Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 19 Juni  
Avatar Philip Smet
Map
Roma, Italia
Roma, Italia

Google Books Menyambut Petrarca dan Dante

Diterbitkan : 12 Maret 2010 - 11:36am | Oleh Philip Smet (Ranesi)
Diarsip dalam:

Google Books kembali beraksi di Eropa: pemerintah Italia dan mesin pencari Google sepakat: perusahaan internet ini  akan membuat versi e-book dari koleksi dua perpustakaan besar.

Ini sebuah dobrakan untuk Google, walaupun menurut pembaca banyak hal masih harus diperbaharui.

Tak lama lagi kita bisa membaca buku-buku tua dari para penulis klasik Italia, seperti  Petrarca atau Dante, di layar komputer. Google Books akan membuat kopi digital ratusan ribu buku dari perpustakaan nasional di kota Roma dan Florence. Versi online ini bisa dibaca semua orang, gratis.

Hak Cipta
Di Google Books - yang bisa diakses oleh lebih dari seratus negara - karya-karya terbaru juga bisa ditemukan. Google menyatakan, ingin membuat buku bisa diakses semua orang. Para penerbit juga diajak bekerja sama; publik pembaca yang sangat besar adalah salah satu pendorong.

Tapi karya-karya baru masih dilindungi hak ciptanya. Karena itulah penerbit dan penulis di Eropa mengawasi Google penuh ketidakpercayaan. Penulis yang mengetahui bahwa karyanya bisa dibaca gratis di internet, tanpa mendapat imbalan, memilih jalur hukum sebagai penyelesaian.

Buku-buku yang di Amerika Serikat sudah bebas hak cipta, kadang masih dilindungi hukum di Uni Eropa. Karena itulah Komisi Eropa menuntut agar Google bernegosiasi mengenai hak cipta dengan tiap penerbit di Eropa.

Teknik
pada 2004 Google Books mulai hati-hati membuat versi digital dari koleksi perpustakaan-perpustakaan besar di Amerika Serikat. Sedangkan untuk perpustakaan-perpustakaan tersebut, teknik scan baru yang dikembangkan Google sangat menguntungkan: mereka tidak perlu lagi  kehilangan ribuan jam kerja untuk mendigitalisasi buku-buku mereka.
Sampai sekarang, Google telah membuat scan dari koleksi puluhan perpustakaan di seluruh dunia.

Prancis: Punya Sendiri
Pemerintah Prancis tidak mengizinkan Google Books memasuki koleksi buku di negerinya. Menurut pemerintah di Paris, mereka harus menjaga sendiri warisan budaya tanpa bergantung pada perusahaan asing. Karena itu, sekarang Prancis memiliki perpustakaan digital sendiri: Gallica.

Dua tahun lalu Uni Eropa juga menyusun jejaring digital sendiri: Europeana. Isinya adalah karya-karya dari semua negara anggota Uni Eropa. Jutaan lukisan, teks, film, musik dan karya seni-budaya lainnya. Tapi, 'hanya' membaca buku di situs ini hampir tak mungkin dilakukan.

Tidak Teliti
Toh ada juga kelemahan membaca buku digital di Google Books. Tipe huruf klasik kadang tidak jelas terbaca. Huruf S klasik yang lebar, misalnya, sering terlihat seperti F. Baris-baris buku yang ter-scan miring membuat membaca tidak nyaman. Pencarian dan link ke sumber-sumber lainnya juga tidak tercantum.

Pertanyaannya adalah: yang mana yang akhirnya dipilih konsumen, para pembaca? Bisakah pembuat produk serupa - baik dari Eropa atau bahkan Perpustakaan Digital Kesusastraan Belanda - bersaing dengan Google yang jelas-jelas memiliki posisi kuat di internet? Selama situs-situs nasional dan Eropa belum bisa membuat versi digital buku terbaru dengan gratis, kebanyakan pembaca pasti akan memilih jalan termudah: "meng-googling" buku yang ingin mereka baca. Atau mereka beli buku di toko, buku sungguhan dari kertas.
 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...