Akhirnya, sesudah 65 tahun setia menemani pendengar dan pembaca, Radio Nederland Siaran Indonesia dengan berat hati mohon diri. Kali ini untuk waktu tak terbatas. Menandai berakhirnya era Ranesi, kami siapkan berbagai artikel khusus tentang Ranesi, mitra, dan tentu saja pendengar.
Edi Sutardi (50), penggemar Ranesi di Tasikmalaya, sudah puluhan tahun setia mendengarkan siaran Radio Nederland. “Ketika itu, saya lupa lagi tahun berapa, saya pernah mengirim surat, tapi pakai bahasa Inggris.”
Dalam surat itu Edi meminta dikirimkan buku. “Dikasih, dalam bahasa Belanda. Itu masih ada di sini.”
Bergabung lagi
Buku itu diterimanya ketika masih tinggal di Ciparay, Kabupaten Bandung. Setelah itu Edi sempat beberapa tahun tidak aktif lagi mengikuti siaran Ranesi. “Berhubung saya suka bepergian, saya jarang mengirim lagi. Nah, pas pindah ke sini ke Tasik (Tasikmalaya, Red.), saya menikah dengan orang Tasik, tahun 91, saya bergabung lagi dengan Radio Nederland, mengirim surat.”
Edi mengirim surat, meminta stiker dan sebagainya.
Tidak menyangka
Edi Sutardi menyatakan sedih bahwa setelah 29 Juni 2012 Ranesi sudah tidak mengudara lagi. “Saya tidak menyangka bakalan begini.”
Penggemar acara Warta Berita dan Kamera (sekarang Kanal Muda, Red.) hafal suara semua penyiar Ranesi. “Terutama di acara Kamera, berganti-ganti nama. Ada bang Eka, ada Laura Mulyadi, terus Feba Sukmana dan Juliani Setiadi.”
Namun suara yang paling dikenal adalah suara Juliani Wahjana dalam acara Suara Perempuan.















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.