 2011 - 9:25am / Indonesiakah

Aku bukan pengertik dan bukan juga pembela. Aku adalah aku seorang yang senang berada dalam lingkungan kebenaran dan pembenaran, apapun itu ceritranya. Segala ceritra atau kisah yang hendaknya ceritrakan atau dipentaskan, adalah juga mempunyai alasan demensi. Aku terasa terkesan setelah membaca tema Butet tentang Hikayat Melayu dan Indonesia hari ini. Apa hubungannya antara Melayu, Jawa dan Indonesia? Kisah yang dipentaskan adalah semata berorientas ditanah Jawa, lalu bagaimana sampai tanah Melayu dan bangsa Melayu ada di Jawa dan Indonesia? Apakah Jawa itu induk dari Melayu dan Indonesia? Rupanya mas Butet harus juga membaca Biografi Soekarno agar lebih jelas tentang munculnya bangsa bangsa dan apa itu Indonesia sesungguhnya. Terimakasih aku Nurdin N.

Lugiman 27 Agustus 2011 - 1:02am

Bung Butet Kartarajasa, Effendi Ghazali dan lainnya, BERJAYALAH TERUS.
Indonesia masih memerlukan Anda2. Bukan Pemerintah sekarang.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET