RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET

Radio Netherlands Worldwide

Depan
Avatar John Tyler
Map
Amsterdam, Belanda
Amsterdam, Belanda

Haruskah Wilders Maju ke Eropa?

Diterbitkan : 3 Februari 2010 - 11:19am | Oleh John Tyler (http://www.rnw.nl/data/files/imagefield_thumbs/images/lead/wilders-on-trial-650.jpg)
Diarsip dalam:

Sidang pengadilan atas politisi Belanda Geert Wilders dilanjutkan Rabu (3 Februari) di Pengadilan Distrik Amsterdam.

 

Wilders dituduh membangkitkan kebencian atas umat muslim. Sementara di latar belakang Pengadilan HAM Eropa membayangi. Tapi apakah Wilders harus menaruh harapan atas pengadilan Eropa? Laporan redaktur politik John Tyler.

 

Menyeberang Batas
Jika Wilders kalah di Amsterdam, dia bisa banding ke Mahkamah Agung. Jika gagal juga, dia bisa membawa kasus menyeberang batas, ke Strasbourg, Prancis. Di sini Pengadilan HAM Eropa bermarkas, dengan 47 hakim yang punya yurisdiksi atas 800 juta orang di 47 negara.

 

Menilik pendapat Wilders bahwa Eropa seharusnya tidak terlalu ikut campur urusan Belanda, Wilders sebaiknya berpikir dua kali sebelum menaruh harapan atas pengadilan Eropa. Selain itu, jika melihat keputusan pengadilan dalam kasus-kasus tentang kebebasan bicara dan hak politisi mengutarakan pendapat, Wilders harus berpikir lebih panjang lagi.

 

Dewinter: Hati-hati
Tanya saja Filip Dewinter. Pimpinan Vlaams Belang, sebuah partai anti imigran di daerah Flandria Belgia. Di tahun 2004 partainya divonis menyebar kebencian. Dia melihat ada kesamaan antara kasus partainya dengan kasus Geert Wilders.

 

Dewinter:
" Wilders bersalah dengan menghina orang Islam dengan cara menghina Islam, menyebar kebencian atas orang muslim, menghasut diskriminasi atas kaum muslim dan imigran non barat. Itu persis sama dengan apa yang mereka katakan tentang kami dan kami dinyatakan bersalah atas dasar itu."

 

Ketika partainya Dewinter membawa kasus ke Pengadilan HAM Eropa, mereka mendukung tuduhan, tanpa ditinjau ulang. Dewinter mengatakan kasusnya bisa jadi peringatan untuk Wilders.

 

Pendapat Lain
Profesor hukum media di Universitas Ghent Dirk Voorhoof setuju Wilders seharusnya tidak terlalu berharap atas Strasbourg. Dia mengatakan, pengadilan Eropa mengambil keputusan musim panas lalu dalam kasus lain di Belgia, yang menentukan batasan sejauh mana seorang politisi boleh menggunakan haknya mengemukakan pendapat.

 

Voorhoof:
"Sekali lagi, ini adalah indikasi bahwa otoritas legal di Belanda tidak perlu takut dengan naik bandingnya Wilders ke Strasbourg, karena pengadilan Eropa mendukung pemikiran dibutuhkan sebuah aksi untuk menghentikan penghasutan atas rasisme."

 

Pengadilan menegakkan hukuman Daniel Feret, mantan pimpinan partai kanan jauh le Front National dan seorang anggota parlemen wilayah Wallonia.

 

Dalam putusannya di bulan Juli 2009, pengadilan Eropa menulis bahwa kebebasan berekspresi sangat penting terutama bagi wakil rakyat terpilih, tapi juga menyatakan "sangat krusial bagi para politikus...untuk menghindari komentar yang membangkitkan intoleransi. Mengusulkan penyelesaian atas masalah tentang imigran dengan menyebarkan diskriminasi rasial bisa menyebabkan ketegangan sosial dan merusak kepercayaan atas lembaga-lembaga demokrasi."

 

Hukuman Feret antara lain larangan berpolitik selama 10 tahun dan 250 jam kerja layanan masyarakat pada sebuah institusi, membantu imigran berintegrasi di masyarakat Belgia. Geert Wilders harus mengusahakan upaya terbaiknya untuk menghindari nasib sama di Belanda.

 

Lindungi Kebebasan Berbicara
Jika Wilders membawa kasusnya ke Strasbourg, dia melakukannya atas dasar Artikel 10 Konvensi HAM Eropa.

 

Sebuah putusan pengadilan yang dijatuhkan 20 tahun lalu dalam sebuah kasus wartawan Denmark menjadi preseden paling penting dalam melindungi kebebasan berbicara.

 

Jens-Olaf Jerslid, seorang wartawan yang masih bekerja untuk televisi nasional Denmark, didakwa menyebar kebencian oleh sebuah pengadilan Denmark. Ini dilakukan setelah dia membuat prorgam televisi tentang kelompok pemuda rasis Denmark, the Green Jackets. Pengadilan Eropa membalik dakwaan atas Jerslid dengan dasar minat publik mendengarkan sentimen rasis yang disebar kelompok itu mengalahkan hak melindungi mereka yang jadi obyek bulan-bulanan.

 

Sementara di Belanda, Geert Wilders berargumen, minat publik mendengar apa yang dia sebut kebenaran tentang Islam mengalahkan pertimbangan apapun. Tapi Jerslid mengatakan kasusnya bisa jadi memperluas batasan kebebasan berbicara di Eropa, tapi itu tidak memberi orang kekuasaan penuh (carte blanche).

 

Jerslid:
"Pertanyaan dalam kasus saya bukannya apakah secara sosial itu hal yang bagus bahwa kebenaran dalam bentuk mentah muncul dari grup penuh kekerasan di Kopenhagen. Itu tidak memberi siapapun hak untuk begitu saja mengatakan hal-hal buruk tentang imigran."

 

Apakah Wilders harus mencoba peruntungan di Pengadilan HAM Eropa? Catatan kasus tentang kebebasan bicara di Strasbourg seharusnya membuat Wilders tidak berpikir ke sana, melainkan berupaya memenangkan kasusnya di pengadilan Belanda.

 

Links:
<www.echr.coe.int/ECHR/homepage_en>
<www.echr.coe.int/nr/rdonlyres/d5cc24a7-dc13-4318-b457-5c9014916d7a/0/englishanglais.pdf>
<www.filipdewinter.be/>

 

TINJAUAN:  Sidang atas politikus di Eropa oleh John Tyler dan Perro de Jong.

 

BELGIA

Filip de Winter
Tiga organisasi yang dihubungkan dengan Blok Flandria di Belgia didakwa membangkitkan kebencian dan diskriminasi tahun 2004. Putusannya adalah "Blok Flandria adalah partai yang seara sadar dan sistematis membangkitkan diskriminasi. Mereka memperlakukan imigran sebagai kriminal, pemuja setan, fanatik yang tidak akan berintegrasi dan merupakan ancaman atas orang Belgia asli."

 

Banding diajukan ke Strasbourg, tapi pengadilan Eropa memutuskan tidak akan meninjau ulang. Alasannya tidak jelas, tapi secara hukum ini berarti pengadilan menerima keputusan Belgia. Partai mengganti namanya, tapi dengan adanya gelombang besar sewaktu sidang, partai kehilangan popularitas.

 

Daniel Feret
Di tahun 2006 divonis membangkitkan kebencian. Dalam dakwaan Feret disebut melakukan hal tersebut pada waktu kampanye antara tahun 1999 hingga 2001. Feret menulis dan membagikan selebaran dan poster partainya. Dia menganjurkan berbagai kebijakan anti imigran termasuk larangan membeli rumah dan membangun perkampungan etnis. Hukuman Feret antara lain larangan berpolitik selama 10 tahun dan 250 jam kerja layanan masyarakat pada sebuah institusi, membantu imigran berintegrasi di masyarakat Belgia.

 

NORWEGIA
Di tahun 1997, pengadilan Norwegia mendakwa Jack-Erik Kjuss, pimpinan Aliansi Pemilihan Putih (Hvit valgallianse atau HV) dengan tuduhan mempromosikan diskriminasi rasial dengan menganjurkan sterilisasi wajib untuk seluruh penduduk non kulit putih Norwedia. Mahkamah Agung Norwegia mendukung kasus dan pengadilan Eropa tidak mengubah putusan.

 

PRANCIS
Di tahun 2004, pimpinan partai kanan jauh Front Nasional Jean-Marie Le Pen didenda 10.000 euro atas tuduhan membangkitkan kebencian atas kaum Muslim. Dia mengatakan di harian Le Monde bahwa orang Prancis harus berhati-hati akan datangnya hari ketika Prancis dihuni 25 juta orang Muslim dan bukannya 5 juta, karena "merekalah yang akan memerintah" dan "orang Prancis harus surut ke belakang dan menundukkan kepala."

 

ITALIA
Di Verona, 6 anggota partai Liga Utara diadili tahun 2004 atas kampanye mereka tentang orang Roma dan Sinti. Slogan mereka tahun 2001 adalah "untuk keamanan penduduk kita, usir kaum gipsi dari rumah kita." Enam orang ini didakwa membangkitkan kebencian, tapi Pengadilan Kasasi Italia membalikkan dakwaan tahun 2008.

 

Politikus lain membuat komentar kontroversial, tanpa diganjar tuntutan hukum. Politisi kanan jauh Daniela Santanché menyebut Nabi Muhammad seorang faedofil tahun lalu. Menteri reformasi Italia Roberto Calderoli lengser tahun 2006 karena mengenakan kaus bergambar kartun Nabi Muhammad buatan artis Denmark. Dan cucu Benito Mussolini, Allessandra menyebut semua orang Rumania adalah penjahat.

 

JERMAN
Mantan pimpinan partai ekstrim kanan NPD Günter Deckert didakwa dan dijatuhi hukuman penjara beberapa kali. Tahun 1994, pengadilan banding Mannheim memuji Deckert sebagai seorang kuat dan bertanggungjawab, yang punya keyakinan kuat dan sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga atas keyakinan itu. Revisionisme Hollocaustnya disebut hakim sebagai pancaran "kepentingan sah". Dua hakim kemudian dipecat dan kasus harus dibuka kembali. Deckert dihukum dua tahun penjara tanpa pembebasan bersyarat.

 

Pimpinan NPD saat ini, Udo Voigt, dijatuhi hukuman 7 tahun penjara tahun lalu dengan tuduhan membangkitkan kebencian. Ini dilakukan dengan menyebarkan pamflet yang mengolok-olok satu-satunya pesepak bola Jerman kulit hitam yang bertanding di kejuaraan dunia di tahun 2006.
 

Video pilihan

Ide Multatuli tetap Abadi
2 Maret 2010 adalah 190 tahun Eduard Douwes Dekker alias Multatuli,...
Masjid Liberal Belanda Terancam Tutup
Masjid Polder di Amsterdam terancam harus gulung tikar karena kekurangan...
Orang Kristen di Belanda Merasa Terpojok
Kalau menulis "Allahu Akbar", pemerintah kota tak berani menegur...
Tips Nikmat Naik Pesawat
Warga Belanda paling gemar berliburan pakai pesawat. Banyak trik-trik yang...

Musik dari Radio Nederland

RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET