Electronita Duan, salah satu pendiri Politeknik Perdamaian Halamahera di Tobelo Maluku Utara menerima penghargaan perdamaian N-Peace dari Badan PBB UNDP pada 19 Oktober di Bangkok. Penghargaan dianugerahkan kepada perempuan Maluku ini karena dipandang berjasa dalam mempromosikan perdamaian di Maluku.
Electronita Duan merasa senang sekali karena dipercayadan didukung masyarakat yang ada di Halmahera Utara, juga di Maluku, dan sebagian besar Indonesia, sehingga dari lima nominator yang masuk, Electronita terpilih mewakili perempuan di Indonesia.
Berbicara mengenai perdamaian, bukan berarti bahwa Electronita menyelesaikan suatu konflik atau apabila timbul konflik maka ia menyelesaikannya. "Bukan itu. Jadi bukan membangun perdamaian secara konvensional," demikian jelasnya.
Pemberdayaan
Setelah konflik tahun 1999, lembaga yang dipimpinnya banyak bergerak dalam bidang pemberdayaan ekonomi pasca konflik. Ekonomi pada saat pasca konflik porak poranda di seluruh Maluku khusunya Maluku Utara dan Halmahera.
"Kami mencoba dengan gerakan ekonomi mikro kredit untuk masayarat pengungsi. Kami membentuk kelompok-kelompok pendampingan. Saat ini, berkat bantuan dan dukungan masyarakat pula, sampai saat ini sudah ada 5000 anggota dalam koperasi kredit yang kami dirikan."
Politeknik Perdamaian Halmahera
Setelah 2002, di Halmahera, khususnya di Halmahera Utara, banyak anak-anak yang putus sekolah sehingga Electronita berpikir perlu adanya pendidikan vokasi. "Akhirnya kami dirikan satu politeknik yaitu Politeknik Perdamaian Halmahera."
Kerja keras Electronita Duan akhirnya mendapat penghargaan dari PBB. Baginya, ini adalah suatu penghargaan yang luar biasa. Tapi ia menambahkan pula, masih banyak perempuan-perempuan lain yang belum terekspos. Ini hanyalah bagian kecil dari kerja-kerja perempuan. "Masih ada perempuan lain yang punya pekerjaan yang mungkin lebih dari saya yang bisa diekspos, tapi tidak atau belum terekspos."
Tantangan
Dengan N-Peace Award ini adalah satu langkah yang luar biasa untuk bisa menghargai kerja-kerja perempuan di tingkat lokal. "Ke depan, ini satu tantangan yang baru bagi saya bagaimana kepercayaan itu bisa saya terus pegang untuk tetap bergiat dalam rangka proses perdamaian serta mempertahankan perdamaian secara berkelanjutan." Demikian Electronita Duan.























Selamat kepada Ibu Eton, semoga langkah dan inisiatif yang baik dan berguna ini dapat dicontohi, diteladani dan diteruskan sepanjang masa bagi para perempuan Indonesia lainnya yang berada di wilayah pasca-konflik maupun daerah yang rentan terhadap konflik sosial lainnya di negara tercinta ini. Sukses selalu Ibu....!
selamat ibu...... semoga menjadi teladan bagi perempuan lain di indonesia raya ini.
Usi yang tercinta, namamu dan jazahmu mengharumkan nama Maluku. Dari sini, kami ucapkan selamat berbahagia kepada Usi dengan semua usaha dan kerjanya. God Bless You.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.