Berbagai media Belanda menyoroti penemuan harta karun di Candi Sri Padmanabha di India. Berlian, emas, batu permata langka, kepingan uang emas, patung Dewa Wishnu dari emas dan lainnya tersimpan dalam tujuh kamar bawah tanah.
Penemuan pekan silam itu mengejutkan karena jumlah total harta karun ini bisa mencapai 17 miliar euro atau 25 miliar dolar. Jumlah persisnya masih dalam penyidikan dan penghitungan para pakar, demikian koran Trouw.
Rute Perdagangan
Para ahli menduga harta karun itu berasal dari zaman East-India Company dan Napoleon. Candi ini terletak di rute perdagangan gading dan rempah-rempah. Para pedagang menyempatkan bersemedi dan memberi sesaji ke candi ini dengan harapan dewa memberi berkah pada usahanya. Selain itu sesaji juga dimaksudkan untuk mendapat restu penguasa, demikian koran Trouw.
Pemerintah India langsung mengerahkan pasukan elit untuk mengamankan lokasi dan tetap memberi kenyamanan pada umat hindu yang bersemedi di candi Dewa Wishnu itu.
Pro-kontra
Debat yang sekarang mengemuka adalah: mau dikemanakan kekayaan sebanyak itu? Koran de Volkskrant melihat perdebatan pro-kontra. Para pemuka Hindu menilai harta harus tetap dipertahankan di sana. Pendapat yang sama disampaikan kepala pemerintahan Kerala, dia menjamin bahwa karun tetap menjadi bagian dari candi. Sementara para ahli dan juga mahkamah India menilai harta itu hak milik rakyat.
Di negara yang jumlah kaum miskinnya sampai 450 juta jiwa, bagaimana kalau dibagikan pada kaum miskin? Tulis harian Trouw.
Bukan satu-satunya
Candi Sri Padmanabha Swamy ini bukan satu-satunya tempat suci India yang menyimpan harta karun. Kekayaan itu terkumpul dari sesaji dan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, seperti rumah sakit atau sekolah sendiri, demikian koran Algemeen Dagblad. Koran AD mencontohkan candi Tirumala di Andhra Pradesh yang dipimpin Sai Baba yang meninggal tiga bulan lalu dan mewariskan 3 ribu kilo emas sekitar 9 miliar euro.
Untuk kasus candi Sri Padmanabha itu sampai saat ini masih dikelola keturunan kerajaan Travancore, dan mereka masih belum mau mengambil keputusan. Mereka menilai bahwa kekayaan batin lebih penting dari kekayaan harta.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.