Akhirnya, sesudah 65 tahun setia menemani pendengar dan pembaca, Radio Nederland Siaran Indonesia dengan berat hati mohon diri. Kali ini untuk waktu tak terbatas. Menandai berakhirnya era Ranesi, kami siapkan berbagai artikel khusus tentang Ranesi, mitra, dan tentu saja pendengar. Kali ini giliran Radio Civica Lintas di Gorontalo.
Radio Nederland berperan dalam membandingi informasi yang beredar di Indonesia dan memberikan informasi dengan perspektif dari Belanda. “Saya pikir jika kemudian Ranesi menutup siarannya, kita kehilangan salah satu referensi info. Dan ini yang kami sayangkan,” kata Mohamad Reza dari Radio Civica Lintas.
Terbiasa dengan Ranesi
Radio Nederland, ungkap general manager dari stasiun mitra Ranesi di Gorontalo, Sulawesi Utara tersebut, mempunyai kelompok pendengar yang cukup signifikan. Para pendengar ini sudah terbiasa dengan acara-acara yang disajikan Ranesi karena sudah selama beberapa tahun setia mendengarkannya.
Keputusan mengakhiri siaran Ranesi juga berdampak secara teknis. “Ada beberapa slot yang kami berikan untuk Radio Nederland. Terpaksa kami harus memproduksi sendiri program-program yang bisa menyamai acara-acara yang dibuat Ranesi, atau akan ada perubahan format di radio kami,” demikian Mohamad Reza menjelaskan.
Radio Civica Lintas menjadi mitra sejak 2008, tapi sebenarnya sudah berhubungan baik dengan Ranesi sejak tahun 2006. Kerja sama itu berlangsung cukup baik dan interaksi bersama teman-teman di ranesi luar biasa, cerita Mohamad Reza.
Keputusan yang sulit
General Manager dari Radio Civica Lintas di Gorontalo ini mengakui tidak bisa terlalu berharap Ranesi suatu saat akan kembali mengudara, karena ia tahu keputusan untuk menghentikan siaran merupakan keputusan yang sangat sulit.
Walaupun demikian ia sangat menyayangkan keputusan yang telah diambil dan berharap suatu saat nanti akan ditinjau kembali. “Terus terang, karena ada hubungan bersejarah antara Indonesia dengan Belanda. Ada historinya sendiri.”















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.